Rifampicin obat apa?

Oleh

Nama Generik: Rifampicin Merek: Corifam, Lanarif, Merimac, RIF 300/RIF 450/RIF 600, Rifampin, Rifamtibi, TB RIF, Kalrifam, Rifam, Rifampicin Indo Farma dan Rimactane.

Penggunaan

Untuk apa rifampicin?

Rifampicin adalah obat antibiotik rifamycin dengan fungsi untuk mengobati berbagai infeksi, seperti:

  • tuberkulosis (TBC)
  • kusta
  • legionnaires’s disease
  • brucellosis dan infeksi stafilokokus serius

Obat ini juga dapat diberikan kepada ‘carrier’, yaitu orang-orang yang mungkin terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala infeksi yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae (penyebab flu) dan Neisseria meningitidis (penyebab meningitis).

Dosis rifampicin dan efek samping rifampicin akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan rifampicin?

Rifampicin berbentuk kapsul yang dikonsumsi hanya melalui mulut. Obat ini harus diminum dengan segelas penuh air pada saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Konsumsi rifampicin satu kali sehari untuk mengatasi tuberkulosis. Rifampicin diminum dua kali sehari selama dua hari untuk mencegah penyebaran bakteri Neisseria meningitidis kepada orang lain. Ikuti petunjuk pemakaian pada label resep Anda dengan hati-hati, dan minta dokter atau apoteker Anda untuk menjelaskan bagian yang tidak Anda mengerti. Minum rifampicin persis seperti yang dianjurkan. Jangan mengambil lebih atau kurang dari kadar yang dianjurkan atau mengonsumsinya lebih sering daripada yang telah disarankan dokter.

Beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak bisa menelan kapsul. Apoteker Anda dapat mengganti dosis kapsul dalam bentuk cairan bagi Anda sebagai alternatif.

Jika Anda mengonsumsi rifampicin untuk mengobati tuberkulosis, dokter Anda mungkin menganjurkan Anda untuk rutin mengonsumsi rifampicin selama beberapa bulan atau lebih. Lanjutkan penggunaan rifampicin sesuai masa pakai yang tertera pada resep bahkan jika Anda merasa lebih baik, dan berhati-hatilah untuk tidak melewatkan dosis. Menghentikan dosis rifampicin terlalu dini akan berisiko infeksi, menjadi kebal obat (resistan) dan semakin sulit untuk ditangani. Jika Anda melewatkan dosis rifampicin, Anda mungkin mengalami gejala tidak nyaman atau serius saat Anda memulai kembali penggunaan obat ini.

Bagaimana cara penyimpanan rifampicin?

Obat ini sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini dapat memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk Anda, atau tanyakan kepada apoteker Anda. Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis rifampicin untuk orang dewasa?

Dosis umum dewasa untuk Tuberkulosis (bersama dengan obat lain)

Berat badan <50 kg:

Dosis harian adalah 450 mg

Berat badan >50 kg:

Dosis harian adalah 600 mg

Dosis umum dewasa untuk Kusta (bersama dengan obat lain)

Berat badan <50 kg:

Dosis harian adalah 450 mg

Berat badan >50 kg:

Dosis harian adalah 600 mg

Dosis tunggal 600 mg sebulan sekali dapat diberikan.

Dosis umum dewasa untuk Legionnaires’s disease, Brucellosis, dan infeksi staphylococcal yang serius (bersama dengan obat-obatan lainnya)

Dosis harian yang direkomendasikan adalah 600 mg -1200 mg dalam 2 sampai 4 bagian dosis sepanjang hari.

Dosis umum dewasa untuk pencegahan Meningitis Meningokokus

Dosis yang direkomendasikan adalah 600 mg dua kali sehari selama 2 hari

Dosis umum dewasa untuk pencegahan infeksi influenzae Haemophilus

Dewasa dan anak-anak >1 bulan

Untuk anggota rumah yang terkena infeksi, dosis harian yang direkomendasikan adalah 20 mg/kg berat badan, hingga maksimum 600 mg, satu kali sehari selama 4 hari.

Anak <1 bulan

Dosis yang direkomendasikan adalah 10 mg/kg berat badan, satu kali sehari selama 4 hari.

Lansia

Dokter Anda mungkin akan memberikan dosis yang lebih rendah daripada yang disebutkan di atas.

Bagaimana dosis rifampicin untuk anak-anak?

Dosis umum anak untuk Tuberkulosis (bersama dengan obat lain)

Anak-anak >3 bulan:

Dosis harian yang direkomendasikan adalah 15 (10-20) mg/kg berat badan, sampai maksimum 600 mg.

Dosis umum anak untuk Kusta (bersama dengan obat lain)

Untuk bentuk paucibacillary, rifampicin harus diberikan bersama dapson untuk jangka waktu 6 bulan. Untuk bentuk multibacillary, rifampicin harus diberikan dengan dapson dan clofazimine untuk jangka waktu 12 bulan.

Dosis yang dianjurkan adalah:

Usia >10 tahun: 450 mg sebulan sekali.

Usia <10 tahun: 10 sampai 20 mg/kg berat badan, sebulan sekali.

Dosis umum anak untuk Legionnaires’s disease, Brucellosis, dan infeksi staphylococcal yang serius (bersama dengan obat-obatan lainnya)

Anak-anak usia >1 bulan: 10 mg/kg berat badan tiap 12 jam selama 2 hari.

<1 bulan: 5 mg/kg berat badan tiap 12 jam selama 2 hari.

Dosis tidak boleh melebihi 600 mg/dosis.

Dosis umum anak untuk pencegahan infeksi influenzae Haemophilus

Anak-anak usia >1 bulan

Untuk anggota rumah yang terkena infeksi, dosis harian yang direkomendasikan adalah 20 mg/kg berat badan, sampai maksimum 600 mg, satu kali sehari selama 4 hari.

Anak-anak usia <1 bulan

Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/kg berat badan satu kali sehari selama 4 hari.

Dalam dosis apakah rifampicin tersedia?

  • Kapsul, oral: 150 mg; 300 mg
  • Larutan, intravena: 600 mg (1EA)

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena rifampicin?

Rifampin dapat menyebabkan efek samping. Urine, keringat, dahak, dan air mata Anda dapat berubah ungu atau merah; efek ini tidak berbahaya.

Beri tahu dokter jika ada gejala-gejala di bawah ini yang bertambah parah atau tidak kunjung pulih:

  • gatal
  • kulit memerah dan panas
  • sakit kepala
  • mengantuk
  • pusing
  • kurangnya koordinasi
  • sulit berkonsentrasi
  • linglung
  • perubahan perilaku
  • lemah otot
  • nyeri di lengan, tangan, telapak kaki, atau kaki
  • heartburn (sensasi hangat dan terbakar tidak nyaman di dada)
  • kram perut
  • diare
  • gas
  • periode menstruasi yang menyakitkan atau tidak teratur
  • perubahan penglihatan

Beberapa efek samping dapat serius. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • ruam
  • gatal-gatal
  • demam
  • lecet
  • pembengkakan mata, wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lengan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki yang lebih rendah
  • mual
  • muntah
  • kehilangan nafsu makan
  • urin gelap
  • nyeri sendi atau bengkak
  • menguningnya kulit atau mata

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan rifampicin?

Jangan menggunakan Rifampicin jika Anda:

  • alergi terhadap rifampicin atau antibiotik rifamycin lainnya, atau salah satu bahan lain dari obat ini (tercantum dalam bagian 6)
  • memiliki penyakit kuning (menguningnya kulit atau putih mata)
  • sedang mengonsumsi saquinavir atau ritonavir. Masalah pada hati akan timbul jika Anda juga mengonsumsi rifampicin di saat yang bersamaan

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi Rifampicin jika Anda:

  • memiliki masalah dengan hati, atau memiliki riwayat medis serupa
  • memiliki masalah ginjal dan mengonsumsi lebih dari 600 mg rifampicin per hari
  • diabetes; diabetes Anda mungkin menjadi lebih sulit untuk dikontrol
  • memiliki masalah darah langka yang disebut porfiria
  • kekurangan berat badan, usia lanjut, menderita masalah hati atau di bawah 2 tahun dan juga mengonsumsi isoniazid-dokter Anda dapat memeriksa fungsi hati Anda
  • memakai lensa kontak. Mengonsumsi Rifampicin dapat mengakibatkan noda permanen pada lensa kontak

Tes darah

Dokter Anda akan perlu memeriksa darah Anda sebelum Anda mengonsumsi obat ini. Tes darah akan membantu dokter Anda untuk mengetahui perubahan yang mungkin terjadi pada darah Anda setelah minum obat ini. Anda mungkin juga perlu menjalani tes darah rutin untuk memeriksa bagaimana hati Anda bekerja.

Ada kemungkinan bahwa rifampicin dapat memengaruhi hasil beberapa tes darah. Jika Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa kadar bilirubin, asam folat atau vitamin B12, beri tahu dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi rifampicin karena dapat memengaruhi hasil pengobatan Anda.

Apakah rifampicin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisiko

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian

C=Mungkin berisiko

D=Ada bukti positif dari risiko

X=Kontraindikasi

N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan rifampicin?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda sedang atau baru selesai mengonsumsi obat lain, termasuk obat-obatan nonresep, seperti:

  • antikoagulan untuk mengencerkan darah, contohnya warfarin
  • obat anti-inflamasi (kortikosteroid) contohnya prednisolon
  • obat yang digunakan setelah transplantasi organ, contohnya siklosporin, sirolimus; obat tacrolimus untuk mengobati kondisi jantung contohnya. digoxin, digitoxin, quinidine, Disopiramid, mexiletine, propafenone, tocainide, calcium channel blockers (diltiazem, nifedipin, verapamil, nimodipin, isradipin, nicardipine, nisoldipin)
  • obat untuk menurunkan tekanan darah, contohnya bisoprolol, propranolol, losartan, enalapril
  • diuretik (tablet air), seperti eplerenon
  • obat antidiabetes, contohnya klorpropamid, tolbutamid, gliklazid, rosiglitazone
  • antiepileptik, contohnya fenitoin
  • obat penghilang rasa sakit yang kuat, contohnya morfin, metadon
  • sedatif (obat tidur) atau obat untuk kegelisahan, contohnya amobarbital, diazepam, zopiclone, zolpidem
  • obat penghambat, contohnya tamoxifen, toremifene, gestrinon
  • suplemen yang mengandung hormon seperti estrogen, progesteron, contohnya kontrasepsi hormonal. Jika Anda mengambil kontrasepsi oral untuk mencegah kehamilan saat Anda mengonsumsi rifampicin, kontrasepsi mungkin tidak akan efektif
  • obat tiroid, contohnya levothyroxine
  • obat untuk gangguan mental, contohnya haloperidol, aripiprazole
  • antidepresan, contohnya amitriptyline, nortriptyline
  • antibiotik untuk mengobati infeksi, contohnya dapson, kloramfenikol, klaritromisin, doxycycline, ciprofloxacin, telitromisin
  • obat anti-jamur, contohnya flukonazol, itraconazole, ketoconazole, vorikonazol
  • obat anti-virus, contohnya saquinavir, ritonavir, indinavir, efavirenz, amprenavir, nelfinavir, atazanavir, lopinavir, nevirapine
  • praziquantel, untuk infeksi cacing
  • obat untuk menurunkan kadar lemak (kolesterol, trigliserida) dalam darah, contohnya simvastatin, clofibrate
  • obat kanker, contohnya irinotecan, imatinib
  • kina, sering digunakan untuk kram
  • riluzole, digunakan dalam penyakit motor neuron (MND)
  • teofilin, untuk asma
  • anti-emetic, contohnya ondansetron
  • atovakuon, untuk malaria atau pneumonia
  • antasida, digunakan untuk gangguan pencernaan. Gunakan Rifampicin setidaknya 1 jam sebelum mengonsumsi antasid.
  • obat-obatan lain yang digunakan untuk TBC, seperti asam isoniazid atau p-aminosalisilat (PAS). PAS dan Rifampicin harus dikonsumsi terpisah dengan interval minimal 8 jam.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan rifampicin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan rifampicin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca