Cortisone obat apa?

Oleh

Nama Generik: Cortisone Merek: Cortisone Acetate Ikapharmindo, Cortisone Harsen dan Cortisone.

Penggunaan

Untuk apa cortisone?

Cortisone adalah obat untuk mengurangi bengkak dan reaksi alergi. Obat ini termasuk golongan glucocorticoid yang mengandunghormon kortikosteroid. Cortisone bekerja mengurangi respon pertahanan alami tubuh untuk meredakan gejala pembengkakan dan reaksi alergi.

Cortisone adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti artritis, gangguan darah, hormon,sistem imun, reaksi alergi, kondisi-kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, dan kanker-kanker tertentu.

Cara Pakai

Bagaimana cara penggunaan obat Cortisone?

Gunakan obat ini dengan cara diminum dengan susu atau makanan untuk mencegah sakit perut. Minum obat ini dengan segelas air (240 ml) kecuali dokter menganjurkan cara lain. Apabila Anda menggunakan obat ini sekali sehari, gunakan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi. Apabila Anda tidak menggunakan obat ini setiap hari atau memiliki jadwal selain jadwal harian, tandai kalender Anda untuk membantu mengingat

Dosis dan durasi pengobatan bergantung pada kondisi kesehatan dan respon pada pengobatan. Gunakan obat ini secara rutin untuk mendapat hasil yang diinginkan. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan pada waktu yang sama setiap harinya. Penting untuk melanjutkan pengobatan meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Ikuti jadwal dosis dengan baik, dan gunakan obat ini sesuai dengan resep.

Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dokter. Beberapa kondisi dapat memburuk saat obat dihentikan secara tiba-tiba. Dosis mungkin perlu dikurangi secara bertahap. Beri tahu dokter apabila kondisi Anda semakin memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Cortisone?

Cortisone adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis cortisone untuk orang dewasa?

  • Dosis untuk insufisiensi adrenal pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Idiopathic (Immune) Thrombocytopenic Purpura pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Syok pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Hemolytic Anemia pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Erythroblastopenia pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk sindrom Loeffler’s pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.

Bagaimana dosis Cortisone untuk anak-anak?

Cortisone adalah obat yang dapat digunakan untuk anak-anak dengan kisaran dosis 0.5 mg hingga 0.75 mg/kg/hari oral diberikan dalam dosis yang terbagi sama rata tiap 8 jam. Dosis alternatif, 0.25 mg hingga 0.35 mg/kg IM sekali dalam sehari.

Dalam bentuk dosis apakah Cortisone tersedia?

Cortisone adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet 25 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena cortisone?

Cortisone adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping, namun banyak orang tidak mengalami, atau  hanya mengalami efek samping minor. Periksa dengan dokter apabila efek-efek samping umum berikut tidak menghilang atau memburuk: kesulitan tidur; pusing atau merasa kepala ringan; sakit kepala; peningkatan nafsu makan; peningkatan berkeringat; gangguan pencernaan; gelisah.

Segera cari pertolongan medis apabila Anda mengalami efek-efek samping berat berikut: reaksi alergi berat (ruam; kesulitan bernapas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.); feses berwarna hitam; perubahan siklus menstruasi; nyeri dada; nyeri pada mata atau peningkatan tekanan di dalam mata; demam, menggigil atau sakit tenggorokan; nyeri tulang atau sendi; kejang; mual dan muntah yang parah atau tidak menghilang; sakit perut dan kembung; pembengkakan pada kaik; peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak biasa; perubahan pada pengelihatan; muntahan yang terlihat seperti tumbukan kopi.

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan cortisone?

Cortisone adalah obat yang dapat berinteraksi dengan kondisi tertentu. Beberapa kondisi kesehatan dapat berinteraksi dengan cortisone. Beri tahu dokter atau apoteker apabila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, khususnya:

  • apabila Anda hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui
  • apabila Anda menggunakan obat resep atau non resep, herbal, atau suplemen makanan
  • apabila Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau substansi lain
  • apabila Anda terjadwal untuk vaksinasi dengan vaksin virus hidup (contoh, cacar).

Apakah cortisone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Cortisone adalah obat yang keamanannya pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan cortisone?

Cortisone adalah obat yang dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Interaksi obat dapat merubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko Anda untuk terkena efek samping serius. Dokumen ini tidak menyertakan semua interaksi obat yang dapat terjadi. Simpan daftar produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan beri tahu dokter dan apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa sepengetahuan dokter Anda.

Beberapa obat mungkin dapat berinteraksi dengan cortisone. Beri tahu penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda menggunakan obat-obatan lain, khususnya yang berikut:

  • Aprepitant karena efek samping cortisone dapat meningkat
  • Barbiturate (contoh, phenobarbital), carbamazepine, hydantoins (contoh, phenytoin),  atau rifampin karena dapat mengurangi efek cortisone
  • Anti jamur clarithromycin, azole (contoh, ketoconazole), kontrasepsi steroid (contoh, desogestrel), atau troleandomycin karena efek samping seperti kelemahan, kebingungan, nyeri otot, nyeri sendi, atau gula darah rendah dapat muncul
  • Methotrexate atau ritodrine karena aksi obat dan efek samping dapat meningkat Hydantoins (contoh, phenytoin),mifepristone, atau vaksin hidup karena dapat mengurangi efek obat ini
  • Antikoagulan (contoh, warfarin) atau aspirin karena aksi dan efek samping obat-obatan ini dapat meningkat atau berkurang

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan cortisone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan cortisone?

Cortisone adalah obat yang dapat menimbulkan interaksi dengan masalah kesehatan. Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • apabila Anda memiliki riwayat tiroid yang kurang aktif, masalah ginjal atau hati, masalah jantung atau serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, peradangan tenggorokan, masalah perut (contoh, tukak), penyumbatan saluran cernta atau masalah saluran cerna lain (contoh, ulcerative colitis atau gravis) atau masalah mental atau suasana hati (contoh, depresi)
  • apabila Anda memiliki campak, cacar, infeksi herpes pada mata, atau infeksi bakteri, jamur parasite, atau virus lain
  • apabila Anda baru mengalami tuberculosis (TB) atau memiliki hasil tes kulit positif TB

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: September 26, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan