Nama Generik: Atorvastatin Merek: atorvastatin dan Atorvastatin.

Penggunaan

Apa fungsi atorvastatin?

Atorvastatin adalah obat untuk menurunkan kolesterol dan lemak “jahat” (seperti LDL, triglyceride) serta meningkatkan kolesterol “baik” (HDL) di dalam darah. Obat ini termasuk dalam kelas obat bernama statin. Atorvastatin bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati.

Selain memiliki pola makan yang sehat (misalnya diet rendah kolesterol/rendah lemak), perubahan gaya hidup lainnya  mungkin dapat  membantu obat ini bekerja dengan lebih baik. Contohnya berolahraga, menurunkan berat badan jika sudah kelebihan berat badan, dan berhenti merokok. Konsultasi dengan dokter untuk detail lebih lanjut.

Atorvastatin adalah obat resep yang bisa Anda beli di Apotek. Jangan menggunakan obat ini di luar resep dokter untuk menghindari kondisi kesehatan yang semakin buruk.

Bagaimana cara penggunaan Atorvastatin?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat ini, di antaranya:

  • Minum dosis obat ini sesuai dengan yang disarankan oleh dokter. Umumnya, obat ini hanya diminum sekali dalam sehari.
  • Minum obat ini dengan atau tanpa makan terlebih dahulu. Anda bisa melakukan keduanya.
  • Minum obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar mendapatkan manfaatnya secara maksimal.
  • Sebelum mengonsumsi atorvastatin, jangan membelahnya menjadi beberapa bagian.
  • Gunakan dosis yang sesuai dengan kondisi medis, respon terhadap pengobatan, umur, dan obat-obatan lainnya yang mungkin sedang Anda minum. Pastikan Anda memberitahu dokter dan apoteker tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat tanpa resep, dan produk herbal).
  • Lanjutkan penggunaan obat ini sekalipun Anda telah merasa sehat. Sebab, kebanyakan orang dengan kolesterol atau triglyceride tinggi tidak merasa sakit.
  • Ikuti terus anjuran dokter tentang diet dan olahraga sembari menggunakan obat ini.  
  • Mungkin membutuhkan waktu sampai 4 minggu sebelum Anda mendapatkan manfaat utuh dari obat ini.

Bagaimana cara penyimpanan Atorvastatin?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan jangan pula membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda pula. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau jika Anda ragu, tanyakan kepada apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

 

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Atorvastatin untuk orang dewasa?

  • Dosis biasa orang dewasa untuk mencegah penyakit kardiovaskular: 10-80 mg oral sekali sehari.
  • Dosis biasa orang dewasa untuk hyperlipidemia: 10, 20 atau 40 mg oral sekali sehari. Dosis awal 40 mg disarankan bagi pasien yang harus mengurangi kolesterol LDL sebanyak lebih dari 45%.

Bagaimana dosis Atorvastatin untuk anak?

10-17 tahun: 10 mg per hari (dosis maksimal 20 mg per hari). Penyesuaian harus dibuat pada interval 4 minggu atau lebih.

Dalam dosis dan sediaan apakah Atorvastatin tersedia?

Tablet, oral: 10 mg, 20 mg, 40 mg, 80 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Atorvastatin?

Dapatkan pertolongan medis secepatnya apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal sulit bernapas bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan atorvastatin dan hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping serius berikut:

  • Otot nyeri, melunak, atau lemah tanpa sebab
  • Kebingungan, gangguan ingatan
  • Demam, rasa lelah yang tidak biasa, dan urin berwarna gelap
  • Bengkak, berat badan bertambah, urine lebih sedikit atau sama sekali tidak buang air kecil
  • Lebih cepat haus, lebih sering buang air kecil, semakin cepat lapar, mulut kering, mulut berbau seperti buah-buahan, mengantuk, kulit kering, penglihatan buram, berat badan menurun
  • Mual, sakit perut atas, gatal-gatal, nafsu makan hilang, urin berwarna gelap, kotoran berwarna seperti tanah liat, sakit kuning.

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Nyeri otot ringan
  • Diare
  • Mual ringan.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Atorvastatin?

  • Tanyakan dokter tentang konsumsi alkohol yang aman saat sedang minum atorvastatin. Alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Hindari makan buah jeruk bali atau minum jus jeruk bali saat sedang minum obat ini kalau dokter tidak menyarankan Anda sebaliknya. Buah jeruk mampu meningkatkan jumlah obat ini di dalam aliran darah. Konsultasikan kepada dokter atau apoteker untuk detail lebih lanjut.
  • Jika Anda juga minum obat-obatan lain untuk menurunkan kolesterol (resin pengikat asam empedu seperti cholestyramine atau colestipol), minumlah atorvastatin setidaknya satu jam sebelum atau setidaknya empat jam setelah minum obat ini. Produk ini dapat bereaksi dengan atorvastatin, sehingga dapat mencegah penyerapan  obat secara utuh oleh tubuh.

Anda tidak disarankan menggunakan atorvastatin jika Anda memiliki alergi terhadap obat tersebut atau jika Anda memiliki:

  • gangguan hati
  • sedang hamil atau menyusui

Apa yang harus diberi tahukan kepada dokter sebelum menggunakan atorvastatin?

Sebelum menggunakan obat ini, pastikan dokter Anda tahu, bahwa Anda memiliki kondisi kesehatan di bawah ini:

  • gangguan hati
  • lemah otot
  • penyakit ginjal
  • diabetes
  • gangguan tiroid
  • kecanduan alkohol

Selain itu, jangan lupa beri tahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi atorvastatin, obat-obatan lain, atau bahan apapun di dalam tablet atorvastatin. Tanyakan apoteker tentang daftar bahan yang terdapat di dalam obat jika tidak terdapat penjelasan pada kemasan obat.
  • Jika Anda mengonsumsi obat-obatan lain. Baik obat resep dan tanpa resep, vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal yang sedang atau akan Anda minum. Dokter mungkin harus mengubah dosis obat atau mengawasi Anda dengan lebih cermat untuk efek samping. Obat-obatan lain mungkin juga berinteraksi dengan atorvastatin. 
  • Jika Anda menderita penyakit hati. Dokter akan melakukan tes laboratorium untuk melihat kerja hati walaupun Anda tidak berpikir Anda terkena penyakit hati. Dokter mungkin akan melarang Anda minum atorvastatin jika Anda sedang atau pernah mengidap penyakit hati atau tes menunjukkan Anda mungkin mengembangkan penyakit hati.
  • Jika Anda minum lebih dari 2 minuman beralkohol setiap hari, Anda berumur 65 tahun atau lebih, pernah terkena penyakit hati, dan Anda sedang atau pernah mengalami nyeri atau lemah otot diabetes, kejang-kejang, tekanan darah rendah, atau penyakit tiroid atau ginjal.
  • Jika Anda hamil atau berencana hamil. Anda tidak boleh hamil saat sedang minum atorvastatin. Bicarakan dengan dokter tentang metode kontrol kelahiran yang bisa Anda gunakan selama pengobatan. Jika Anda hamil saat sedang minum atorvastatin, hentikan penggunaan atorvastatin dan hubungi dokter segera. Atorvastatin mungkin membahayakan janin.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, hubungi dokter umum atau dokter gigi bahwa Anda sedang minum atorvastatin. Bila Anda dirawat di rumah sakit karena luka atau infeksi parah, beritahu dokter yang merawat Anda bahwa Anda sedang minum atorvastatin.
  • Jangan menyusui selagi Anda minum obat ini.

Apakah Atorvastatin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Atorvastatin dapat membahayakn janin Anda atau dapat menyebabkan kecacatan pada bayi saat lahir jika Anda mengonsumsi obat ini saat hamil. Bahkan, Anda mungkin dapat mengalami keguguran jika tetap mengonsumsi obat ini saat hamil.

Hal ini disebabkan kondisi tubuh dan kesehatan ibu hamil lebih rentan terganggu. Terlebih lagi, tidak ada yang dapat membuktikan bahwa konsumsi atorvastatin dapat mengurangi produksi lemak jahat pada ibu hamil.

Jadi, hindari menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Beri tahu dokter Anda jika Anda berencana hamil atau sedang hamil saat dokter menyarankan Anda mengonsumsi obat ini.

Jika Anda harus menggunakan obat ini, gunakan pil kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan hingga Anda benar-benar tidak menggunakan obat ini lagi. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •     A= Tidak berisiko
  •     B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •     C= Mungkin berisiko
  •     D= Ada bukti positif dari risiko
  •     X= Kontraindikasi
  •     N= Tidak diketahui

Jika pada ibu menyusui, atorvastatin dapat keluar melalui ASI, sehingga dapat terminum oleh bayi yang sedang menyusu. Oleh sebab itu, jangan mengonsumsi obat ini jika Anda sedang menyusui, atau jika Anda benar-benar harus mengonsumsi obat ini, berhentilah menyusui untuk sementara hingga Anda berhenti menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan Atorvastatin?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Artikel ini tidak berisikan semua kemungkinan interaksi obat-obatan. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) serta beritahu dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Terdapat 411 jenis obat yang dapat berinteraksi dengan obat ini, di antaranya:

  • itraconazole (Sporanox)
  • ketoconazole (Nizoral)
  • boceprevir (Victrelis)
  • cimetidine (Tagamet)
  • clarithromycin (Biaxin)
  • cobicistat (Stribild)
  • colchicine (Colcrys)
  • digoxin (Lanoxin)
  • efavirenz (Sustiva, dalam Atripla)
  • kontrasepsi oral (pil kontrol kelahiran)
  • obat penurun kolesterol lainnya seperti fenofibrate (Tricor)
  • gemfibrozil (Lopid)
  • niacin (asam nikotin, Niacor, Niaspan)
  • penghambat protease HIV tertentu macam darunavir (Prezista)
  • fosamprenavir (Lexiva)
  • lopinavir (dalam Kaletra)
  • nelfinavir (Viracept)
  • ritonavir (Norvir, dalam Kaletra)
  • saquinavir (Invirase)
  • tipranavir (Aptivus)
  • obat penekan sistem imun macam cyclosporine (Neoral, Sandimmune)
  • rifampin (Rifadin, Rimactane)
  • spironolactone (Aldactone)
  • telaprevir (Incivek)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Atorvastatin?

Obat ini tidak bisa digunakan bersamaan dengan konsumsi jus jeruk bali karena interaksi obat dapat terjadi. Jika terjadi interaksi, dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat seperti kerusakan hati atau kondisi yang serius namun jarang terjadi seperti rhabdomyolysis, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan kerangka otot. 

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Atorvastatin?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Penyalahgunaan alkohol, atau riwayat 
  • Diabetes 
  • Hypothyroidism (tiroid tidak aktif) 
  • Riwayat penyakit hati. Gunakan dengan hati-hati karena mungkin memperparah efek samping.
  • Kejang-kejang, tidak terkendali dengan baik 
  • Kelainan elektrolit, parah 
  • Kelainan endokrin, parah
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Penyakit ginjal, parah 
  • Kelainan metabolisme, parah 
  • Sepsis (infeksi parah). Pasien dengan kondisi ini mungkin berisiko mengembangkan gangguan otot dan ginjal.
  • Penyakit hati, aktif 
  • Enzim hati menjadi semakin parah. Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Stroke 
  • Transient ischemic attack (TIA), baru-baru ini. Atorvastatin mungkin meningkatkan risiko stroke pada pasien dengan kondisi ini.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 14, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 14, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan