Nama Generik: Sanmol Merek: sanmol.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Sanmol digunakan?

Sanmol adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun demam. Obat ini mengandung paracetamol yang biasanya digunakan untuk mengatasi:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Sakit gigi
  • Demam
  • Sakit punggung
  • Nyeri akibat haid

Bagaimana aturan pakai Sanmol?

Gunakan obat ini sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter Anda. 1 tablet Sanmol mengandung 500 gram paracetamol yang dapat diminum setiap kali gejala nyeri atau sakit muncul.

Namun, jangan terlalu sering, obat ini bisa Anda gunakan dalam 4-6 jam sekali. Bila gejala tak kunjung hilang selama lebih dari 3 hari, maka sebaiknya Anda hentikan penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan Sanmol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Sanmol untuk dewasa?

  • Dosis Sanmol tablet (500mg): 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam.
  • Dosis Sanmol forte: 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam (digunakan pada pasien yang memiliki berat badan berlebih).
  • Dosis Sanmol effervescent (500mg): 1 tablet sebanyak 3-4 kali
  • Dosis Sanmol infus: disesuaikan dengan berat badan yaitu 10-15 mg/Kg berat badan melalui pembuluh darah vena selama 15 menit.

Berapa dosis Sanmol untuk anak-anak?

Dosis Sanmol tablet (500mg)

  • Usia di atas 12 tahun: 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam.
  • Usia 5-12 tahun: setengah tablet 3-4 kali per hari atau setiap 4-6 jam.

Dosis Sanmol sirup

  • Usia < 1 tahun: setengah sendok takar (2,5ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 1-3 tahun: ½ – 1 sendok takar (2,5-5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.

Dosis Sanmol Effervescent

  • Usia > 12 tahun: 1 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Usia 6-12 tahun: ½ – 1 tablet, 3-4 kali sehari

Dosis Sanmol tablet kunyah

  • Usia 6-12 tahun: 2-4 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Usia 2-5 tahun: 1-2 tablet, 3-4 kali sehari

Dalam dosis dan sediaan apa Sanmol tersedia?

Sanmol terdiri dalam beberapa sediaan dan beragam bentuk, yaitu:

  • Sanmol tablet 500 mg, terdapat paracetamol 500 mg
  • Sanmol forte 650 mg, terdapat paracetamol 650 mg
  • Sanmol sirup, setiap satu sendok takar (5ml) mengandung 120 mg paracetamol
  • Sanmol effervescent 500 mg, mengandung 500 mg paracetamol
  • Sanmol tablet kunyak 120 mg

Efek Samping

Apa efek samping Sanmol yang mungkin terjadi?

Beberapa kondisi yang mungkin terjadi akibat efek samping obat ini yaitu:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut nyeri
  • Merasa mual
  • Urin berwarna gelap
  • Kulit kuning
  • Timbul alergi, seperti kulit ruam, gatal, dan bengkak
  • Sulit bernapas

Jika Anda mengalami hal tersebut maka sebaiknya hentikan dulu penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Sanmol?

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Alergi. Alergi terhadap paracetamol dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bila Anda memiliki alergi paracetamol maka sebaiknya hindari obat ini, karen akan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan ruam kulit.
  • Anak-anak. Sejauh ini paracetamol memang aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Namun jika anak yang demam masih berusia di bawah 2 tahun maka sebaiknya konsultasikan obat ini dulu dengan dokter spesialis anak.
  • Lansia. Sampai saat ini, belum ada studi yang menyatakan bahwa Sanmol yang mengandung paracetamol buruk untuk dikonsumsi lansia.

Apakah Sanmol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, tak ada penelitian yang menyatakan bahwa Sanmol (Paracetamol) dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Bagi ibu menyusui, obat ini tergolong aman untuk digunakan. Namun, harus diperhatikan jika obat ini bisa ada di dalam ASI dan bisa ditransferkan pada sang bayi.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Sanmol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Ada beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Sanmol (Paracetamol), yaitu:

  • Obat lain yang mengandung Paracetamol juga
  • Obat untuk mengatasi epilepsi, yaitu carbamazepine
  • Obat untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, yaitu colestyramine
  • Obat untuk mengobati penyakit kanker tertentu, imatinib and busulfan
  • Obat antijamur, seperti ketoconazole
  • Obat diabetes tipe 2, yaitu Lixisenatide
  • Obat untuk pengencer darah, yaitu warfarin
  • Obat untuk mengendalikan kejang seperti phenobarbital, phenytoin and primidone

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Sanmol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Sejauh ini, tidak ada makanan yang dapat menimbulkan interaksi dengan obat tersebut. Konsumsi alkohol ketika Anda menggunakan obat ini, dapat menimbulkan beberapa interaksi yang bisa berdampak pada kesehatan Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan Sanmol?

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat mengganggu kerja obat ini. Berikut adalah masalah kesehatan tersebut yaitu:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Penyakit ginjal parah
  • Penyakit hati, seperti hepatitis
  • Phenylketonuria

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Sanmol dan apa efeknya?

Overdosis Sanmol (Paracetamol) dapat sangat berbahaya bagi kesehatan. Beberapa gejala overdosis Sanmol (Paracetamol) yang terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Perdarahan atau lebam yang tidak biasa
  • Rasa nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Kuning pada kulit dan mata
  • Mengalami gejala flu

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

 

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Oktober 10, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 10, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan