Iodine obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Iodine Merek: Iodine, iodine adalah, Iodine dan Iodine.

  

 

Penggunaan

Untuk apa iodine digunakan?

Iodine adalah zat kimia yang dibutuhkan oleh tubuh, namun tubuh sendiri tidak dapat memproduksinya. Dalam kata lain, tubuh harus mendapatkan zat ini dari sumber lain. Sumber lain yang dapat membantu tubuh meningkatkan asupannya adalah makanan.

Pasalnya, kelenjar tiroid di dalam tubuh membutuhkan zat ini untuk memproduksi hormon. Sehingga, jika kelenjar tiroid kekurangan asupan iodine, sistem di dalam tubuh akan memaksa kelenjar tiroid untuk bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid dan mengakibatkan leher bengkak.

Obat ini digunakan dengan cara diminum. Namun, zat ini juga ada yang tersedia dalam bentuk obat oles. Fungsi utama Iodine adalah untuk mencegah tubuh kekurangan iodine dan kondisi yang disebabkan karena kekurangan iodine tersebut, termasuk gondok dan gangguan tiroid lainnya. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi payudara yang memiliki benjolan dan rasa sakit di payudara.

Selain itu, zat ini juga tersedia dalam bentuk obat oles untuk digunakan pada kulit yang mengalami peradangan dan untuk membunuh kuman yang menempel di kulit. Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah rasa nyeri di bagian dalam mulut atau saluran pencernaan, mengatasi diabetes dan masalah kesehatan seperti timbulnya bisul.

Obat ini  juga bisa digunakan pada mata untuk mengurangi pembengkakan, khususnya pada bayi dan mencegah kebutaan pada pasien yang memiliki bisul pada kornea. Obat ini termasuk ke dalam obat resep, sehingga Anda tidak bisa mendapatkannya di apotek jika tanpa resep dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan iodine?

Berikut adalah cara penggunaan iodine yang harus Anda perhatikan, di antaranya adalah:

  • Gunakan obat ini melalui mulut sesuai yang diinstruksikan. Ikuti arahan yang ada di bungkus produk ini. Jika Anda tidak mengerti informasi yang diberikan, konsultasikan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Jika Anda menggunakan obat ini dalam sediaan oles, maka Anda bisa menggunakannya dengan cara mengoleskan ⅛ inci hingga ¼ inci ketebalannya untuk mensterilkan kassa yang nanti akan digunakan untuk membersihkan luka.
  • Anda juga harus mengganti kassa jika warna gel sudah berubah dari cokelat menjadi kuning (biasanya Anda harus mengganti sebanyak tiga kali dalam seminggu). Bersihkan dengan air steril, saline, atau pembersih luka.

Bagaimana cara penyimpanan iodine?

Sama halnya dengan berbagai obat-obatan lain, iodine juga memiliki aturan penyimpanan. Berikut adalah tata cara penyimpanan iodine, di antaranya adalah:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.
  • Jangan disimpan di dalam kamar mandi.
  • Jangan dibekukan di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Sementara itu, jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini, atau jika obat sudah kedaluwarsa, segera buang obat ini dengan tata cara pembuangan yang sesuai. Misalnya, saat membuang obat, jangan mencampurkan obat ini sampah rumah tangga lainnya.

Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti di toilet. Jika Anda tidak tahu cara membuang sampah yang tepat, tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang sampah yang aman untuk lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan bukan pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat ini.

Bagaimana dosis iodine bagi orang dewasa?

Dosis dewasa untuk kekurangan iodine

  • Saat kekurangan zat ini, biasanya pasien akan disarankan untuk menggunakan garam yang mengandung 20-40 mg iodine perkilo. Jika Anda mengonsumsi garam lebih sedikit dari 10 gram setiap harinya, maka jumlah iodine di dalam garam harus lebih banyak.

Dosis dewasa untuk darurat radiasi

  • Kalium iodida sebaiknya digunakan tepat sebelum atau sesudah terkena radiasi. Karena radiasi dapat membahayakan kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, dosis kalium iodida yang digunakan harus ditakar berdasarkan besaran radiasi yang diterima dan usia pasien.
    • Untuk remaja usia 12-18 tahun: 65 mg atau 120 mg pada remaja yang sudah mendekati usia dewasa.
    • Untuk ibu hamil dan menyusui: 120 mg
    • Untuk orang dewasa usia 18-40 tahun dengan radiasi di atas 10 centigrey (cGy) atau lebih: 130 mg
    • Untuk orang dewasa usia 40 tahun dengan radiasi 500 cGy atau lebih: 130 mg

Dosis dewasa untuk gangguan tiroid

  • Dosis untuk krisis tiroid: 5 tetes kalium iodine cair yang diberikan setiap 6 jam sekali.
  • Dosis untuk ukuran nodul tiroid yang mengecil: 150-200 microgram (mcg) garam yang digunakan setiap hari setelah menjalani operasi tumor jinak di tiroid, dan 50-100 mcg setiap hari sesuai kebutuhan. Obat ini digunakan selama 12 bulan.

Dosis dewasa untuk tumor jinak di payudara

  • molekul 70-90 microgram/kilogram dan digunakan selama 4-18 bulan.

Dosis dewasa sakit payudara

  • 3000-6000 microgram (mcg) digunakan setiap hari selama 5 bulan.

Topikal/Kulit

Dosis dewasa untuk borok di area kaki

  • Gunakan cadexomer iodine untuk mengatasi kondisi ini selama 4-6 minggu.
  • Anda juga bisa menggunakan povidone-iodine yang berbentuk cairan, atau yang berbentuk salep.

Dosis dewasa untuk bisul di kaki karena diabetes

  • 0.9% salep topikal iodine dan digunakan selama 12 minggu.

Dosis dewasa untuk oral mukositis

  • 100 mL obat kumur yang mengandung cairan povidone-iodine yang digunakan selama tiga menit, sebanyak empat kali sehari, mulai dari sebelum radioterapi hingga radiasi selesai.

Dosis dewasa untuk peradangan gusi

  • Obat kumur dengan 0.1-10% povidone-iodine yang digunakan untuk membersihkan gigi.

Dosis  dewasa untuk operasi

  • Obat semprot yang digunakan sebelum dan sesudah menutup luka. Selain itu, cairan obat yang mengandung 0.35%-10%  telah digunakan 1-3 menit sebelum atau sesudah luka ditutup.

Dosis dewasa untuk pembengkakan di endometrium

  • Cairan pembersih vagina yang digunakan tepat sebelum operasi caesar. Cairan ini mengandung 1-10%.

Bagaimana dosis iodine untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk defisiensi iodine

  • Saat kekurangan zat ini, biasanya pasien akan disarankan untuk menggunakan garam yang mengandung 20-40 mg iodine perkilo. Jika Anda mengonsumsi garam lebih sedikit dari 10 gram setiap harinya, maka jumlah zat ini di dalam garam harus lebih banyak.

Dosis anak-anak untuk konjungtivitis

  • Obat tetes mata yang mengandung 2.5% iodine yang diberikan saat baru lahir.

Dalam dosis apa iodine tersedia?

Oral: Kalium iodida: 100 mg/mL dan iodine 50 mg/mL

Kulit: Kalium iodida: 100 mg/mL dan iodine 50 mg/mL

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena iodine?

Sama halnya dengan obat-obatan lainnya, obat ini juga dapat menimbulkan gejala efek samping penggunaan. Efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan iodine adalah sebagai berikut.

  • Oral/Kulit:  Reaksi hipersensitivitas (urtikaria, angioedema, radang kulit, purpura, demam, arthralgia, limfadenopati, eosinofilia)
  • Gondok
  • hipotiroidisme dan hipertiroidisme
  • Untuk penggunaan jangka panjang: menyebabkan rasa logam dalam mulut, air liur meningkat, pembengkakan dan radang tenggorokan, mata bengkak dan iritasi, edema paru, mual, muntah, diare.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu yang tidak tercantum di dalam daftar tersebut, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan iodine?

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan iodine, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui terlebih dahulu, di antaranya adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap zat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi lain, termasuk terhadap obat-obatan lain, makanan, zat pewarna, zat pengawet, hingga hewan.
  • Beri tahu dokter segala jenis obat yang Anda gunakan, mulai dari obat resep, obat nonresep, multivitamin, dan suplemen makan.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit bronkitis akut, misalnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •     A= Tidak berisiko,
  •     B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •     C=Mungkin berisiko,
  •     D=Ada bukti positif dari risiko,
  •     X=Kontraindikasi,
  •     N=Tidak diketahui

Penelitian pada wanita menunjukkan bahwa obat ini tidak terlalu berisiko bagi bayi jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan iodine?

Interaksi antar obat mungkin terjadi jika iodine dapat digunakan bersamaan dengan obat lain di waktu yang bersamaan. Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat.

Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Berikut adalah obat-obatan lain yang mungkin berinteraksi dengan iodine, di antaranya adalah:

  • Acenocoumarol
  • Anisindione
  • Dicumarol
  • Phenindione
  • Phenprocoumon
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan iodine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Dalam hal ini, ada makanan yang tidak sebaiknya digunakan bersamaan dengan iodine, yaitu cruciferous seperti brokoli, kembang kol, sawi dan sayuran sejenis. Pasalnya, jika dimakan bersamaan, sayuran ini dapat mengganggu cara tiroid menyerap zat ini.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan iodine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Bronkitis
  • Kondisi paru-paru lainnya. Penggunaan iodine yang kuat dapat memperparah kondisi ini.
  • Hyperkalemia (Terlalu banyak kalium dalam darah)
  • Penyakit ginjal. Penggunaan iodine yang kuat dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan membuat risiko efek samping meningkat.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 13, 2019

Yang juga perlu Anda baca