home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Jenis Obat untuk Depresi dan Insomnia yang Ternyata Masuk Golongan Psikotropika

5 Jenis Obat untuk Depresi dan Insomnia yang Ternyata Masuk Golongan Psikotropika

Anda sering dengar istilah obat psikotropika? Sudah tahu belum sebenarnya apa yang dimaksud dengan psikotropika? Psikotropika adalah zat yang bisa memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. Ini karena obat tersebut bekerja pada sistem saraf pusat manusia, yang letaknya di otak. Banyak jenis-jenis obat psikotropika yang tergolong narkotika, tapi ada juga yang penggunaannya tidak dilarang, justru dibutuhkan karena alasan medis.

Penggunaan obat psikotropika harus dalam pengawasan dokter, tidak boleh sembarangan. Akan tetapi, karena pemahaman masyarakat soal jenis-jenis obat, sifat, dan efek sampingnya pada tubuh masih terbatas, banyak orang akhirnya menyalahgunakan obat-obatan psikotropika. Bahkan, ada banyak jenis obat psikotropika yang belum banyak diketahui.

Golongan obat psikotropika

Obat psikotropika terbagi menjadi empat golongan, yaitu:

  • Golongan I, yaitu obat psikotropika dengan daya candu (dapat menyebabkan ketergantungan) yang sangat kuat seperti MDMA/ekstasi, LAD, dan STP. Psikotropika jenis ini dilarang digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Golongan II, yaitu psikotropika dengan daya kuat, contohnya ritalin, metilfenidat, dan amfetamin yang berguna untuk penelitian dan pengobatan.
  • Golongan III, yaitu psikotropika dengan daya candu sedang dan berguna untuk penelitian dan pengobatan, misalnya flunitrazepam, pentobarbital, buprenorsina, lumibal, dan sebagainya.
  • Golongan IV, yaitu psikotropika dengan daya candu ringan dan boleh digunakan untuk pengobatan medis. Contoh jenis psokotropika golongan ini adalah diazepam, nitrazepam (dumolid, mogadon, BK), dan masih banyak lagi.

Obat-obat yang tergolong psikotropika

Pengetahuan jenis obat psikotropika sangatlah diperlukan bagi setiap orang. Dengan mengetahui manfaat dan risiko efek samping dari konsumsi obat ini, maka Anda bisa terbebas dari penyalahgunaannya. Saat hendak mengkonsumsi obat-obatan, pastikan untuk tetap mengikuti resep dan anjuran dokter.

1. Xanax

Xanax termasuk obat yang memiliki kandungan alprazolam yang merupakan obat anti kecemasan, panik, dan depresi. Walaupun fungsi utamanya sebagai obat penenang, obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter.

Kandungan alprazolam akan berikatan dengan reseptor GABA (Gamma-aminobutyric acid) yaitu sel saraf dan hormon otak yang tujuannya menghambat reaksi neurologis yang berbahaya. Sehingga mereka yang mengonsumsi xanax akan menjadi lebih tenang dan mudah mengantuk. Efek samping dari konsumsi xanax berlebihan adalah pusing, penurunan ingatan, kejang, alergi, hingga perubahan suasana hati.

2. Valium

Valium merupakan nama lain dari diazepam, yaitu salah satu jenis obat benzodiazepin yang mempengaruhi sistem saraf otak dan memberikan efek menenangkan. Obat ini umumnya digunakan sebagai obat penenang, anti depresi, mengatasi insomnia serta kejang-kejang.

Overdosis valium bisa berakibat fatal. Konsumsi valium disarankan tidak lebih dari 4 minggu. Jika berlebihan, maka obat ini bisa mengakibatkan kecanduan, gangguan organ dalam, kebingungan, halusinasi, dan bahkan muncul keinginan untuk bunuh diri.

mengenal obat benzodiazepine

3. Ativan

Ativan merupakan salah satu obat yang mengandung lorazepam, yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala-gejala gangguan kecemasan yang parah dan insomnia. Lorazepam termasuk dalam golongan obat benzodiazepin yang bekerja pada otak dan sistem saraf pusat untuk menghasilkan efek menenangkan.

Karena itu, ansiolitik ini juga sering digunakan sebagai sedatif sebelum pasien menjalani operasi ringan, misalnya operasi gigi, serta mengatasi kejang epilepsi. Obat ini hanya boleh dikonsumsi sesuai resep dokter untuk jangka pendek karena dapat memicu gejala putus obat.

4. Librium

Librium adalah salah satu obat yang mengandung chlordiazepoxide, yang merupakan obat penenang. Biasanya obat ini digunakan untuk meredakan gejala kecemasan, termasuk rasa gugup atau cemas. Obat ini juga biasanya diberikan kepada pasien yang akan menjalani operasi untuk mengurangi kecemasan. Obat jenis ini juga sering digunakan untuk mengatasi gejala putus alkohol.

Chlordiazepoxide bekerja dengan cara memengaruhi sel saraf otak untuk menimbulkan efek menenangkan. Chlordiazepoxide termasuk ke dalam kelompok obat benzodiazepine yang juga memiliki efek melemaskan otot dan sebagai anti kejang. Obat ini hanya boleh didapatkan dengan resep dokter dan dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan mengonsumsi obat ini adalah mengantuk, pusing, lebih agresif, linglung, dan bisa menyebabkan ketergantungan.

5. Dumolid

Dumolid adalah nama merek dari obat generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, obat penenang. Obat dumolid adalah salah satu pilihan obat yang paling sering diresepkan untuk terapi jangka pendek guna mengobati gangguan tidur (insomnia) parah, kejang, gangguan kecemasan, dan depresi.

Nitrazepam termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek ketergantungan tingkat tinggi. Sudah terbukti tidak hanya pada pasien yang diberikan resep secara ketat dan teratur, juga pada mereka yang secara ilegal menyalahgunakan obat dumolid sebagai narkotika.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Xanax: Side effects, uses, and warnings [online] Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/263490.php Accessed 18 September 2017.

Benzodiazepines, Tranquilizers and Sleeping Pills [online] Available at:  https://www.addictionsandrecovery.org/benzodiazepine.htm Accessed 18 September 2017.

Ativan [online] Available at: https://www.drugs.com/ativan.html Accessed 18 September 2017.

Benzodiazepine Abuse [online] Available at: http://www.webmd.com/mental-health/addiction/benzodiazepine-abuse Accessed 18 September 2017.

Librium [online] Available at: https://www.drugs.com/mtm/librium.html Accessed 18 September 2017.

Xanax [online] Available at: https://www.drugs.com/xanax.html Accessed 18 September 2017.

Valium [online] Available at: https://www.drugs.com/valium.html Accessed 18 September 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x