Voltaren

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Nama Generik: Voltaren Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Voltaren digunakan?

Voltaren adalah obat golongan antiperadangan nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug/NSAID) dengan kandungan utama diclofenac sodium. Dicloflenac sodium bekerja dengan cara menghambat kerja zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (prostaglandin).

Voltaren bisa digunakan untuk mengobati rasa ringan sampai sedang, seperti untuk meredakan gejala kekakuan sendi akibat osteoartritis atau rheumatoid arthritis. Jika gejala tidak bertambah baik setelah mengambil obat ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Bagaimana aturan pakai Voltaren?

Gunakan Voltaren sesuai petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan atau sesuai petunjuk dari dokter Anda. Ikuti semua petunjuk dan jangan sekali-kali mengubah dosis tanpa saran dokter. Jangan mengambil Voltaren dalam jumlah yang lebih besar atau lebih lama dari yang dianjurkan. Gunakan dosis terendah seefektif mungkin untuk mengobati kondisi Anda.

Voltaren digunakan dengan cara menelan keseluruhan tablet dengan air putih. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau melepaskan tablet Voltaren ke dalam air. Baca petunjuk pemakaian dengan cermat. Adapun Voltaren dalam bentuk gel dengan cara pakai dioleskan langsung ke bagian tubuh yang sakit.

Bagaimana cara menyimpan Voltaren?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Jaga agar kemasan Voltaren tertutup rapat setelah digunakan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Voltaren untuk dewasa?

Dosis dan frekuensi penggunaan Voltaren harus disesuaikan dengan kondisi dan respon terhadap pengobatan agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah:

  • Untuk mengobati osteoarthritis: 100-150 mg/hari yang terbagi dalam dosis 50 mg dua atau tiga kali sehari atau 75 mg dua kali sehari
  • Untuk mengobati rheumatoid arthritis: 150-200 mg/hari yang terbagi dalam dosis 50 mg tiga atau empat kali sehari atau 75 mg dua kali sehari
  • Untuk mengobati ankylosing spondylitis: 100-125 mg/hari yang terbagi dalam dosis 25 mg empat kali sehari dan dosis tambahan 25 mg sebelum tidur jika diperlukan

Untuk meminimalkan risiko efek samping, gunakan Voltaren dengan dosis efektif terendah dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya. Jangan meningkatkan atau mengurangi dosis Anda dari yang sudah ditentukan.

Untuk kondisi kronis, seperti arthritis, teruskan penggunaan sesuai petunjuk dokter. Diperlukan waktu hingga 2 minggu penggunaan rutin sebelum manfaat obat ini bekerja, untuk kondisi seperti arthritis.

Berapa dosis Voltaren untuk anak-anak?

Pemberian Voltaren ke anak di bawah 12 tahun tidak dianjurkan karena keselamatan dan kemanjuran pada anak belum ditetapkan. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum anak mengambil Voltaren, dokter mungkin akan memberi resep Voltaren sesuai dengan kondisi anak atau memberi obat lain.

Dalam dosis dan sediaan apa Voltaren tersedia?

Voltaren tersedia dalam bentuk dan ukuran dosis:

  • Tablet 12.5 mg, 25 mg, 50 mg, 75 mg, dan 100 mg
  • Gel 1%

Efek Samping

Apa efek samping Voltaren yang mungkin terjadi?

Sama seperti obat lain, efek samping bisa terjadi jika Voltaren tidak digunakan sesuai petunjuk. Efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah menggunakan Voltaren adalah:

  • Sakit perut, mual,
  • Heartburn dan perut bergas
  • Diare atau sembelit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kantuk
  • Kelelahan
  • Reaksi alergi, seperti ruam, gatal (terutama di wajah, lidah, dan tenggorokan), pusing parah, dan sulit bernapas

Jika Anda merasakan efek tersebut dan makin memburuk, segera periksakan ke dokter. Voltaren juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Trombosis kardiovaskular
  • Perdarahan, ulserasi, dan perforasi pada saluran cerna
  • Hepatoksisitas
  • Hipertensi
  • Gagal jantung dan edema
  • Toksisitas ginjal dan hiperkalemia
  • Reaksi anafilaksis
  • Reaksi kulit serius
  • Toksisitas hematologis

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Voltaren?

Sebelum menggunakan Voltaren, beritahu dokter atau apoteker Anda jika:

  • Anda alergi diclofenac atau aspirin atau obat NSAID lainnya (seperti ibuprofen, naproxen, dan celecoxib), atau jika Anda punya alergi lainnya. Atau, jika Anda punya alergi terhadap bahan aktif lain yang terkandung dalam Voltaren.
  • Anda punya riwayat kesehatan, terutama asma, masalah perdarahan atau penggumpalan darah, penyakit jantung (termasuk riwayat serangan jantung), tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, edema (penumpukan cairan dalam tubuh), penyakit hati, penyakit ginjal, polip hidung, masalah lambung/usus/kerongkongan, dan stroke.

Masalah ginjal terkadang bisa terjadi karena penggunaan diclofenac. Masalah lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, gagal jantung, atau penyakit ginjal. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi terjadi. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika ada perubahan dalam buang air kecil.

Voltaren bisa menyebabkan pusing dan kantuk. Sehingga, jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi setelah minum obat ini. Selain itu, obat ini juga bisa membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari. Untuk itu, batasi waktu Anda di bawah sinar matahari setelah minum Voltaren. Beritahu dokter jika Anda mengalami kulit terbakar.

Lansia mungkin lebih peka terhadap efek samping obat ini, terutama perdarahan lambung/usus, masalah ginjal, dan masalah jantung yang memburuk.

Apakah Voltaren aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui.  Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Namun, hindari penggunaan Voltaren jika usia kehamilan Anda sudah masuk trimester ketiga atau 30 minggu. Penggunaan Voltaren pada trimester ketiga dapat meningkatkan risiko penutupan dini duktus arteriosus janin (salah satu saluran penghubung di pembuluh darah janin).

Bagi ibu menyusui, penggunaan Voltaren tidak disarankan atau harus dalam penanganan khusus. Karena, diclofenac sebagai kandungan utama Voltaren dapat dilepaskan ke ASI, sehingga efek samping Voltaren mungkin bisa terjadi pada bayi Anda yang menyusui ASI.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Voltaren?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat lain dapat berinteraksi dengan Voltaren, seperti aliskiren, penghambat ACE (seperti captopril, lisinopril), penghambat reseptor angiotensi II (seperti valsartan, losartan), kortikosteroid (seperti prednison), cidofovir, litium, metotreksat, dan diuretik (seperti furosemid).

Voltaren yang diminum dengan obat lain yang menyebabkan perdarahan bisa meningkatkan risiko perdarahan. Obat tersebut, yaitu obat antiplatelet (seperti clopidogrel) dan obat pengencer darah (seperti dabigatran, enoxaparin, dan warfarin).

Periksa semua label obat yang Anda gunakan dengan cermat karena banyak obat mengandung penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, ketorolac, dan celecoxib. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping bila dikonsumsi bersamaan dengan Voltaren. Namun, jika dokter telah mengarahkan untuk mengambil obat-obatan tersebut, sebaiknya ikuti instruksi dokter Anda.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Voltaren?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Penggunaan alkohol dan tembakau setiap hari bersamaan dengan Voltaren dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung. Oleh karena itu, batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Voltaren?

Hindari penggunaan Voltaren bila Anda mempunyai:

  • Alergi (termasuk reaksi anafilaksis dan reaksi kulit yang serius) terhadap diclofenac atau bahan lain yang terkandung dalam Voltaren
  • Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi lainnya setelah minum obat aspirin atau NSAID lain.
  • Anda sedang atau akan menjalankan operasi bypass arteri koroner.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Voltaren dan apa efeknya?

Gejala overdosis obat NSAID biasanya meliputi kelesuan, kantuk, mual, muntah, dan nyeri epigastrik. Perdarahan lambung atau usus juga bisa terjadi. Jika gejala serius, seperti pingsan, hipertensi, dan sulit bernapas terjadi setelah minum Voltaren, sebaiknya segera bawa ke dokter.

Voltaren dapat meningkatkan risiko trombosis kardiovaskular serius, termasuk infark miokard dan stroke, jika digunakan berlebihan dan dalam waktu lama. Voltaren juga dapat meningkatkan risiko masalah pencernaan serius, seperti perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus. Lansia atau orang dengan riwayat tukak lambung dan/atau perdarahan saluran cerna mempunyai risiko yang lebih serius.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Oktober 10, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 10, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca