Nama Generik: Epoetin Alfa Merek: EprexdanHemapo.

Penggunaan

Untuk apa epoetin alfa?

Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati anemia pada pasien dengan penyakit ginjal parah jangka panjang (gagal ginjal kronis), pasien penggunaan AZT untuk mengobati HIV, dan pasien yang melakukan kemoterapi untuk kanker jenis tertentu (kanker non-myeloid). Obat ini juga dapat diberikan pada pasien anemia untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah sebelum operasi tertentu yang memiliki risiko kehilangan banyak darah (biasanya dikombinasikan dengan pengencer darah, warfarin). Obat ini bekerja dengan memberi sinyal bagi sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Obat ini sangat mirip dengan zat alami dalam tubuh Anda, erythropoietin, yang mencegah anemia.

 

Bagaimana cara penggunaan epoetin alfa?

Obat ini diberikan dengan suntikan di bawah kulit atau ke dalam vena dam biasanya diberikan 1 hingga 3 kali seminggu atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Khusus bagi pasien hemodialisis, mereka harus menerima suntikan obat ini ke pembuluh darah.

 

Jangan mengguncang botol obat ini. Sebelum memulai pengobatan, periksalah kemasan produk ini untuk melihat apakah ada partikel atau perubahan warna. Jika Anda menemukan partikel atau melihat perubahan warna produk, jangan gunakan obat ini. Jika Anda menyuntikkan obat ini di bawah kulit, ubahlah area suntikan setiap kali untuk menghindari risiko infeksi area di bawah kulit.

 

Pelajari cara yang aman dan benar untuk menyimpan dan membuang jarum serta persediaan medis secara aman, untuk penjelasannya, Anda bisa konsultasikan pada apoteker Anda.

 

Dosis didasarkan pada kondisi medis, berat badan, dan respon Anda terhadap pengobatan. Tes darah harus dilakukan dengan sering untuk memeriksa seberapa baik obat ini bekerja dan untuk menentukan dosis yang tepat untuk Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk info lebih jelasnya.

 

Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering dari yang diarahkan dokter. Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari.
Biasanya diperlukan 2-6 minggu sebelum jumlah sel darah Anda merah meningkat. Beri tahu dokter jika gejala tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan epoetin alfa?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis epoetin alfa untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Zidovudine

Dosis awal: 100 unit / kg subkutan atau Infus 3 kali seminggu.

 

Dosis Dewasa untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Kemoterapi

Dosis awal: 150 unit / kg subkutan 3 kali seminggu atau 40.000 unit subkutan sekali seminggu sampai kemoterapi selesai.

 

Beri obat ini pada pasien kemoterapi kanker hanya jika hemoglobin pasien kurang dari 10 g / dL, dan jika ada setidaknya tambahan kemoterapi selama dua bulan.

 

Gunakan dosis terendah untuk menghindari RBC transfuse.

 

Dosis Dewasa untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Gagal Ginjal Kronis

50 sampai 100 unit / kg subkutan atau infus 3 kali seminggu.

Pemberian obat melalui intravena direkomendasikan untuk pasien hemodialisis.

 

Dosis Dewasa untuk Anemia Setelah Operasi

Pada pasien dengan hemoglobin diatas 10 atau kurang dari atau sama dengan 13 g / dL dijadwalkan untuk menjalani operasi nonvascular elektif, noncardiac, untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah alogenik: 300 unit / kg / hari subkutan selama 10 hari sebelum dan pada hari operasi, juga 4 hari setelah operasi dengan total 14 hari terapi.
Jadwal dosis alternatif: 600 unit / kg subkutan dosis mingguan (21, 14, dan 7 hari sebelum operasi) ditambah dosis keempat pada hari saat operasi.

Bagaimana dosis epoetin alfa untuk anak-anak?

Dosis Anak untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Zidovudine

Bayi dan anak-anak usia 8 bulan sampai 17 tahun: Data yang tersedia tidak terbatas; dosis mulai dari 50 hingga 400 unit / kg diberikan 2 sampai 3 kali / minggu. Jika pasien tidak merasa cukup dengan dosis 300 unit / kg 3 kali seminggu, biasanya mereka tidak akan meminta dosis yang lebih tinggi.

 

Dosis Anak untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Kemoterapi

Bayi dan anak-anak usiaa 6 bulan sampai 18 tahun: Dosis yang telah dilaporkan mulai dari 25 hingga 300 unit / kg 3 sampai 7 kali seminggu.

 

Rekomendasi Produsen: Dosis awal: Melalui intravena hanya: 600 unit / kg mingguan (tidak melebihi 40.000 unit / minggu); bisa ditingkatkan sampai 900 unit / kg mingguan (tidak melebihi 60.000 unit / minggu). Gunakan secara hati-hati dalam mempertimbangkan dosis ini untuk pemberian secara subkutan karena telah terbukti menghasilkan efek samping pada pemberian dosis 30% sampai 50% lebih rendah dari pemberian intravena.

 

Pengurangan dosis sebesar 25% ketika hemoglobin sudah mencapai tingkat yang diperlukan untuk menghindari transfusi atau meningkat lebih besar dari 1 g / dL pada dua minggu. Tingkatkan dosis sebesar 25% jika target belum cukup tercapai dan pertahankan tingkat hemoglobin terendah yang cukup untuk menghindari transfusi sel darah merah.

 

Dosis Anak untuk Anemia yang Berhubungan Dengan Gagal Ginjal Kronis

Dosis awal untuk bayi, anak-anak dan remaja: 50 unit / kg, melalui intravena atau subkutan, 3 kali seminggu. Tingkatkan dosis sebesar 25% jika hemoglobin kurang dari 10 g / dL dan belum meningkat sebesar 1 g / dL setelah 4 minggu terapi atau jika hemoglobin menurun di bawah 10 g / dL. Pada pasien hemodialisis, pemberian melalui intravena dianjurkan.

 

Dosis Anak untuk Anemia

Keamanan dan kemanjuran obat ini pada anak-anak belum ditetapkan. Namun penggunaan obat ini diperbolehkan dalam situasi tertentu.
Anemia karena prematuritas: Dosis: 500-1250 unit / kg / minggu untuk 10 dosis dibagi menjadi 2 sampai 5 dosis; Dosis yang biasa digunakan: 250 unit / kg / dosis 3 kali seminggu; melengkapi dengan terapi zat besi 3-8 mg / kg / hari.

Dalam dosis apakah epoetin alfa tersedia?

Solution, Injeksi: 10.000 unit / mL (2 mL), 20.000 unit / mL (1 mL)

Solution, Injeksi [bebas pengawet]: 2000 unit / mL (1 mL), 3000 unit / mL (1 mL), 4000 unit / mL (1 mL), 10.000 unit / mL (1 mL).

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena epoetin alfa?

Efek samping yang sering terjadi adalah hipertensi, sakit kepala, nyeri sendi, mual, edema, kelelahan dan diare.

 

Cari bantuan medis jika Anda mengalami tanda-tanda dari reaksi alergi seperti gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan wajah Anda, bibir, lidah, atau tenggorokan.

 

Hubungi dokter Anda jika Anda merasa lemah, pusing, dan sesak napas, atau jika kulit Anda terlihat pucat. Ini mungkin tanda-tanda bahwa tubuh Anda telah berhenti merespon obat ini.

Obat ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau masalah sirkulasi yang berbahaya bagi Anda, termasuk serangan jantung atau stroke. Risiko ini akan meningkatkan waktu pemakaian obat ini. Segera cari bantuan medis jika Anda memiliki gejala masalah jantung atau sirkulasi, seperti:

 

  • nyeri dada atau perasaan berat, nyeri yang menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, perasaan sakit di badan
  • merasa sesak napas, bahkan hanya melakukan sesuatu yang ringan
  • bengkak, kenaikan berat badan yang cepat
  • mati rasa tiba-tiba atau merasa lemah, terutama pada satu sisi tubuh
  • tiba-tiba sakit kepala parah, kebingungan, masalah dengan penglihatan, saat berbicara, atau keseimbangan;
  • nyeri, pembengkakan, terasa hangat, atau kemerahan di satu atau kedua kaki.

 

Hentikan penggunaan obat ini jika Anda mengalami tanda-tanda dari efek samping serius berikut:

  • merasa pusing, pingsan
  • demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu, luka di mulut dan tenggorokan
  • kulit pucat, merasa sesak napas, denyut jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi
  • mudah memar, perdarahan yang tidak biasa dari hidung, mulut, vagina, atau dubur, bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit Anda
  • kejang, tidak sadar
  • kalium rendah (kebingungan, denyut jantung tidak teratur, rasa haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, rasa tidak nyaman di kaki, kelemahan otot atau perasaan lemas)
  • tekanan darah tinggi yang berbahaya (sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdengung di telinga Anda, kecemasan, kebingungan, nyeri dada, sesak napas, detak jantung yang tidak rata, kejang).

 

Efek samping yang tidak terlalu serius adalah:

  • gejala pilek seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan
  • nyeri sendi, nyeri tulang
  • nyeri otot, kejang otot
  • pusing, depresi, sakit kepala ringan
  • penurunan berat badan
  • masalah tidur (insomnia)
  • mual, muntah, kesulitan menelan
  • rasa sakit atau nyeri di area tempat obat disuntikkan

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan epoetin alfa?

Sebelum memulai pengobatan, Anda sebaiknya memberi tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap epoetin alfa, salah satu bahan dari obat ini, atau terhadap obat lain.

 

Beri tahu dokter dan apoteker mengenai obat dengan resep atau tanpa resep apa saja yang Anda minum beserta vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda sedang atau ingin minum. Dokter Anda mungkin akan merubah dosis untuk memantau adanya efek samping.

 

Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan jika Anda pernah memiliki aplasia sel darah merah murni (jenis anemia berat yang muncul setelah pengobatan dengan obat ini seperti injeksi darbepoetin alfa atau injeksi epoetin alfa). Dokter Anda mungkin melarang Anda untuk menggunakan obat ini

 

Beri tahu dokter Anda jika Anda sakit atau pernah memiliki riwayat kejang. Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis, beri tahu dokter Anda jika Anda sedang atau pernah menderita kanker.

 

Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, sedang dalam proses hamil, atau saat menyusui. Jangan menyusui saat meminum obat ini. Jika Anda hamil sewaktu meminum obat, hubungi dokter Anda.

Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang menggunakan obat ini.

Apakah epoetin alfa aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

 

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan epoetin alfa?

Meskipun ada obat-obat tertentu yang tidak boleh digunakan bersama-sama dengan obat ini, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin ingin mengubah dosis, atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan epoetin alfa?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan epoetin alfa?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • keracunan aluminium parah
  • perdarahan parah
  • kelainan darah (talasemia, sindrom myelodysplastic)
  • masalah tulang
  • kekurangan Asam folat, zat besi, atau vitamin B12
  • Infeksi, peradangan, atau kanker
  • gangguan metabolisme Porfirin (pigmen sel darah merah)
  • anemia sel sabit (Epoetin) mungkin tidak bekerja dengan benar
  • pernah punya riwayat penyakit darah sulit membeku atau masalah lain dengan darah
  • gagal jantung kongestif
  • serangan jantung, atau riwayat
  • operasi bypass jantung
  • jantung atau pembuluh darah penyakit
  • kejang, atau riwayat
  • stroke, atau riwayat
  • trombosis, atau berisiko. Kemungkinan efek samping dapat timbul.
  • kanker, riwayat. Dapat menyebabkan beberapa tumor muncul kembali.
  • hipertensi, tidak terkendali
  • penyakit sumsum tulang langka. Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi ini.

 

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Hubungi dokter jika Anda melewatkan satu dosis injeksi epoetin alfa. Jangan menggandakan dosis.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016