Bagaimana Cara Kerja Obat Antibiotik Melawan Bakteri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Antibiotik sering kali direkomendasikan dokter untuk mengatasi kondisi Anda. Obat-obatan tersebut berguna untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Lantas, sebenarnya apa itu antibiotik? bagaimana cara kerjanya dalam melawan infeksi? Apa saja penyakit yang dapat diatasi dengan obat ini? Simak penjelasannya di bawah.

Pengertian antibiotik

Obat batuk antibiotik

Antibiotik adalah obat-obatan yang dapat melawan infeksi akibat bakteri pada manusia dan hewan. Obat-obatan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mempersulit bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. 

Kata antibiotik sendiri berasal dari bahasa yunani, di mana anti diartikan sebagai melawan dan bios adalah kehidupan, dalam hal ini adalah bakteri yang hidup. Ini merupakan salah satu pengobatan paling kuat untuk melawan infeksi bakteri yang mengancam jiwa. 

Antibiotik tersedia dalam bentuk:

  • Tablet, kapsul, atau cairan yang dapat Anda minum. Biasanya, obat bentuk ini digunakan untuk mengobati sebagian besar jenis infeksi ringan hingga sedang. 
  • Krim, losion, semprotan, dan tetes. Bentuk ini sering digunakan untuk mengobati infeksi kulit, mata, atau telinga. 
  • Suntikan. Bentuk ini dapat diberikan langsung ke dalam darah atau otot. Biasanya, obat dalam bentuk suntikan digunakan untuk mengatasi infeksi yang lebih serius.

Antibiotik sebagai obat

saridon obat sakit kepala

Ketika bakteri berkembang biak dan menghasilkan gejala penyakit, sistem kekebalan tubuh Anda sebenarnya sudah mulai bekerja. Antibodi dalam tubuh akan mulai berusaha menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan bakteri. 

Namun, ketika tubuh tidak bisa menangani proses itu, bakteri akan terus menekan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya berhasil menginfeksi tubuh. Saat kondisi inilah Anda dapat mengambil manfaat dari antibiotik.

Situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, menyebutkan ada beberapa kondisi yang membutuhkan pengobatan berupa antibiotik, yaitu:

  • Tidak dapat diatasi tanpa obat
  • Penyakit dapat menginfeksi orang lain
  • Membutuhkan banyak waktu untuk pulih tanpa pengobatan
  • Berisiko menyebabkan komplikasi serius

Meski terbukti ampuh melawan kuman, antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti:

  • Pilek dan flu 
  • Berbagai macam jenis batuk
  • Sakit tenggorokan 

Dikutip dari situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, obat-obatan ini juga tidak dibutuhkan untuk mengatasi infeksi bakteri umum, seperti:

Mengonsumsi antibiotik ketika tidak dibutuhkan tidak akan membantu Anda. Selalu lakukan anjuran dokter dalam mengkonsumsi antibiotik. Penggunaan yang tidak sesuai anjuran dokter dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang dapat membahayakan kondisi Anda. 

Antibiotik sebagai pencegahan

Operasi katarak merupakan pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi katarak.

Tak hanya itu, orang yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi juga dapat diberikan obat-obatan ini sebagai upaya pencegahan. Dalam dunia medis, ini disebut dengan profilaksis. 

Situasi ketika antibiotik dibutuhkan sebagai upaya pencegahan adalah:

  • Akan menjalani operasi
    Obat ini biasanya direkomendasikan untuk Anda yang akan menjalani operasi dengan risiko infeksi tinggi, seperti operasi katarak atau implan payudara.
  • Digigit atau mengalami luka
    Obat ini diperlukan untuk mencegah infeksi yang mungkin muncul setelah Anda terluka, misalnya akibat gigitan hewan atau manusia.
  • Kondisi kesehatan tertentu
    Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang membuat risiko infeksi lebih tinggi, seperti pernah melalui prosedur pengangkatan limpa atau menjalani perawatan kemoterapi.

Cara kerja antibiotik

Antibiotik untuk difteri

Secara umum, memang antibiotik memiliki fungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri yang menginfeksi tubuh. Tetapi, antibiotik sebenarnya dibagi menjadi dua kategori jika dilihat dari mekanisme kerja yang dilakukan, yaitu:

  • Membunuh bakteri (bactericidal)
    Obat jenis ini biasanya merusak satu per satu bakteri yang menginfeksi dengan cara menghancurkan dinding sel bakteri, sehingga bakteri tersebut mati. 
  • Menghentikan perkembangan bakteri (bacteriostatic)
    Ketika obat antibiotik berhasil menekan perkembangan serta pertumbuhan bakteri, kuman itu hanya akan berjumlah sama dan tidak bertambah. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh kita dapat mengatasinya langsung tanpa khawatir akan ‘kalah’.

Klasifikasi obat-obatan ini juga bisa dilakukan dengan mengelompokkannya berdasarkan kemampuannya melawan jenis-jenis bakteri, yaitu:

  • Antibiotik berspektrum luas, yaitu obat yang dapat menghancurkan hampir segala jenis bakteri.
  • Antibiotik berspektrum sempit, yaitu obat yang hanya dapat melawan beberapa jenis bakteri saja.

Golongan antibiotik

Obat-obatan ini terdiri dari banyak jenis, tapi NHS membuat penggolongan antibiotik menjadi enam golongan, yaitu:

1. Penicillin

Obat batuk rejan antibiotik

Penicillin membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel. Antibiotik yang termasuk dalam kelompok ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, termasuk:

  • Infeksi kulit
  • Infeksi paru-paru
  • Infeksi saluran kemih

Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini, di antaranya:

  • Penicillin
  • Amoxicillin 

Anda tidak disarankan minum salah satu obat yang masuk dalam golongan ini jika pernah mengalami alergi akibat mengonsumsinya. Orang yang alergi terhadap satu jenis penicillin akan alergi terhadap jenis-jenis yang lain. 

2. Makrolida

saat minum antibiotik

Makrolida bekerja dengan cara mencegah bakteri berkembang biak dengan menghalangi bakteri membuat protein. Antibiotik yang termasuk dalam kelompok ini dapat sangat berguna untuk mengobat berbagai penyakit, seperti infeksi paru-paru. 

Makrolida juga dapat berguna sebagai alternatif orang yang alergi dengan obat penisilin. Selain itu, makrolida dapat menangani bakteri yang kebal dengan penisilin. 

Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

Jangan mengonsumsi makrolida juga Anda mengidap porfiria, sebuah kelainan darah langka turunan. Jika Anda hamil atau menyusui, satu-satunya jenis makrolida yang dapat dikonsumsi adalah erythromycin.  

3. Cephalosporin

Obat antibiotik intravena untuk meningitis

Sama seperti penisilin, cephalosporin membunuh bakteri dengan cara mencegahnya membentuk dinding sel. Obat dalam kelompok ini digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi. Namun, beberapa jenisnya efektif untuk mengobati infeksi serius, seperti:

  • Septikemia 
  • Meningitis

Obat-obatan yang termasuk dalam cephalosporin, yaitu:

  • Cephalexin
  • Levofloxacin

Jika Anda sebelumnya mengalami reaksi alergi karena mengonsumsi penisilin, kemungkinan Anda juga akan alergi dengan cephalosporin. Obat-obatan ini juga mungkin tidak cocok dikonsumsi untuk penderita gagal ginjal. 

4. Fluoroquinolones

obat resep dokter

Fluoroquinolones adalah obat spektrum luas yang membunuh bakteri dengan mencegahnya menciptakan DNA. Kelompok obat-obatan ini digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, termasuk:

  • Infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi saluran kemih

Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok itu, yaitu:

Jenis obat ini sudah tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin karena efek sampingnya yang cukup serius. 

5. Tetracycline

obat sakit maag cair tablet

Tetracycline bekerja dengan mencegah bakteri berkembang baik, yaitu menghalanginya membuat protein. Antibiotik golongan ini digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, tapi biasanya digunakan untuk mengobati kondisi, seperti:

  • Jerawat
  • Rosacea, penyakit kulit kronis yang menyebabkan kemerahan dan bintil-bintil pada wajah

Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

  • Tetracycline
  • Doxycycline

Obat-obatan ini biasanya tidak direkomendasikan untuk orang-orang dengan kondisi, seperti:

  • Gagal ginjal
  • Penyakit liver
  • Penyakit autoimun lupus
  • Anak-anak di bawah usia 12 tahun
  • Wanita hamil atau menyusui

6. Aminoglycosides

Aminoglycosides mencegah bakteri berkembang biak dengan menghalanginya membuat protein. Obat-obatan ini cenderung hanya digunakan di rumah sakit untuk mengobati penyakit yang sangat serius seperti septikemia. Obat yang termasuk dalam kelompok ini, yaitu:

  • Gentamicin 
  • Tobramycin

Cara mengonsumsi antibiotik dengan tepat

tes untuk dermatitis kontak

Penting untuk memahami bahwa meskipun antibiotik adalah obat yang sangat berguna, obat ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Oleh karena itu, Anda harus mematuhi cara penggunaan antibiotik yang direkomendasikan dokter. Perlu diingat bahwa antibiotik tidak selalu menjadi obat atau solusi penyakit Anda. 

Hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah efek samping akibat antibiotik adalah:

  • Berbicara dengan dokter mengenai resistensi antibiotik.
  • Bertanya apakah antibiotik bermanfaat untuk penyakit Anda.
  • Bertanya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan penyakit lebih cepat.
  • Tidak menggunakan obat ini untuk penyakit akibat infeksi virus, seperti pilek atau flu.
  • Jangan menyisakan beberapa antibiotik yang diresepkan untuk penyakit yang akan datang berikutnya.
  • Mengonsumsi obat persis seperti saran dokter.
  • Tidak melewatkan dosis, bahkan ketika kondisi sudah membaik. Pasalnya, jika dihentikan, beberapa bakteri dapat bertahan hidup dan kembali menginfeksi.
  • Jangan minum obat yang diresepkan untuk orang lain, karena mungkin tidak cocok untuk kondisi Anda. Mengonsumsi obat yang salah dapat memberikan kesempatan bakteri berkembang biak.

Pastikan berkonsultasi dengan dokter dalam mengatasi masalah kesehatan dan menentukan pengobatan yang terbaik untuk Anda. Jika mengalami gejala yang membuat cemas, jangan tunda kunjungan Anda ke klinik atau rumah sakit. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit