Tripenem

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa Tripenem?

Tripenem adalah obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Beberapa kondisi yang bisa diobati dengan obat ini di antaranya:

  • Pneumonia
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi kulit dan struktur kulit
  • Meningitis
  • Septikemia
  • Infeksi tulang dan sendi
  • Endokarditis

Obat ini tergolong ke dalam kelas antibakteri carbapenem beta laktam, yang bekerja dengan cara mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

Tripenem adalah obat keras yang hanya tersedia dengan resep dokter. Anda mungkin akan mendapatkan pengawasan ketat oleh dokter selama menggunakan obat ini.

Bagaimana cara penggunaan Tripenem?

Dokter akan memberikan obat ini melalui infus atau suntikan ke pembuluh darah. Jangan coba-coba untuk menyuntikkan sendiri obat ke pembuluh darah.  Tanpa pengawasan yang tepat, kondisi Anda bisa saja semakin memburuk atau Anda justru mengalami efek samping yang berbahaya.

Biasanya dokter akan memberikan obat ini setiap 8 jam sekali. Dosisnya disesuaikan dengan kondisi medis dan respon pasien terhadap pengobatan. Khusus untuk anak-anak, dosisnya disesuaikan dengan berat badan mereka.

Obat-obatan antibiotik akan bekerja lebih optimal bila digunakan secara teratur sesuai yang dianjurkan dokter. Supaya tidak lupa, pastikan Anda menggunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.

Meski gejala sudah menghilang dalam beberapa hari, tetap gunakan obat sampai batas waktu yang ditentukan dokter. Segera berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Tripenem?

Obat ini harus disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Tripenem untuk orang dewasa?

Dosis obat untuk setiap orang dapat berbeda. Sebab, pemberian dosis disesuaikan dengan  kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan.

Untuk mengatasi infeksi bakteri, dosis obat ini yang direkomendasikan adalah 500 miligram (mg) diberikan lewat suntikan atau infus setiap 8 jam.

Pada pasien yang mengalami pneumonia, peritonitis, septikemia, dan neutropenia, dosis obat dapat dinaikkan menjadi 2 kali lipat, menjadi 1 gram (g). Obat diberikan lewat suntikan atau infus setiap 8 jam.

Sedangkan dosis obat untuk mengatasi meningitis adalah 2 gram diberikan setiap 8 jam.

Bagaimana dosis Tripenem untuk anak-anak?

Pada anak-anak, pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan (BB) mereka.

Dosis obat yang direkomendasikan untuk anak dengan meningitis adalah 40 mg/kgBB diberikan setiap 8 jam.

Untuk mengatasi infeksi pneumonia, peritonitis, septikemia, dan neutropenia pada anak usia 3 sampai 12 tahun, dosisnya berkisar dari 10-20 mg/kgBB yang diberikan setiap 8 jam. Sementara untuk anak-anak usia 4-12 tahun yang mengalami infeksi saluran napas bawah pada fibrosis kistik, dosisnya 25 sampai 40 mg/kgBB diberikan setiap 8 jam.

Anak yang berat badanya lebih dari 50 kg, dosisnya sama dengan orang dewasa.

Dalam dosis apakah Tripenem tersedia?

Obat ini tersedia dalam tabung suntik dengan kekuatan 500 mg atau 1 gram.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Tripenem?

Sejumlah efek samping yang paling umum dan sering dikeluhkan pasien setelah mengonsumsi obat ini di antaranya

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Bengkak dan rasa nyeri di area bekas suntikan
  • Sakit kepala

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Tripenem?

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan obat ini di antaranya:

  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda mengalami alergi terhadap Tripenem dan antibiotik lain seperti penecilin dan amoxilin.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun, terutama probenecid dan valproic acid.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang atau pernah mengalami cedera kepala, tumor otak, epilepsi, atau gangguan kejang lainnya.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang atau pernah mengalami gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat penyakit kronis lain, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda tengah mengandung, atau berencana akan hamil atau tengah menyusui.

Apakah Tripenem aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah obat ini dapat terbawa ke ASI dan apakah ia dapat membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Tripenem?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat.

Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beberapa obat-obatan yang berpotensi menyebabkan interaksi dengan obat ini di antaranya:

  • Valproic acid
  • Probenecid

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Tripenem?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Tripenem?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alergi terhadap Tripenem
  • Infeksi otak karena bakteri
  • Cedera kepala yang mengenai otak
  • Epilepsi
  • Penyakit ginjal dan hati
  • Gangguan pencernaan seperti kolitis

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Zoonosis adalah penyakit infeksi yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan pada manusia. Kenali jenis-jenisnya untuk mencegah penularan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Perbedaan infeksi bakteri dan virus

Infeksi Staphylococcus aureus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bakteremia

Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
infeksi bakteri

Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Infeksi Bakteri

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit