Sulfanilamide

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Sulfanilamide Obat Apa?

Untuk apa Sulfanilamide?

Sulfanilamide adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pada vagina. Sulfinilamide mengurangi rasa panas, gatal, dan keputihan pada vagina yang dapat terjadi dalam kondisi ini. Obat ini dikenal sebagai sulfonamide antifungal. Bekerja dengan menghentikan pertumbuhan fungus yang menyebabkan infeksi.

Bagaimana cara penggunaan Sulfanilamide?

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Obat ini digunakan khusus pada vagina. Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat ini. Gunakan sulfanilamide sekali atau dua kali sehari sesuai petunjuk dokter. Berbaring pada punggung Anda, angkat lutut ke arah dada. Masukkan satu aplikator penuh cream ke dalam vagina sedalam dan senyaman mungkin. Secara perlahan tekan pendorong dari aplikator untuk mengaplikasikan cream. Jika Anda merasa gatal/terbakar pada bagian luar vagina (vulva), aplikasikan cream ke bagian tersebut. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan terkait penggunaan obat ini.

Lanjutkan penggunaan obat setiap hari sesuai yang dianjurkan, bahkan jika gejala sudah menghilang setelah beberapa hari atau jika Anda sedang menstruasi. Menghentikan pemakaian obat ini sebelum waktunya dapat menyebabkan infeksi kembali terjadi.

Jangan gunakan tampon selama menggunakan obat ini. Pembalut tidak beraroma dapat digunakan selama Anda menstruasi atau untuk melindungi pakaian dari terkena obat.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tetap sama atau kembali dalam waktu 2 bulan setelah menyelesaikan pengobatan. Dan juga segera ber itahu dokter bila Anda mengalami demam, menggigil, gejala flu, atau nyeri pada perut. Ini bisa berarti infeksi Anda lebih serius dan butuh pengobatan lain.

Bagaimana cara penyimpanan Sulfanilamide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Sulfanilamide

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Sulfanilamide untuk orang dewasa?

Cream: 1 aplikator penuh (sekitar 6 g) dimasukkan melalui vagina satu atau dua kali sehari selama 30 hari.

Bagaimana dosis Sulfanilamide untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak (kurang dari 18 tahun). Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.  Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Sulfanilamide tersedia?

Sulfanilamide tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

Cream

Suppositoria

Efek samping Sulfanilamide

Efek samping apa yang dapat dialami karena Sulfanilamide?

Hentikan penggunaan sulfanilamide vaginal dan mintalah pertolongan medis jika Anda mengalami reaksi alergi (napas pendek; tenggorokan tercekik; bengkak pada bibir, wajah, atau lidah; atau gatal-gatal).

Efek samping yang tidak begitu serius lainnya kemungkinan dapat terjadi. Lanjutkan penggunaan sulfanilamide vaginal dan bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami

  • Kulit terasa panas
  • Gatal-gatal
  • Iritasi pada kulit, atau
  • Kebutuhan untuk buang air kecil meningkat.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Sulfanilamide

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Sulfanilamide?

Alergi

Beri tahu dokter Anda jika Anda pernah memiliki reaksi berbeda atau alergi terhadap obat ini atau obat lainnya. Serta beri tahu dokter jika Anda punya alergi tertentu, seperti terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau binatang. Untuk produk tanpa resep, baca label atau bahan pada kemasan secara teliti.

Anak-anak

Penelitan terkait obat ini hanya dilakukan pada pasien dewasa dan tidak ada informasi spesifik yang membandingkan penggunaan vaginal sulfonamide pada anak-anak dengan kelompok usia lain.

Lansia

Banyak obat-obatan yang belum diteliti khususnya pada orang tua. Oleh karena itu, tidak diketahui dengan pasti apakah obat ini bekerja persis seperti pada orang dewasa muda atau jika ini mengakibatkan efek samping yang berbeda atau masalah pada orang tua. Tidak ada informasi spesifik yang membandingkan penggunaan vaginal sulfonamide pada lanjut usia dengan kelompok usia lain.

Apakah Sulfanilamide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisiko,

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,

C=Mungkin berisiko,

D=Ada bukti positif dari risiko,

X=Kontraindikasi,

N=Tidak diketahui

Interaksi Obat Sulfanilamide

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Sulfanilamide?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walaupun beberapa obat tidak boleh digunakan secara bersamaan, pada kasus lain dua obat berbeda mungkin dapat digunakan secara bersamaan bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain mungkin akan diperlukan. Beritahu dokter jika Anda sedang menggunakan resep lain atau obat nonprescription (over-the-counter [OTC]).

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini tidak dianjurkan. Dokter Anda mungkin akan memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat yang telah Anda gunakan.

  • Bepridil
  • Cisapride
  • Dofetilide
  • Levomethadyl
  • Mesoridazine
  • Methenamine
  • Pimozide
  • Terfenadine
  • Thioridazine

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Acecainide
  • Acenocoumarol
  • Ajmaline
  • Amiodarone
  • Amisulpride
  • Amitriptyline
  • Amoxapine
  • Aprindine
  • Arsenic Trioxide
  • Astemizole
  • Azimilide
  • Bretylium
  • Ceritinib
  • Chloral Hydrate
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Clarithromycin
  • Dabrafenib
  • Desipramine
  • Dibenzepin
  • Digitalis
  • Disopyramide
  • Dolasetron
  • Doxepin
  • Droperidol
  • Enflurane
  • Erythromycin
  • Flecainide
  • Fluconazole
  • Fluoxetine
  • Foscarnet
  • Gemifloxacin
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Halothane
  • Hydroquinidine
  • Ibutilide
  • Imipramine
  • Isoflurane
  • Isradipine
  • Ketorolac
  • Leucovorin
  • Levomethadyl
  • Lidoflazine
  • Lorcainide
  • Mefloquine
  • Mercaptopurine
  • Metformin
  • Methotrexate
  • Nitisinone
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Orlistat
  • Pentamidine
  • Pirmenol
  • Prajmaline
  • Probucol
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Propafenone
  • Proscillaridin
  • Pyrimethamine
  • Quinidine
  • Riluzole
  • Risperidone
  • Sematilide
  • Sertindole
  • Sotalol
  • Spiramycin
  • Sultopride
  • Tedisamil
  • Telithromycin
  • Topotecan
  • Trifluoperazine
  • Trimipramine
  • Vasopressin
  • Warfarin
  • Zotepine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Sulfanilamide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Sulfanilamide?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.

  • Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) deficiency—Anemia (masalah pada darah) dapat terjadi bila sulfonamide digunakan.
  • Penyakit ginjal
  • Porphyria—Sulfonamide dapat menyebabkan serangan porphyria.

Overdosis Sulfanilamide

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Masalah makan kerap dialami oleh anak, terutama anak penyandang autisme. Bahkan, anak penyandang autisme disebut lebih berisiko mengalami gangguan makan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi, bahkan sekalipun Anda cuma makan satu porsi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Usia tidak menghambat sebagian lansia untuk puasa. Agar tetap lancar dan kuat berpuasa, lakukan persiapan untuk lansia saat sahur dan puasa ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
kecerdasan emosional terlalu tinggi

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020