backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Ascardia

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 15/05/2023

Ascardia

Sebagai salah satu obat untuk mencegah penggumpalan darah, Ascardia kerap diresepkan untuk pasien penyakit jantung hingga stroke.

Aspirin sebagai kandungan utama dalam obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit karena beberapa jenis penyakit.

Sebelum mengonsumsi Ascardia, pastikan Anda sudah mengetahui berbagai informasinya di sini.

Golongan obat: antiplatelet

Kandungan obat: asetilsalisilat atau aspirin

Apa itu obat Ascardia?

Ascardia adalah merek obat dengan komposisi tunggal berupa asetilsalisilat atau aspirin yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit hingga mencegah serangan jantung dan stroke.

Meski mengandung aspirin yang berfungsi mengatasi nyeri, obat ini tidak bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan sejenisnya karena kandungan aspirinnya kecil.

Dalam dosis kecil, aspirin digunakan sebagai antiplatelet atau pengencer darah supaya tidak terjadi penggumpalan darah yang bisa menyebabkan berbagai masalah jantung.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan trombus (gumpalan darah). Berkat cara kerja tersebut, Ascardia kerap digunakan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Ascardia termasuk dalam jenis obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Sediaan dan dosis obat Ascardia

obat mengganggu kesuburan

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI), Ascardia di Indonesia saat ini hanya tersedia dalam bentuk tablet 80 mg.

Setiap satu dus Ascardia terdiri atas 10 tablet salut enterik dengan kandungan 80 mg asetilsalisilat.

Dosis Ascardia di bawah ini hanyalah gambaran secara umum. Selalu ikuti dosis dan aturan minum obat dari dokter.

1. Infark miokard (penyakit jantung karena penyumbatan pada arteri koroner)

  • Dewasa: 80–160 mg/hari. Dosis maksimal 300 mg/hari.
  • 2. Transient ischemic attack (serangan stroke)

    • Dewasa: 80–160 mg/hari. Dosis maksimal 1.000 mg/hari.

    Ascardia tidak dianjurkan untuk anak-anak. Jika Anda membutuhkannya, mintalah petunjuk penggunaan khusus dari dokter.

    Sebelum mengonsumsi obat ini, pastikan Anda sudah memberi tahu dokter terkait riwayat kesehatan Anda terlebih dahulu.

    Penyesuaian dosis atau penggantian obat mungkin dibutuhkan jika Anda memiliki kondisi kesehatan seperti berikut.

    • Asma, rinitis, angioedema, polip hidung, sinusitis, atau pilek terus-menerus.
    • Gangguan darah seperti hemofilia, anemia, dan leukemia.
    • Merencanakan operasi.
    • Asam urat.
    • Penyakit ginjal, hati, dan kardiovaskular.

    Setelah menerima obat, pastikan untuk meminumnya sesuai petunjuk dokter. Obat ini umumnya dikonsumsi sesudah makan.

    Telan obat secara utuh tanpa mengunyah atau menggerus obat terlebih dahulu. Jika Anda tidak bisa menelan obat utuh, mintalah sediaan lain pada dokter.

    Untuk mendapatkan hasil terbaik, usahakan minum obat pada waktu yang sama setiap harinya. Jika ada dosis yang terlewat, segera minum obat.

    Namun, jika jarak dosis yang terlewat dengan dosis selanjutnya terlalu dekat, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

    Efek samping Ascardia

    Ascardia dapat menimbulkan efek samping umum berupa mual, muntah, serta pusing atau sakit kepala. Efek samping ringan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya.

    Namun, apabila kondisi di atas tidak juga membaik atau muncul efek samping lain seperti berikut, segera hubungi dokter.

    • Kesulitan bernapas.
    • Kebingungan.
    • Ruam kulit.
    • Urtikaria (biduran).
    • Kadar gula darah di bawah normal.
    • Anemia.

    Setiap orang mungkin mengalami efek samping obat yang berbeda-beda, termasuk yang tidak tertulis di atas. Jika Anda khawatir dengan kondisi Anda usai minum obat ini, segera hubungi dokter.

    Apakah Ascardia aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Mengutip dari laman Mayo Clinic, ibu hamil umumnya tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan yang mengandung aspirin kecuali atas petunjuk dokter.

    Hal serupa juga berlaku untuk ibu menyusui. Maka dari itu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum obat apa pun saat hamil dan menyusui.

    Anda juga perlu memberitahu dokter jika merencanakan kehamilan atau hamil saat sedang mengonsumsi Ascardia.

    Tahukah Anda?

    Ascardia dosis kecil mungkin diberikan pada ibu hamil dengan risiko preeklampsia.

    Interaksi Ascardia dengan obat lain

    Beberapa obat sebaiknya tidak dikonsumsi secara bersamaan karena dapat meningkatkan risiko efek samping atau mengurangi kinerja satu sama lain.

    Berikut adalah beberapa jenis obat yang mungkin berinteraksi dengan obat yang mengandung aspirin.

    • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).
    • Antidepresan seperti escitalopram, fluoxetine, paroxetine, fluvoxamine, sertraline, vilazodone, dan trazodone.
    • Ibuprofen atau obat untuk mengatasi nyeri lainnya.
    • Kortikosteroid.
    • Obat golongan salisilat lainnya seperti Trilisate, Kaopectate, dan Pamprin Cramp Formula.
    • Pengencer darah seperti warfarin atau heparin.

    Pastikan untuk selalu memberitahu dokter terkait obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat tanpa resep dan obat herbal.

    Dokter mungkin menyesuaikan dosis atau jenis obat yang akan diresepkan jika dikhawatirkan ada kondisi yang tidak diinginkan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

    Farmasi · None


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 15/05/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan