home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Clopamide

Clopamide Obat Apa?|Dosis Clopamide|Efek samping Clopamide|Peringatan dan Perhatian Obat Clopamide|Interaksi Obat Clopamide|Overdosis Clopamide
Clopamide

Clopamide Obat Apa?

Untuk apa clopamide?

Clopamide adalah obat untuk mengobati pembengkakan ginjal akibat gagal jantung atau gagal hati. Obat ini termasuk golongan diuretik, yang juga dapat digunakan dengan obat lainnya untuk mengobati hipertensi.

Bagaimana cara penggunaan clopamide?

Bacalah panduan obat dan Brosur Informasi Pasien yang disediakan apotek, jika ada, sebelum Anda mendapatkan obat ini dan setiap kali Anda membeli ulang. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan clopamide?

Clopamide adalah salah satu obat yang baiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Clopamide

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis clopamide untuk orang dewasa?

Untuk orang dewasa, dosis clopamide adalah:

  • Dosis awal: 1-3 tablet per hari.
  • Dosis pemeliharaan: 1-2 tablet per 24 jam-48 jam.

Bagaimana dosis clopamide untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas obat ini belum dipastikan untuk anak di bawah 18 tahun.

Dalam dosis apakah clopamide tersedia?

Kesediaan obat clopamide adalah tablet 20 mg.

Efek samping Clopamide

Efek samping apa yang dapat dialami karena clopamide?

Obat dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Walaupun tidak semua efek samping akan terjadi, tetap segera cari pengobatan medis jika Anda mengalami efek samping yang sekiranya dinilai tidka wajar.

Beberapa efek samping paling umum dari obat clopamide adalah:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Selera makan menurun
  • Pusing dan gelisah
  • Detak jantung tidak teratur (jantung berdebar-debar)
  • Kram otot

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek samping tertentu dari obat ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Peringatan dan Perhatian Obat Clopamide

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan clopamide?

Beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan clopamide adalah:

  • Jangan konsumsi obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap sulfamid
  • Keamanan untuk anak-anak, ibu hamil, atau menyusui belum diketahui secara pasti. Jadi, hindari penggunaan obat ini untuk ketiga kondisi tersebut.

Apakah clopamide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Clopamide

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan clopamide?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan clopamide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan clopamide?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Overdosis Clopamide

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

MIMS. Clopamide. 2016. http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Clopamide Accessed February 18th, 2016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x