Apa itu Estradiol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Estradiol Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa obat Estradiol?

Estradiol adalah obat hormon wanita yang digunakan untuk membantu mengurangi gejala menopause (seperti rasa panas, vagina kering). Gejala ini disebabkan oleh tubuh yang lebih sedikit menghasilkan estrogen.

Jika Anda sedang menggunakan obat ini untuk mengobati gejala hanya di dalam dan sekitar vagina, produk yang langsung digunakan di dalam vagina harus dipertimbangkan sebelum obat yang diminum, diserap melalui kulit, atau disuntik.

Produk estrogen tertentu mungkin juga digunakan oleh wanita setelah menopause untuk mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis). Namun, ada obat lain (macam raloxifene, bisphosphonates termasuk alendronate) yang juga efektif untuk mencegah kerapuhan tulang dan mungkin lebih aman. Obat ini harus dipertimbangkan dalam penggunaan sebelum pengobatan estrogen.

Produk estrogen tertentu mungkin juga tertentu oleh pria dan wanita untuk mengobati kanker (jenis kanker prostat, kanker payudara tertentu yang telah menyebar ke bagian tubuh lain), dan oleh wanita yang tidak mampu menghasilkan cukup estrogen (contohnya, karena hypogonadism, kegagalan ovarium primer).

Bagaimana aturan pakai Estradiol?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai arahan dokter. Anda boleh minum dengan makanan atau tepat setelah makan untuk mencegah gangguan perut.

Jika Anda sedang minum tablet yang larut secara perlahan (extended-release tablet), jangan menghancurkan, mengunyah, atau melarutkan tablet karena melakukan hal tersebut dapat melepaskan semua obat secara bersamaan, meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan membelah tablet larut secara perlahan, kecuali tablet tersebut memiliki garis pembagi yang jelas atau dokter atau apoteker tidak menyuruh Anda melakukannya. Telan atau belah tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah.

Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Minumlah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari sesuai petunjuk. Ikuti jadwal dosis dengan hati-hati. Jangan meningkatkan dosis atau minum obat lebih sering atau dalam waktu yang lebih lama dari yang diarahkan. Beri tahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan Estradiol?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Estradiol untuk orang dewasa?

Estradiol oral

  • Kanker prostat: untuk kanker yang tergantung pada androgen, tidak dapat dioperasi dan progresif: 10 mg, 3 kali sehari selama setidaknya 3 bulan.
  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: 1-2 mg/hari yang disesuaikan seperlunya pemberian bisa bersiklus (3 minggu minum, 1 minggu berhenti) atau berlanjut. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan rahim.
  • Pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause: 0,5 mg/hari dalam aturan siklis (23 hari minum dan 5 hari berhenti).
  • Hypogonadism: 1-2 mg/hari dalam aturan siklis selama 3 minggu minum, diikuti oleh 1 minggu bebas obat.

Estradiol intramuscular

  • Kanker prostat: Sebagai valerate: ≥30 mg setiap 1-2 minggu
  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: sebagai cypionate: 1-5 mg setiap 3-4 minggu Sebagai valerate: 10-20 mg setiap 4 minggu. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan rahim.
  • Hypogonadism: Sebagai valerate: 10-20 mg setiap 4 minggu. Sebagai cypionate: 1,5-2 mg setiap bulan.

Estradiol transdermal

  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: setiap patch memberikan 0,025 mg/hari: Awalnya, gunakan sekali seminggu, sesuaikan dosis sesuai kebutuhan untuk mengendalikan gejala. Cobalah mengurangi atau menghentikan pengobatan dalam interval 3-6 bulan. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan uterus.
  • Pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause: setiap patch memberikan 14 mcg/hari. Gunakan patch sekali atau dua kali setiap minggu. Sesuaikan dosis dengan mengawasi penanda biokimia dan kepadatan mineral tulang. Pengobatan progestogen 14 hari dibutuhkan pada wanita dengan rahim yang baik sekali setiap 6-12 bulan.

Estradiol vaginal

  • Atrofi vulva dan vagina: masukkan 2-4 g/hari krim vagina ke dalam vagina selama 2 minggu, kemudian kurangi secara perlahan sampai setengah dosis awal selama 2 minggu diikuti oleh dosis aturan 1 g 1-3 kali/minggu
  • Atrofi vagina postmenopause: masukkan cincin vagina yang mengandung 2 mg estradiol dan biarkan selama 90 hari.
  • Gejala urogenital: masukkan cincin vagina yang mengandung 2 mg estradiol dan biarkan selama 90 hari.
  • Atrophic vaginitis: Awal: Masukkan 1 tablet (20 mcg) sekali sehari selama 2 minggu. Masukkan 1 tablet dua kali seminggu. Cobalah menghentikan atau mengurangi obat dalam interval 3-6 bulan.

Bagaimana dosis Estradiol untuk anak?

Dosis untuk anak-anak belum ditentukan. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apakah Estradiol tersedia?

Tablet, oral: 0,5 mg, 1 mg, 2 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Estradiol?

Dapatkan pertolongan medis darurat jika Anda memiliki tanda reaksi alergi ini: gatal-gatal sulit bernapas pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan estradiol dan hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping seperti:

  • Pendarahan vagina yang tidak wajar (terutama jika Anda sudah menopause)
  • Dada nyeri atau terasa berat, nyeri menyebar sampai lengan atau bahu, mual, berkeringat, umumnya merasa tidak enak badan
  • Mendadak mati rasa atau lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh
  • Mendadak sakit kepala parah, kebingungan, bermasalah pada penglihatan, kemampuan berbicara, atau keseimbangan
  • Dada sakit seperti tertusuk, mendadak batuk, mendesah, pernapasan sangat cepat, detak jantung cepat
  • Nyeri, bengkak, rasa hangat, atau merah pada salah satu atau kedua kaki
  • Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, lebih cepat haus, lemah otot, kebingungan, dan merasa lelah atau gelisah
  • Benjolan pada payudara
  • Merasa hendak pingsan
  • Nyeri, bengkak, atau lunak pada perut atau
  • Sakit kuning (kulit atau mata kuning).

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Mual ringan, muntah, kembung, kram perut
  • Payudara nyeri, lunak, atau bengkak
  • Kulit wajah berbintik atau menggelap
  • Rambut rontok
  • Vagina gatal atau mengeluarkan cairan atau
  • Perubahan dalam periode menstruasi, pendarahan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Estradiol?

Sebelum menggunakan estradiol, beritahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi terhadap jenis estrogen oral apapun, produk estrogen lainnya, obat-obatan lainnya, atau bahan apapun dalam tablet estrogen. Bila Anda akan menggunakan Estradiol, beritahu dokter dan apoteker bahwa Anda alergi aspirin atau tartrazine (bahan pewarna makanan). Tanyakan apoteker atau periksa informasi pasien pabrik tentang daftar bahan nonaktif dalam merek tablet estrogen yang Anda berencana minum.
  • Obat resep dan tanpa resep, vitamin, dan suplemen nutrisi yang sedang atau akan Anda minum. Pastikan Anda menyebutkan: amiodarone (Cordarone, Pacerone) obat antijamur tertentu aprepitant (Emend) carbamazepine (Carbatrol, Epitol, Tegretol) cimetidine (Tagamet) clarithromycin (Biaxin) cyclosporine (Neoral, Sandimmune) dexamethasone (Decadron, Dexpak) diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac, others) erythromycin (E.E.S, Erythrocin)fluoxetine (Prozac, Sarafem) fluvoxamine (Luvox) griseofulvin (Fulvicin, Grifulvin, Gris-PEG) lovastatin (Altocor, Mevacor) obat HIV/AIDS obat penyakit tiroid nefazodone phenobarbital phenytoin (Dilantin, Phenytek) rifabutin (Mycobutin) rifampin (Rifadin, Rimactane, in Rifamate) sertraline (Zoloft) troleandomycin (TAO) verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) dan zafirlukast (Accolate). Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau mengawasi Anda dengan seksama untuk efek samping.
  • Produk herbal yang sedang Anda gunakan, terutama St. John’s wort.
  • Jika Anda pernah mengalami sakit kuning selama hamil atau selama pengobatan dengan produk estrogen, endometriosis (kondisi dimana jenis jaringan yang melapisi rahim tumbuh di area tubuh lainnya), fibroid uterus (pertumbuhan di dalam rahim yang bukan kanker), asma, sakit kepala migrain, kejang-kejang, porphyria (kondisi dimana zat-zat abnormal menumpuk di dalam darah dan menyebabkan gangguan pada kulit atau sistem saraf), kadar kalsium yang sangat tinggi atau sangat rendah dalam darah, atau penyakit tiroid, hati, ginjal, kantong kemih, atau pankreas.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan estrogen, hubungi dokter sesegera mungkin.
  • Bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaat menggunakan estrogen bila Anda berumur 65 tahun atau lebih. Wanita yang lebih tua biasanya tidak boleh minum estrogen jika mereka tidak sedang minum hormon lainnya. Estrogen oral yang diminum tanpa hormon lainnya tidak seaman atau seefektif obat lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati kondisi yang sama.
  • Jika Anda sedang minum estrogen untuk mencegah osteoporosis, bicarakan dengan dokter tentang cara lain untuk mencegah penyakit seperti berolahraga dan minum suplemen vitamin D dan/atau kalsium.

Apakah Estradiol aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Studi pada hewan atau wanita hamil telah menunjukkan bukti kelainan janin akibat penggunaan estradiol saat hamil. Estradiol tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang atau mungkin hamil karena risikonya melampaui manfaat apapun.

Studi menunjukkan bahwa obat ini mungkin mengubah produksi atau komposisi ASI. Bila alternatif obat ini tidak diresepkan, Anda harus mengawasi bayi untuk efek samping dan membatasi asupan susu.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Estradiol?

Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang Anda minum, terutama:

  • Obat pengencer darah macam warfarin (Coumadin)
  • Cimetidine (Tagamet)
  • Carbamazepine (Carbatrol, Tegretol)
  • Phenobarbital (Luminal, Solfoton)
  • Phenytoin (Dilantin)
  • Rifampin (Rifadin, Rifater, Rifamate, Rimactane) atau
  • Ritonavir (Norvir)
  • St. John’s wort
  • Antibiotik macam clarithromycin (Biaxin) atau erythromycin (E-Mycin, E.E.S., Erythrocin, Ery-Tab) atau
  • Obat antijamur macam ketoconazole (Extina, Ketozole, Nizoral, Xolegal).

Daftar ini tidak lengkap dan obat-obatan lainnya mungkin berinteraksi dengan estradiol. Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lainnya yang Anda gunakan, yang meliputi obat resep, obat tanpa resep, vitamin, dan produk herbal. Jangan mulai minum obat baru tanpa memberitahu dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Estradiol?

Obat-obatan ini tidak bisa digunakan pada saat mengonsumsi kafein karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Interaksi berikut telah dipilih berdasarkan potensi signifikan dan tidak harus inklusif. Menggunakan obat ini dengan bahan di bawah ini mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu tapi mungkin tidak terhindari dalam beberapa kasus. Bila digunakan bersamaan, dokter mungkin mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan obat ini, atau memberikan Anda instruksi khusus tentang penggunaan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Estradiol?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Pendarahan vagina abnormal atau tidak wajar atau
  • Penggumpalan darah (contoh: deep vein thrombosis, pulmonary embolism), aktif atau riwayat atau
  • Kanker payudara, diketahui atau dicurigai, atau riwayat atau
  • Serangan jantung, aktif atau baru-baru ini (dalam 12 bulan terakhir) atau
  • Penyakit hati atau
  • Kekurangan protein C atau protein S, atau kelainan penggumpalan darah lainnya atau
  • Stroke, aktif atau baru-baru ini (dalam 12 bulan terakhir) atau
  • Operasi dengan masa tidak aktif dalam periode yang lama atau
  • Tumor (tergantung estrogen), diketahui atau dicurigai—Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Asma atau
  • Kanker, riwayat atau
  • Diabetes atau
  • Edema (penumpukan cairan atau pembengkakan tubuh) atau
  • Endometriosis atau
  • Epilepsi (kejang-kejang) atau
  • Penyakit kantong kemih atau
  • Penyakit jantung atau
  • Angioedema bawaan (pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan) atau
  • Hypercalcemia (kelebihan kalsium dalam darah) atau
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) atau
  • Hypertriglyceridemia (kadar triglycerides atau lemak yang tinggi dalam darah) atau
  • Hypocalcemia (kekurangan kalsium dalam darah), parah atau
  • Hypothyroidism (tiroid yang kurang aktif) atau
  • Sakit kuning selama hamil atau dari terapi hormon di masa lalu atau
  • Tumor hati atau
  • Sakit kepala migrain atau
  • Porphyria (gangguan enzim) atau
  • Systemic lupus erythematosus (SLE)—Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi ini semakin memburuk

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Gangguan perut
  • Muntah
  • Pendarahan vagina

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 15, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca