home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate Obat Apa?|Dosis Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate|Efek samping Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate|Peringatan dan Perhatian Obat Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate|Interaksi Obat Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate|Overdosis Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate Obat Apa?

Untuk apa ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Produk ini umumnya digunakan untuk mengobati dan mencegah gejala (napas berbunyi dan sesak napas) yang disebabkan oleh penyakit paru-paru berkelanjutan (penyakit paru kronik obstruktif—COPD yang meliputi bronkitis dan emfisema). Produk ini mengandung 2 jenis obat: Ipratropium dan Salbutamol (juga dikenal sebagai Salbutamol). Kedua obat ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot di sekitar saluran pernapasan sehingga terbuka dan Anda dapat bernapas lebih mudah. Mengontrol gejala gangguan pernapasan dapat menghindari kekurangan waktu saat kerja atau sekolah.

Bagaimana cara penggunaan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Bacalah lembar Informasi Pasien jika tersedia dari apoteker sebelum Anda mulai menggunakan produk ini dan setiap kali membeli isi ulang. Obat ini digunakan dengan mesin khusus yang disebut nebulizer dengan mengubah larutan menjadi sebentuk kabut halus yang dapat dihirup. Pelajarilah cara mempersiapkan larutan serta penggunaan nebulizer yang benar. Jika anak menggunakan obat ini, orang tua atau orang dewasa lain harus bertanggung jawab dalam mengawasi anak. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter, apoteker, atau terapis pernapasan Anda.

Produk ini harus bersih dan tidak berwarna. Sebelum digunakan, periksa terlebih dahulu produk ini apakah terdapat partikel atau terjadi perubahan warna. Jika terdapat gumpalan, jangan digunakan.

Hiruplah obat ini menggunakan nebulizer sesuai arahan dokter, biasanya 4 kali sehari. Hindari obat agar tidak mengenai mata. Hal ini dapat menyebabkan sakit mata/iritasi, penglihatana kabur untuk sementara, dan perubahan penglihatan lainnya. Oleh karena itu, disarankan agar menggunakan corong daripada masker wajah agar mata Anda tertutup saat menggunakannya. Setiap pengobatan biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-15 menit. Gunakan obat ini hanya melalui nebulizer. Jangan ditelan atau menyuntikkan larutan. Untuk mencegah infeksi, bersihkan nebulizer dan corong/masker wajah sesuai dengan petunjuk pada kemasan.

Dosis dibuat berdasarkan kondisi medis dan respon tubuh terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering dari yang ditentukan tanpa persetujuan dokter. Penggunaan obat yang berlebihan akan meningkatkan risiko efek samping serius (mungkin fatal).

Bilas mulut Anda setelah pengobatan untuk mencegah mulut kering serta iritasi tenggorokan.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaiknya. Obat ini bekerja dengan baik jika digunakan pada jarak yang merata. Untuk membantu Anda ingat, gunakanlah obat pada waktu yang sama setiap harinya.

Pisahkan inhaler maupun obat-obatan yang Anda gunakan setiap hari dan yang digunakan ketika napas tiba-tiba memburuk (obat-obatan darurat). Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui apa yang harus Anda lakukan jika Anda mengalami batuk yang memburuk atau sesak napas, napas berbunyi, peningkatan dahak, bangun di malam hari dengan kesulitan bernapas, jika Anda menggunakan inhaler darurat lebih sering, atau jika inhaler alternatif Anda tidak bekerja dengan baik. Perlu diketahui kapan Anda harus mengobati masalah pernapasan dadakan sendiri dan kapan Anda harus mendapatkan bantuan medis. Beri tahu dokter jika gejala tidak membaik atau kian memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis ipratropium bromide + salbutamol sulfate untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Penyakit Paru-paru Kronik Obstruktif—Pemeliharaan

Combivent (R) aerosol inhalasi: 2 inhalasi 4 kali sehari. Pasien dapat menghirup inhalasi tambahan yang diperlukan. Namun, jumlah inhalasi tidak boleh melebihi 12 dalam 24 jam.

Combivent (R) Respimat (R) inhalasi semprot: 1 inhalasi 4 kali sehari. Pasien dapat menghirup inhalasi tambahan yang diperlukan. Namun, jumlah inhalasi tidak boleh melebihi 6 dalam 24 jam.

Duoneb (R) larutan inhalasi: Satu botol 3 ml dengan pengabutan 4 kali sehari dengan tambahan hingga 2 dosis 3 ml yang diperbolehkan per hari. Dosis maksimum yang disarankan adalah 6 botol (18 ml)/hari.

Bagaimana dosis ipratropium bromide + salbutamol sulfate untuk anak-anak

Dosis untuk anak belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah ipratropium bromide + salbutamol sulfate tersedia ?

Larutan, Inhalasi: 2,5 mg Salbutamol dan 0,5 mg Ipratropium.

Efek samping Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Efek samping apa yang dapat dialami karena ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan Salbutamol dan Ipratropium dan hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti:

  • napas berbunyi, tersedak, atau masalah pernapasan lainnya (terutama setelah menggunakan tabung obat ini)
  • nyeri dada, detak jantung berdebar
  • tekanan darah tinggi yang berbahaya (sakit kepala berat, cemas, denyut jantung tidak menentu)
  • pembengkakan pada pergelangan kaki
  • sakit mata, atau berkunang-kunang
  • sulit buang air kecil (terasa sakit)
  • kadar kalium rendah (kebingungan, rasa haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, rasa tidak nyaman pada kaki, kelemahan otot atau perasaan lemas)

Efek samping umum lainnya termasuk:

  • sakit kepala ringan
  • gejala pilek seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, atau radang tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Sebelum menggunakan Salbutamol dan Ipratropium inhalasi, sebaiknya Anda:

  • hubungi dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Ipratropium (Atrovent), Atropin (Atropen), Albuterol (Proventil HFA, Ventolin HFA, Vospire ER), Levalbuterol (Xoponex), obat lain, atau salah satu bahan dalam larutan atau semprot Salbutamol dan Ipratropium. Tanyakan pada apoteker atau periksa bagian Informasi Pasien dalam kemasan untuk mengetahui daftar bahan.
  • hubungi dokter dan apoteker mengenai obat resep/nonresep, vitamin, suplemen gizi serta produk herbal yang Anda gunakan atau berencana menggunakannya. Pastikan untuk menyebutkan salah satu dari zat berikut: Beta Blockers seperti Atenolol (Tenormin), Labetalol, Metoprolol (Lopressor, Toprol XL), Nadolol (Corgard), dan Propranolol (Inderal); Diuretik ( ‘pil air’); Epinefrin (Epipen, Primatene Mist); obat untuk pilek, penyakit iritasi usus, penyakit Parkinson, bisul, atau masalah buang air kecil; obat inhalasi lainnya, terutama obat untuk asma seperti Arformoterol (Brovana), Formoterol (Foradil, Perforomist), Metaproterenol, Levalbuterol (Xopenex), dan Salmeterol (Serevent, dalam Advair); dan Terbutaline (Brethine). Juga beritahu dokter jika Anda memakai salah satu obat berikut atau jika Anda telah menghentikan penggunaannya dalam 2 minggu terakhir: antidepresan seperti Amitriptyline Amoxapine; Clomipramine (Anafranil), Desipramine (Norpramin), Doxepin (Silenor), Imipramine (Tofranil), Nortriptyline (Pamelor), Protriptyline (Vivactil), dan Trimipramine (Surmontil); atau Inhibitor Monoamine Oxidase (MAO) seperti Isocarboxazid (Marplan), Phenelzine (Nardil), Tranylcypromine (Parnate), dan Selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar). Dokter Anda mungkin harus mengubah dosis obat atau memantau Anda dengan hati-hati untuk mencegah munculnya efek samping.
  • beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki glaukoma (suatu penyakit mata), kesulitan buang air kecil, penyumbatan dalam kandung kemih, penyakit prostat (kelenjar reproduksi laki-laki), kejang, hipertiroidisme (kondisi di mana ada terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh), tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur; diabetes, atau penyakit jantung, hati, atau ginjal.
  • hubungi dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan Salbutamol dan Ipratropium, hubungi dokter Anda.
  • jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Salbutamol dan Ipratropium inhalasi.
  • perlu Anda ketahui bahwa Salbutamol dan Ipratropium inhalasi kadang dapat menyebabkan napas berbunyi dan sesak napas sesaat setelah dihirup. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter Anda. Jangan menggunakan Salbutamol dan Ipratropium inhalasi lagi kecuali dokter memberitahu Anda untuk menggunakannya kembali.

Apakah ipratropium bromide + salbutamol sulfate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai untuk menentukan risiko penggunaan pengobatan pada wanita selama kehamilan atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam kategori risiko kehamilan D.

A=tidak berisiko,

B=tidak berisiko pada beberapa studi,

C=mungkin ada risiko,

D=terbukti positif berisiko,

X=kontraindikasi,

N=tidak diketahui

Interaksi Obat Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • diuretik (misalnya, Furosemide, Hydrochlorothiazide) karena risiko kadar kalium darah rendah akan meningkat.
  • antikolinergik (misalnya Bromocriptine, Methscopolamine), Linezolid, Maois (misalnya Phenelzine), Bronkodilator Simpatomimetik lain (misalnya Pirbuterol, Salmeterol), atau antidepresan trisiklik (misalnya Amitriptyline) karena akan meningkatkan risiko efek samping Salbutamol/Ipratropium inhalasi ini.
  • beta-blocker (misalnya, Propranolol) karena dapat menurunkan efektivitas Salbutamol/Ipratropium aerosol atau memperburuk kondisi Anda.
  • digoxin, karena efektivitas Salbutamol/Ipratropium aerosol dapat berkurang.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan ap

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yakni sebagai berikut.

  • sakit dada
  • detak jantung cepat

a yang dapat berinteraksi dengan ipratropium bromide + salbutamol sulfate?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • alergi terhadap lesitin, kedelai, atau kacang-kacangan
  • masalah sirkulasi darah
  • penyakit jantung atau pembuluh darah
  • masalah irama jantung (misalnya aritmia)
  • hipertensi (tekanan darah tinggi). Gunakan dengan hati-hati. Dapat meningkatkan risiko efek samping yang serius.
  • diabetes
  • sulit buang air kecil
  • pembesaran prostat
  • hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif)
  • hipokalemia (kalium rendah dalam darah)
  • glaukoma
  • kejang
  • penyumbatan kandung kemih. Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk.

Overdosis Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yakni sebagai berikut.

  • sakit dada
  • detak jantung cepat

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

MIMS. Ipratropium Bromide + Salbutamol Sulfate. 2016. http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Ipratropium+Bromide+%2b+Salbutamol+Sulfate Accessed February 18th, 2016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 18/03/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team