Tolazamide

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan

Apa itu Tolazamide?

Tolazamide adalah obat untuk mengontrol gula darah yang diperuntukkan bagi pasien dengan diabetes tipe 2. Pengobatan dengan menggunakan Tolazamide harus dikombinasikan dengan diet dan latihan fisik yang seimbang agar dapat memberikan dampak yang maksimal. Obat ini membantu tubuh Anda untuk merespons insulin yang dihasilkan oleh pankreas dengan lebih baik.

Obat ini tidak diperuntukkan bagi pasien dengan diabetes tipe 1. Pengobatan dengan Tolazamide juga dapat dikombinasikan dengan jenis obat diabetes lainnya jika dibutuhkan. Obat ini termasuk ke dalam obat-obatan golongan sulfonilurea yang menurunkan gula darah dengan merangsang pankreas untuk melakukan pelepasan insulin alami tubuh Anda.

Aturan minum Tolazamide

Tolazamide merupakan obat oral atau obat yang dikonsumsi melalui mulut. Obat ini hanya bisa Anda dapatkan melalui resep dokter. Biasanya, Tolazamide dikonsumsi satu kali dalam sehari, bersamaan dengan waktu sarapan atau makan besar pertama pada hari itu.

Minumlah obat ini sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter yang merawat Anda untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan mengurangi atau menambah dosisnya tanpa melakukan konsultasi. Pastikan juga Anda kembali ke dokter untuk mendapatkan resep lanjutan sebelum obat-obatan Anda habis agar pengobatannya tidak terputus.

Pada awal pengobatan menggunakan Tolazamide, dokter Anda mungkin akan meresepkan dalam dosis rendah terlebih dulu dan meningkatkannya secara bertahap. Jika Anda mengonsumsi obat diabetes lain, seperti clopramide, diskusikan dengan dokter Anda tentang perlunya menghentikan obat lama sebelum memulai pengobatan dengan Tolazamide.

Bagaimana cara menyimpan Tolazamide?

Simpanlah obat ini pada wadah tertutup di suhu ruangan yang berkisar antara 20-25 derajat Celcius. Jangan menyimpannya pada tempat yang lembap. Hindarkan dari suhu panas atau paparan sinar matahari langsung. Jangan membekukan obat ini.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Pasien dewasa dengan diabetes tipe 2

  • 100-250 mg pada awal pemberian, satu kali sehari, di pagi hari.
  • Peningkatan dosis sebanyak 100-250 mg setiap harinya jika diperlukan
  • Untuk perawatan: 250-500 mg setiap hari
  • Dosis maksimal per hari: 1.000 mg per hari

Pasien anak-anak

Sesuai dengan konsultasi dokter.

Pasien lansia

100 mg setiap hari pada pagi hari.

Khusus untuk pasien malnutrisi

100 mg per hari pada pagi hari.

Dalam dosis dan sediaan apakah Tolazamide tersedia?

Tablet, oral: 100 mg, 250 mg, 500 mg.

Efek Samping

Efek samping akibat konsumsi Tolazamide

Segeralah mencari pertolongan medis darurat jika Anda mengalami beberapa gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, lidah, bibir, atau mata Anda.

Hubungi dokter Anda jika mendapati kondisi:

  • Ruam kulit yang parah, kemerahan, atau gatal
  • Mudah memar atau berdarah
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, sariawan
  • Kulit pucat atau menguning dan urin berwarna pekat
  • Gula darah rendah yang ditandai dengan sakit kepala, kelaparan, lemas, berkeringat, denyut jantung terasa cepat, atau bahkan merasa gelisah
  • Rendahnya kadar sodium yang ditandai dengan sakit kepala, muntah, kehilangan koordinasi, dan merasa tidak stabil

Efek samping umum yang lain termasuk:

  • Mual
  • Mulas
  • Perut begah

Mungkin tidak semua efek samping akibat Tolazamide sudah tercatat pada daftar di atas. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kekhawatiran Anda akan efek samping yang diakibatkan oleh Tolazamide.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Tolazamide?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan semua daftar produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Ketika Anda meminum obat, sangat penting bagi dokter Anda untuk mengetahui bahwa Anda mengonsumsi beberapa obat-obatan yang tercantum dalam daftar di bawah ini. Penggunaannya bersamaan dengan salah satu obat yang berada pada dalam daftar di bawah ini biasanya tidak dianjurkan, meski mungkin dalam beberapa kasus diperlukan.

  • Acarbose
  • Aspirin
  • Balofloxacin
  • Besifloxacin
  • Ciprofloxacin
  • Disopyramide
  • Dulaglutide
  • Enoxacin
  • Fleroxacin
  • Flumequine
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Lanreotide
  • Levofloxacin
  • Lixisenatide
  • Lomefloxacin
  • Moxifloxacin
  • Nadifloxacin
  • Norfloxacin
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Pasireotide
  • Pazufloxacin
  • Pefloxacin
  • Pioglitazone
  • Prulifloxacin
  • Rufloxacin
  • Sitagliptin
  • Sparfloxacin
  • Thioctic Acid
  • Tosufloxacin

Penggunaan Tolazamide dengan salah satu obat di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko efek samping, meski mungkin menjadi salah satu cara terbaik dalam pengobatan Anda. Jika mengonsumsi keduanya, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi pemberian.

  • Acebutolol
  • Aminolevulinic Acid
  • Atenolol
  • Betaxolol
  • Bisoprolol
  • Bitter Melon
  • Carteolol
  • Carvedilol
  • Celiprolol
  • Clofibrate
  • Esmolol
  • Fenugreek
  • Furazolidone
  • Glucomannan
  • Guar Gum
  • Iproniazid
  • Isocarboxazid
  • Labetalol
  • Levobunolol
  • Linezolid
  • Methylene Blue
  • Metipranolol
  • Metoprolol
  • Moclobemide
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nialamide
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Phenelzine
  • Pindolol
  • Practolol
  • Procarbazine
  • Propranolol
  • Psyllium
  • Rasagiline
  • Safinamide
  • Saxagliptin
  • Selegiline
  • Sotalol
  • Timolol
  • Tranylcypromine

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan jika mengalami overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Beberapa tanda overdosis yang dapat dirasakan adalah badan gemetar, denyut jantung cepat, berkeringat, dan kehilangan kesadaran.

Bagaimana jika saya melewatkan minum obat?

Jika jadwal minum obat Anda terlewat, minumlah sesegera mungkin ketika Anda ingat. Namun, jika Anda teringat ketika sudah mendekati jadwal minum obat selanjutnya, lewati jadwal sebelumnya dan tetap ikuti jadwal awal. Jangan menggandakan dosis obat Anda pada satu jadwal minum obat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Kesehatan Daun Dewa yang Sayang Dilewatkan

Daun dewa yang punya nama lain Tanaman Sambung Nyawa di Malaysia ini dipercaya bisa mengobati kanker payudara. Apa lagi manfaat daun dewa untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa Hubungan Kayu Manis (Cinnamon) dan Penyakit Liver?

Kayu manis memang punya segudang manfaat kesehatan. Namun, konsumsi cinnamon pun bisa berbahaya bagi pengidap penyakit liver.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Kulit gatal dan kering adalah salah satu efek diabetes yang cukup mengganggu. Tak perlu cemas, simak cara menghilangkan gatal karena diabetes ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Cara penggunaan insulin tak susah. Gunakan jarum suntik atau pena insulin untuk memberikan insulin. Tapi, di mana lokasi suntik yang paling tepat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat sakit maag tablet efektif

Obat Maag Tablet, Apakah Lebih Efektif Ketimbang yang Cair?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk penderita diabetes

15 Pilihan Makanan dan Minuman untuk Diabetes, Plus Menunya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
Apakah diabetes bisa sembuh

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit