Zaditen

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penggunaan

Untuk apa obat Zaditen digunakan?

Zaditen adalah merek obat yang mengandung senyawa aktif ketotifen. Obat ini masuk dalam kelas obat antihistamin yang dapat membantu meredakan gejala alergi seperti mata gatal, bersin, pilek, atau hidung tersumbat.

Obat ini juga bisa digunakan sebagai obat asma. Dengan minum obat ini, frekuensi, keparahan, dan lamanya gejala asma akan perlahan berkurang. Meski begitu, obat ini tidak bisa digunakan untuk meredakan serangan asma yang sudah terlanjur kambuh. 

Obat ini tidak dijual bebas di apotek karena hanya tersedia dengan resep dokter. 

Bagaimana aturan pakai obat Zaditen?

Supaya obat bisa bekerja dengan optimal, simak aturan pakainya berikut ini:

  • Obat ini boleh digunakan sebelum maupun sesudah makan, sesuaikan dengan anjuran dokter Anda.
  • Jika dokter meresepkan obat dalam bentuk tablet, minum obat ini dengan segelas air.
  • Pastikan Anda cuci tangan sebelum menggunakan obat Zaditen yang berbentuk tetes mata. 
  • Sementara bila dokter meresepkan obat dalam bentuk sirup, gunakan sendok ukur yang ada di dalam kemasan produk. Jadi, bukan sendok makan biasa. Bila tidak tersedia sendok ukurnya, tanyakan pada apoteker atau dokter.
  • Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat karena dapat memengaruhi kinerjanya dalam tubuh.  
  • Dosis obat dapat berbeda-beda pada setiap orang. Itu sebabnya, jangan berikan obat ini kepada orang lain meski mereka punya gejala yang mirip dengan Anda. 
  • Obat ini harus diminum terus menerus agar efektif. 

Pada prinsipnya, minum obat obat jenis apa pun sesuai dengan yang diresepkan dokter atau yang tertera pada label kemasan produk. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke apoteker atau dokter bila Anda belum paham betul tentang aturan pakai obat ini.

Bagaimana cara menyimpan obat Zaditen?

Obat  paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Zaditen untuk dewasa?

  • Obat tetes mata: 1 tetes di bagian mata yang bermasalah digunakan sebanyak 2 kali sehari. 
  • Tablet: 1 sampai 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2 kali sehari. Atau 0,5 mg hingga 1 mg di malam hari selama beberapa hari pertama pemakaian untuk mengurangi efek samping mengantuk.

Berapa dosis obat Zaditen untuk anak-anak?

  • Tablet: 1-2 mg diminum sebanyak 2 kali sehari. Atau 0,5 mg hingga 1 mg di malam hari selama beberapa hari pertama pemakaian untuk mengurangi efek samping mengantuk.
  • Sirup: Untuk anak berusia 3 tahun atau lebih dosisnya 2 kali sehari 1 mg (5 mL atau 1 sendok teh). Sementara untuk anak berusia 6 bulan – 3 tahun dosisnya 2 kali sehari 0,5 mg (2,5 mL atau setengah sendok teh).

Dalam dosis dan sediaan apa Zaditen tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet minum, sirup, dan obat tetes mata. 

Efek Samping

Apa efek samping obat Zaditen yang mungkin terjadi?

Efek samping paling umum dari penggunaan ini di antaranya:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Ruam 
  • Mulut kering
  • Mata kering
  • Sensasi panas seperti terbakar di mata 
  • Keluarnya cairan mata

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum minum obat Zaditen?

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya beri tahu dokter jika:

  • Anda punya alergi terhadap ketotifen atau obat antihistamin lainnya. 
  • Anda punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes melitus, epilepsi, dan porfiria. 
  • Anda punya riwayat penyakit glaukoma. 
  • Anda mengalami gangguan pada fungsi hati, ginjal, dan usus halus. 
  • Anda sedang rutin minum obat resep, obat nonresep, suplemen makanan, atau obat herbal.

Penting juga diketahui bahwa obat ini dapat menyebabkan mengantuk. Maka dari itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin besar sampai efek obat benar-benar hilang. 

Apakah obat Zaditen aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Keamanan obat ini untuk ibu hamil, menyusui, serta bayi masih belum diketahui. Sebab, tidak ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa obat ini aman untuk berbagai kondisi tersebut. Maka dari itu, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun. Apalagi jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. 

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Zaditen?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi di antaranya:

  • Obat antidiabetes
  • Obat penenang
  • Obat hipnotik
  • Obat antihistamin lain

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Zaditen?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Zaditen?

Sejumlah kondisi medis yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat Zaditen di antaranya:

  • Diabetes mellitus
  • Epilepsi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Glaukoma

Mungkin ada penyakit lainnya yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, penting memberi tahu dokter seputar semua riwayat kesehatan Anda selama pemeriksaan. Dengan begitu, dokter dapat menentukan obat jenis lainnya yang sesuai dengan kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat medis (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: April 20, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 31, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca