Nama Generik: Metformin Merek: Adecco, Diafac, Efomet, Forbetes, Formell, Glicolock XR, Glucophage, Glucophage XR, Glucotika, Gludepatic, Glufor, Glumin XR, Glunor/Glunor XR, Gradiab, Heskopaq, Nevox/Nevox XR, Zendiab, Benofomin, Diabex, Diabit, Eraphage, Gliformin, Glikos, Glucofor 500, Glumin, Metformin HCl OGB Dexa, Methormyl, Methpica, Metphar, Reglus-500, Tudiab, Zumamet, metformin-obat-fungsi-dosis-500-mg-dietdanmetformin obat.

Fungsi

Untuk apa Metformin?

Metformin adalah obat untuk mengontrol gula darah tinggi, biasanya digunakan oleh penderita diabetes tipe 2. Metmorfin bekerja dengan membantu mengembalikan respon tubuh yang tepat terhadap insulin yang diproduksi secara natural. Obat ini juga menurunkan jumlah gula yang diproduksi hati dan yang diserap perut/usus Anda.

Metformin bisa digunakan bersama dengan program diet dan olahraga, untuk mencegah diabetes pada orang-orang yang berisiko tinggi mengidap diabetes.

Dosis metformin dan efek samping metformin akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan pakai Metformin?

Konsumsi metformin lewat mulut sesuai instruksi dokter, biasanya 1-3 kali sehari dengan makanan. Minumlah banyak air saat sedang menjalani pengobatan dengan obat ini, kecuali dokter Anda berkata lain.

Dosis disesuaikan dengan kondisi medis Anda, fungsi ginjal, dan respon terhadap pengobatan. Dokter mungkin meminta Anda untuk mengonsumsi obat ini dalam dosis rendah pada awalnya, namun lambat laun dosisnya ditingkatkan untuk menurunkan risiko efek samping seperti sakit perut. Dokter juga akan menyesuaikan dosis sesuai dengan level gula darah Anda untuk menemukan dosis yang paling tepat untuk Anda. Ikuti petunjuk dokter dengan saksama.

Konsumsilah obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Jangan lupa untuk mengonsumsinya di waktu yang sama setiap hari.

Jika Anda sudah mengonsumsi obat antidiabetes lain (seperti chlorpropamide), ikuti anjuran dokter dengan saksama mengenai apakah Anda harus menghentikan atau melanjutkan obat yang lama sebelum memulai metformin.

Periksa gula darah Anda secara rutin sesuai anjuran dokter. Catat hasilnya dan beri tahu dokter. Beri tahu dokter juga bila hasil menunjukkan gula darah Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dosis/pengobatan Anda mungkin harus diubah.

Bagaimana cara penyimpanan Metformin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Metformin untuk orang dewasa?

Dosis metformin untuk orang dewasa pengidap diabetes tipe 2

Metformin sediaan konvensional

  • Dosis awal: 500 mg oral dua kali sehari atau 850 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan setiap 1 minggu sesuai toleransi.
  • Dosis maksimum: 3000 mg per hari

Metformin modified-release

  • Dosis awal: 500 to 1000 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan per minggu sesuai toleransi.
  • Dosis maksimum: 2000 mg per hari

Bagaimana dosis Metformin untuk anak-anak?

Dosis metformin untuk anak-anak penderita diabetes tipe 2

  • Dosis awal: 500 mg oral 1-2 kali sehari atau 850 mg sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan tiap 1 minggu sesuai toleransi
  • Dosis maksimum: 2000 mg per hari, terbagi dalam 2-3 dosis

Dalam dosis apakah Metformin tersedia?

Tablet Extended Release, Oral: 500 mg, 1000 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Metformin?

Efek samping metformin yang tergolong ringan adalah:

  • Sakit kepala atau nyeri otot
  • Merasa lemah
  • Mual-mual ringan, muntah, diare, buang angin, sakit perut.

Metformin dapat menimbulkan lactic acidosis (penumpukan asam laktik dalam tubuh, yang bisa berakibat fatal). Lactic acidosis dapat terjadi perlahan-lahan dan memburuk seiring dengan waktu. Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala lactic acidosis, seperti:

  • Nyeri otot atau merasa lemas
  • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki;
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemah;
  • Sakit perut, mual disertai muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami gejala yang lebih parah:

  • Napas pendek, bahkan setelah mencoba menarik napas panjang
  • Pembengkakan atau kenaikan berat badan secara cepat
  • Demam, menggigil, sakit badan, gejala flu.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Metformin?

Sebelum mengonsumsi metformin,

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi pada metformin, alergi pada bahan-bahan metformin cair atau tablet, atau pada obat-obatan lain. Tanya pada apoteker atau cek informasi pasien dari produsen obat tersebut untuk daftar bahan-bahannya
  • Beri tahu dokter dan apoteker, obat-obatan apa saja (baik resep maupun nonresep) yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal. Jangan lupa sebutkan obat-obatan berikut jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat-obat ini: acetazolamide(Diamox); amiloride (Midamor, in Moduretic); angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors seperti benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), lisinopril (Prinivil, Zestril), moexipril (Univasc), perindopril (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), dan trandolapril (Mavik); beta-blockers seperti atenolol (Tenormin), labetalol (Normodyne), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), nadolol (Corgard), dan propranolol (Inderal); calcium channel blockers seperti amlodipine (Norvasc), diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac, others), felodipine (Plendil), isradipine (DynaCirc), nicardipine (Cardene), nifedipine (Adalat, Procardia), nimodipine (Nimotop), nisoldipine (Sular), and verapamil (Calan, Isoptin, Verelan); cimetidine (Tagamet); digoxin (Lanoxin); diuretics (‘water pills’); furosemide (Lasix); terapi penggantian hormon; insulin dan obat lain untuk diabetes; isoniazid; obat-obatan untuk asma dan flu; obat-obatan untuk mual dan penyakit mental; obat-obatan untuk penyakit tiroid; morphine (MS Contin, others); niacin; alat KB oral (‘birth control pills’); steroid oral seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), and prednisone (Deltasone); phenytoin (Dilantin, Phenytek); procainamide (Procanbid); quinidine; quinine; ranitidine (Zantac); topiramate (Topamax); triamterene (Dyazide, Maxzide, others); trimethoprim (Primsol); vancomycin (Vancocin); or zonisamide (Zonegran). Dokter mungkin harus mengganti dosis pengobatan Anda atau memonitor efek samping dengan lebih hati-hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah mengidap penyakit tertentu
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, sedang berusaha hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda mengonsumsi metformin dan kemudian hamil, hubungi dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda makan lebih sedikit atau berolahraga lebih sering dari biasanya. Ini dapat memengaruhi gula darah Anda. Dokter akan memberi anjuran lebih lanjut jika ini terjadi.

Apakah Metformin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan metformin pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko menurut beberapa penlitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A=Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Metformin?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi, terutama:

  • Furosemide (Lasix)
  • Nifedipine (Adalat, Procardia)
  • Cimetidine (Tagamet) or ranitidine (Zantac)
  • Amiloride (Midamor) or triamterene (Dyrenium)
  • Digoxin (Lanoxin)
  • Morphine (MS Contin, Kadian, Oramorph)
  • Procainamide (Procan, Pronestyl, Procanbid)
  • Quinidine (Quin-G) or quinine (Qualaquin)
  • Trimethoprim (Proloprim, Primsol, Bactrim, Cotrim, Septra); or
  • Vancomycin (Vancocin, Lyphocin)

Anda akan berisiko lebih tinggi untuk menderita hyperglycemia (gula darah tinggi) jika Anda mengonsumsi metformin dengan obat lain yang meningkatkan gula darah, seperti:

  • Isoniazid
  • Diuretics (obat yang merangsang buang air kecil)
  • Steroids (prednisone, dll)
  • Obat-obatan untuk jantung dan tekanan darah (Cartia, Cardizem, Covera, Isoptin, Verelan, and others)
  • Niacin (Advicor, Niaspan, Niacor, Simcor, Slo-Niacin, dll)
  • Phenothiazines (Compazine, dll)
  • Thyroid medicine (Synthroid, dll)
  • Pil KB dan pil hormon lain
  • Obat untuk kejang (Dilantin, dll);
  • Pil diet atau obat-obatan untuk asma, flu, dan alergi.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Metformin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Metformin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda idap mungkin memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan, atau
  • Kelenjar adrenal yang kurang aktif, atau
  • Kelenjar pituitari yang kurang aktif, atau
  • Kekurangan nutrisi, atau
  • Kondisi fisik yang melemah, atau
  • Kondisi lain yang menyebabkan gula darah rendah — Pasien dengan kondisi ini mungkin akan mengalami gula darah rendah saat mengonsumsi metformin
  • Anemia (rendahnya level sel darah merah) atau
  • Kekurangan Vitamin B12 — Gunakan dengan hati-hati karena dapat memperburuk kondisi.
  • Gagal jantung kongestif, akut maupun tidak stabil. Atau
  • Dehidrasi, atau
  • Serangan jantung akut, atau
  • Hypoxemia (berkurangnya oksigen dalam darah), atau
  • Penyakit ginjal, atau
  • Penyakit hati, atau
  • Sepsis (keracunan darah), atau
  • Shock (tekanan darah rendah, sirkulasi darah rendah)—Kondisi yang jarang terjadi, bernama lactic acidosis, bisa terjadi. Bicarakan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai hal ini.
  • Diabetic ketoacidosis (ketones dalam darah), atau
  • Penyakit ginjal parah, atau
  • Metabolic acidosis (kelebihan asam dalam darah), atau
  • Diabetes Tipe 1—Pasien dengan kondisi ini tak boleh mengonsumsi obat ini
  • Demam, atau
  • Infeksi, atau
  • Operasi, atau
  • Trauma—Kondisi ini dapat menyebabkan masalah sementara pada kontrol gula darah dan dokter Anda mungkin akan menanganinya dengan insulin.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis bisa berupa tanda-tanda hypoglycemia dan gejala-gejala berikut:

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Merasa lemah
  • Ketidaknyamanan
  • Muntah
  • Mual
  • Sakit perut
  • Penurunan napsu makan
  • Napas yang dalam dan terengah-engah
  • Napas pendek
  • Pusing
  • Kepala terasa ringan
  • Detak jantung lebih lambat atau lebih cepat dari biasanya
  • Kulit merona merah
  • Nyeri otot
  • Merasa dingin

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 14, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 14, 2017