Risperidone obat apa?

Oleh

Nama Generik: Risperidone Merek: Neripros, Nodiril, Noprenia, Persidal, Risperdal Consta, Risperidone OGB Mersi, Risperdal, Risperidone OGB Dexa, Rizodal dan Zofredal.

Penggunaan

Untuk apa Risperidone?

Risperidone adalah obat dengan fungsi untuk mengatasi gangguan mental/mood tertentu, seperti schizophrenia, gangguan bipolar, dan iritabilitas yang berhubungan dengan gangguan autis. Pengobatan ini dapat membantu Anda untuk berpikir jernih dan beraktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari.

Risperidone termasuk dalam golongan obat yang disebut jenis antipsikotik. Obat ini bekerja membantu memperbaiki keseimbangan substansi alami tertentu pada otak.

KEGUNAAN LAIN: Bagian ini mencantumkan kegunaan obat ini yang tidak disebutkan dalam persetujuan label profesional Amerika Serikat untuk obat yang dapat diresepkan oleh perawat kesehatan professional. Gunakan obat ini untuk kondisi yang disebutkan dalam bagian ini hanya jika sudah dituliskan resepnya oleh perawat kesehatan profesional Anda.

Pengobatan ini juga dapat digunakan dengan obat lainnya untuk mengatasi depresi.

Dosis risperidone dan efek samping risperidone akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Risperidone?

Gunakan obat ini dengan diminum, dengan atau tanpa makan sesuai arahan dokter Anda, biasanya sekali atau dua kali setiap hari.

Obat ini dikemas dalam kemasan blister. Jangan lepaskan tablet dari kemasan sampai siap untuk menggunakannya. Dengan tangan kering, kupas foil pada kemasan blister dengan hati-hati untuk melepas tablet. Jangan coba untuk mendorong tablet ke foil karena dapat merusak tabletnya. Tempatkan tablet di lidah segera dan biarkan di lidah sebentar. Tablet jangan dipisah atau dikunyah. Setelah tablet meleleh di lidah, ia bisa ditelan dengan atau tanpa air.

Dosis selalu diberikan berdasarkan usia, kondisi kesehatan Anda, bagaimana Anda merespon terapi, dan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi. Informasikan dokter dan apoteker Anda mengenai semua produk yang sedang Anda gunakan, termasuk obat resep/nonresep dan obat-obatan herbal. Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter Anda dapat mengarahkan Anda untuk memulai pengobatan ini dengan dosis rendah dan bertahap meningkatkan dosisnya. Ikuti instruksi dokter Anda dengan baik.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk membantu Anda mengingatnya, minum obatnya pada waktu yang sama setiap hari. Sangat penting melanjutkan pengobatan ini sesuai dengan resep bahkan jika Anda sudah baikan. Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik, atau justru memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Risperidone?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Risperidone untuk orang dewasa?

Dosis untuk orang dewasa dengan Schizophrenia

Formulasi obat minum:

Dosis awal: minum 2 mg per hari

Dosis titrasi: dapat ditingkatkan dalam kenaikan 1-2 mg per hari dalam waktu 24 jam atau lebih, sebagai toleransi.

Target dosis: minum 4-8 mg per hari

Dosis maksimal: minum 16 mg per hari

Long-acting IM Injection:

Untuk pasien yang tidak pernah menggunakan obat minum risperidone, direkomendasikan untuk membangun toleransi dengan formula obat minum sebelumnya untuk mengatasi pengobatan dengan long acting injection.

Dosis awal: 25 mg IM setiap 2 minggu

Dosis titrasi: dapat ditingkatkan sampai 37.5 mg atau 50 mg jika dibutuhkan; dosis titrasi sebaiknya terjadi tidak lebih sering dari setiap 4 minggu sebagai pelepasan obat yang diharapkan dimulai 3 minggu setelah injeksi.

Dosis maksimal: 50 mg IM setiap 2 minggu.

Dosis untuk orang dewasa dengan Gangguan Bipolar

Formulasi obat minum:

Dosis awal: minum 2-3 mg per hari

Dosis titrasi: dapat ditingkatkan sampai 1 mg per hari dalam waktu 24 jam atau lebih, sebagai toleransi

Rentang dosis efektif: minum 1- 6 mg per hari

Dosis maksimal: minum 6 mg per hari

Bagaimana dosis Risperidone untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak dengan Schizophrenia

13 tahun atau lebih:

Dosis awal: minum 0.5 mg sekali sehari

Dosis titrasi: dapat ditingkatkan sampai 0.5 mg – 1 mg per hari dalam waktu 24 jam atau lebih, sebagai toleransi

Target dosis: minum 3 mg per hari

Dosis maksimal: minum 6 mg per hari

Dosis untuk anak-anak dengan Gangguan Bipolar

10 tahun atau lebih:

Dosis awal: minum 0.5 mg sekali sehari

Dosis titrasi: dapat ditingkatkan sampai 0.5 mg – 1 mg per hari dalam waktu 24 jam atau lebih, sebagai toleransi

Target dosis: minum 1-2.5 mg per hari

Dosis maksimal: minum 6 mg per hari

Dosis untuk anak-anak dengan Autisme

Usia 5-17 tahun:

Berat badan 15 – 20 kg:

Dosis awal: minum 0.25 mg sekali sehari

Dosis titrasi: setelah minimum 4 hari, dapat ditingkatkan sampai 1 mg per hari, pelihara dosis ini minimum 14 hari, dosis berikut meningkat dapat dibuat sampai 0.25 mg dalam waktu 2 minggu atau lebih, sebagai toleransi

Rekomendasi dosis: minum 0.5 mg per hari

Berat 20 kg atau lebih:

Dosis awal: minum 0.5 mg sekali sehari

Dosis titrasi: setelah minimum 4 hari, dapat ditingkatkan sampai 1 mg per hari, pelihara dosis ini minimum 14 hari, dosis berikut meningkat dapat dibuat sampai 0.25 mg dalam waktu 2 minggu atau lebih, sebagai toleransi

Rekomendasi dosis: minum 1 mg per hari

Rentang dosis efektif: 0.5 mg – 3 mg per hari; dosis individu berdasarkan respon dan toleransi.

Dosis maksimal: minum 3 mg per hari

Dosis pemeliharan: Setelah respon klinis yang cukup telah dicapai dan dipelihara, mempertimbangkan secara bertahap mengurangi dosis untuk mencapai keseimbangan optimal dari keamanan dan kemanjuran.

Dalam dosis apakah Risperidone tersedia?

Tablet 0.25 mg; 0.5 mg; 1 mg; 2 mg; 3 mg; 4 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Risperidone?

Cari pertolongan medis jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi ini: gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Berhenti menggunakan risperidone dan hubungi dokter segera jika Anda memiliki efek samping serius seperti:

  • Demam, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak biasa
  • Gerakan otot gelisah pada mata, lidah, dagu, atau leher
  • Tremor
  • Kejang
  • Demam, merinding, tidak enak badan, gejala flu
  • Mimisan
  • Pucat pada mulut atau bibir
  • Masalah menelan
  • Perasaan ingin pingsan
  • Sakit saat ereksi selama 4 jam atau lebih

Efek samping yang tidak serius yaitu:

  • Berat badan naik
  • Merasa panas atau dingin
  • Sakit kepala, pusing
  • Ngantuk, merasa lelah
  • Mulut kering, nafsu makan naik
  • Merasa kurang istirahat
  • Insomnia
  • Mual, muntah, sakit perut
  • Batuk, sakit tenggorokan, ingusan, hidung gatal
  • Ruam kulit halus

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Risperidone?

Dalam memutuskan untuk menggunakan obat, risiko harus dipertimbangkan dengan baik. Ini adalah keputusan yang akan dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, berikut yang sebaiknya Anda pertimbangkan:

Alergi

Bilang pada dokter Anda jika Anda pernah memiliki reaksi tidak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lainnya. Bilang juga kepada perawat profesional jika Anda memiliki jenis alergi lain, seperti terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau binatang. Untuk produk non resep, baca label atau bahan pada kemasan dengan baik.

Anak-anak

Tidak ada informasi yang tersedia antara hubungan usia dengan efek Risperidone pada pasien anak kurang dari 13 tahun dengan schizophrenia, pada anak kurang dari 10 tahun dengan gangguan bipolar, atau anak kurang dari 5 tahun dengan gangguan autis. Keamanan dan kemanjuran belum ditetapkan.

Lansia

Meskipun tidak ada informasi yang tersedia antara hubungan usia dengan efek risperidone pada populasi geriatrik, tidak ditemukan masalah yang spesifik akibat penggunaan obat ini pada lansia. Namun, pasien tua atau manula lebih sensitif pada efek obat-obatan dan masalah hati, ginjal, atau masalah jantung, yang berhubungan dengan usia, sehingga membutuhkan penyesuaian dosis untuk pasien lansia dalam pengobatan risperidone. Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk gangguan perilaku pada orang tua dengan dementia.

Apakah Risperidone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Risperidone?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Amifampridine
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Levomethadyl
  • Mesoridazine
  • Metoclopramide
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Terfenadine
  • Thioridazine

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acecainide
  • Ajmaline
  • Amiodarone
  • Amisulpride
  • Amitriptyline
  • Anagrelide
  • Aprindine
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Azimilide
  • Bretylium
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Chloral Hydrate
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Crizotinib
  • Dabrafenib
  • Delamanid
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Dibenzepin
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Domperidone
  • Doxepin
  • Droperidol
  • Encainide
  • Enflurane
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Flecainide
  • Fluconazole
  • Fluoxetine
  • Foscarnet
  • Gemifloxacin
  • Ginkgo Biloba
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Histrelin
  • Hydromorphone
  • Hydroquinidine
  • Ibutilide
  • Imipramine
  • Ivabradine
  • Ketoconazole
  • Leuprolide
  • Linezolid
  • Lithium
  • Lorcainide
  • Mefloquine
  • Metronidazole
  • Milnacipran
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ondansetron
  • Pasireotide
  • Pazopanib
  • Pentamidine
  • Probucol
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Propafenone
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Sematilide
  • Sertindole
  • Sertraline
  • Sevoflurane
  • Simvastatin
  • Sotalol
  • Spiramycin
  • Sulfamethoxazole
  • Sultopride
  • Tedisamil
  • Telithromycin
  • Tetrabenazine
  • Tramadol
  • Trifluoperazine
  • Trimethoprim
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Vandetanib
  • Vemurafenib
  • Vinflunine
  • Zotepine

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Carbamazepine
  • Cimetidine
  • Fosphenytoin
  • Itraconazole
  • Lamotrigine
  • Levorphanol
  • Methadone
  • Midodrine
  • Paroxetine
  • Phenobarbital
  • Phenytoin
  • Ranitidine
  • Ritonavir
  • Valproic Acid

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Risperidone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Risperidone?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Aspirasi pneumonia, risiko atau riwayat medis
  • Masalah sirkulasi darah
  • Dehidrasi
  • Dementia, seperti kekurangan kemampuan mental
  • Sulit menelan, dapat membuat efek samping lebih buruk
  • Kanker payudara
  • Diabetes
  • Epilepsi atau gangguan kejang-kejang lain
  • Masalah pembuluh darah atau jantung, termasuk stroke dan detak jantung tidak biasa
  • Gula darah tinggi
  • Proclatin tinggi dalam darah (Hyperprolactinemia)
  • Penyakit Parkinson – dapat memperburuk kondisi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati – gunakan dengan hati-hati. Efeknya dapat meningkat karena pengeluaran obat yang lambat dari tubuh
  • Phenylketunoria (PKU) – obat minum bentuk tablet yang bisa pecah dapat mengandung aspartame, yang bisa memperburuk kondisi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, termasuk:

  • Ngantuk
  • Detak jantung cepat atau tidak biasa
  • Perut panas
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

BACA JUGA:

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca