home
close

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Krill Oil Lebih Baik dan Bernutrisi Dibandingkan Minyak Ikan?

Benarkah Krill Oil Lebih Baik dan Bernutrisi Dibandingkan Minyak Ikan?

Krill oil atau minyak krill merupakan inovasi terbaru di dunia medis yang memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menurunkan kadar lemak darah. Krill oil merupakan nutrisi tepat yang mengandung kebaikan alam, karena terbuat dari bahan alami yang hidup di perairan terbersih di muka bumi sehingga bisa Anda pertimbangkan untuk dikonsumsi harian.

Manfaat krill oil sudah banyak diteliti di berbagai macam studi. Minyak ini diambil dari zooplankton bernama krill yang hidup di dalam laut Antartika.

Umumnya, minyak krill mengandung asam lemak omega-3, EPA, dan DHA yang tinggi. Maka dari itu, banyak studi yang menggali lebih dalam tentang manfaat minyak ini. Yuk, pelajari 5 manfaat minyak ini sekarang.

Manfaat krill oil

Sejumlah penelitian membuktikan kalau konsumsi minyak krill sesuai anjuran memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tanpa menunjukkan efek yang tidak diinginkan. Dari banyak penelitian, ada 4 manfaat utama yang harus diketahui mengenai minyak ini.

Menaikkan jumlah omega-3 di tubuh

krill oil

Hasil studi berjudul Enhanced increase of omega-3 index in healthy individuals with response to 4-week N-3 fatty acid supplementation from krill oil versus fish oil menyimpulkan, mengonsumsi minyak ini mampu meningkatkan jumlah omega-3 di dalam tubuh. Hal ini penting karena omega-3 tidak dapat dibuat oleh tubuh. Jadi, supaya tubuh memiliki asupan omega-3, sumber utamanya harus datang dari makanan atau suplemen.

Mengonsumsi minyak krill membuat jumlah asam lemak omega-3 hingga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan mengonsumsi minyak ikan. Hal ini terjadi karena asam lemak minyak krill yang menempel pada fosfolipid membuat tubuh lebih mudah menyerapnya.

Sederhananya, jumlah asam lemak omega-3 yang cukup mampu menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi minyak krill pun dapat menjadi opsi termudah dan terbaik untuk mendapatkan omega-3.

Krill oil baik untuk kesehatan jantung

Asam lemak omega-3, baik dari krill oil atau sumber lainnya, tergolong dalam lemak yang baik untuk tubuh. Lemak tidak jenuh ini membantu memenuhi kebutuhan lemak harian sekaligus menjaga kesehatan jantung. Kebaikan omega-3 juga meminimalisasi risiko seseorang terserang penyakit jantung.

Mengutip dari Mayo Clinic, asam lemak esensial ini membantu kesehatan jantung dengan cara:

  • Mengurangi penumpukan lemak dalam darah
  • Risiko stroke dan penyakit jantung menurun
  • Menjaga detak jantung tetap teratur

apa itu trigliserida

Kemudian, asam lemak esensial dikenal berpotensi dalam pencegahan dan pengelolaan gejala-gejala penyakit kronis. Salah satunya, asam lemak omega-3 mampu menurunkan lemak darah alias trigliserida. Tingkat lemak darah yang tinggi dapat memicu penyumbatan di dalam pembuluh darah. Penyumbatan ini dapat memicu hal yang fatal, seperti penyakit jantung.

Namun, bagaimana dengan kemampuan asam lemak omega-3 yang didapatkan dari minyak krill? Para peneliti dari studi Lipid-lowering and anti-inflammatory effects of omega 3 ethyl esters and krill oil: a randomized, cross-over, clinical trial mengatakan, kandungan pada minyak krill juga terbukti menurunkan kadar lemak darah. Tambahan lagi, minyak ini mampu meningkatkan kadar kolesterol “baik”.

Memiliki sifat antioksidan

Kandungan astaxantin pada krill oil memiliki sifat antioksidan yang baik untuk tubuh. Astaxantin membantu menghambat proses penuaan di dalam tubuh. Caranya dengan melawan radikal bebas di dalam tubuh. Tak hanya itu, aktivitas antioksidan dari senyawa ini 10 kali lebih kuat daripada antioksidan yang berasal dari sayuran.

Penuaan di dalam tubuh sendiri akan menurunkan fungsi beberapa bagian tubuh, seperti otak, mata, dan kulit. Astaxantin melindungi otak dari zat-zat yang berbahaya, seperti obat-obatan kemoterapi pada pasien kanker dan asap rokok. Kemudian, mengonsumsi senyawa ini memiliki kaitan dengan menurunnya gejala-gejala yang timbul akibat mata yang lelah. Sementara itu, kulit juga dilindungi oleh senyawa ini dengan cara menghambat kerusakan sel akibat paparan sinar matahari.

Krill oil dapat mengurangi kadar lemak darah

Dilansir dari Peace Health, penggunaan 1-3 gram minyak krill per hari selama 3 bulan pada orang dengan peningkatan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) ternyata dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), serta adanya peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Hasil tersebut berarti bagus, karena kadar kolesterol HDL dalam tubuh memang sebaiknya lebih banyak dibandingkan kadar kolesterol LDL. Observasi tersebut juga menyimpulkan bahwa krill oil lebih menyehatkan dibandingkan minyak ikan, bahkan minyak ikan yang mengandung 900 mg omega-3 sekali pun. Oleh sebab itu, pembaca yang rentan memiliki kadar lemak darah tinggi sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi krill oil setiap harinya.

Itulah beberapa kandungan yang membuat minyak krill memberikan manfaat kesehatan yang banyak untuk tubuh.

Manfaatnya pun mudah ditemukan dalam suplemen makanan minyak krill yang memiliki kandungan 100% minyak krill murni, dan dilengkapi dengan kandungan penting lainnya seperti omega-3, EPA, dan DHA.

Mengingat manfaatnya yang beragam, tentu Anda ingin keluarga merasakan manfaat kesehatannya, bukan? Ternyata minyak krill juga bisa dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Maka dari itu, pastikan Anda memilih minyak krill yang aman dikonsumsi oleh keempatnya.

Pastikan sebelum mengonsumsi suplemen, harap konsultasi dengan dokter dulu. Dengan begitu, dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan Anda atau anggota keluarga terlebih dahulu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Astaxanthin: The key to a new you. (n.d.). Clinical Education. Retrieved June 12, 2020, from https://www.clinicaleducation.org/resources/reviews/astaxanthin-the-key-to-a-new-you/

Cicero, A. F., Rosticci, M., Morbini, M., Cagnati, M., Grandi, E., Parini, A., & Borghi, C. (2016). Lipid-lowering and anti-inflammatory effects of omega 3 Ethyl esters and krill oil: A randomized, cross-over, clinical trial. Archives of Medical Science, 3, 507-512. https://doi.org/10.5114/aoms.2016.59923

How eating fish helps your heart. (2019, September 28). Mayo Clinic. Retrieved June 12, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/omega-3/art-20045614

Ramprasath, V. R., Eyal, I., Zchut, S., & Jones, P. J. (2013). Enhanced increase of omega-3 index in healthy individuals with response to 4-week N-3 fatty acid supplementation from krill oil versus fish oil. Lipids in Health and Disease, 12(1), 178. https://doi.org/10.1186/1476-511x-12-178

Suzuki, Y., Fukushima, M., Sakuraba, K., Sawaki, K., & Sekigawa, K. (2016). Krill oil improves mild knee joint pain: A randomized control trial. PLOS ONE, 11(10), e0162769. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0162769

Chintong, S., Phatvej, W., Rerk-Am, U., Waiprib, Y., & Klaypradit, W. (2019). In vitro antioxidant, Antityrosinase, and cytotoxic activities of Astaxanthin from shrimp waste. Antioxidants, 8(5), 128. https://doi.org/10.3390/antiox8050128

Sung, H. H., Sinclair, A. J., Lewandowski, P. A., & Su, X. Q. (2018). Postprandial long-chain n-3 polyunsaturated fatty acid response to krill oil and fish oil consumption in healthy women: a randomised controlled, single-dose, crossover study. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 27(1), 148-157. http://apjcn.nhri.org.tw/server/APJCN/27/1/148.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Willyson Eveiro Diperbarui 10/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x