Sufentanil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Sufentanil digunakan?

Sufentanil adalah obat untuk anastesi sebelum menjalani operasi. Obat ini juga digunakan dengan obat lain sebagai bagian dari anastesi epidural selama proses kelahiran untuk mengurangi rasa sakit.

Sufentanil adalah narkotik (opioid) analgesik. Obat ini bekerja di otak dan sistem saraf untuk menghasilkan anastesi dan mengurangi rasa sakit.

Bagaimana aturan pakai obat Sufentanil?

Beberapa kondisi medis dapat berinteraksi dengan sufentanil. Beritahu dokter atau apoteker Anda jika memiliki kondisi medis lainnya, terutama kondisi sebagai berikut:

  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau menyusui
  • Jika Anda mengkonsumsi obat-obatan lain yang diresepkan atau non-resep, herbal, atau suplemen makan
  • Jika Anda alergi obat, makanan, atau substansi lainnya
  • Jika Anda mengidap diabetes, asma atau masalah pernapasan lainnya, demam, meningkatkan tekanan atau pertumbuhan tidak biasa pada otak, masalah jantung, masalah empedu atau ginjal, pankreasitis, atau luka dikepala yang baru terjadi
  • Jika Anda memiliki sejarah detak jantung lambat atau tidak teratur atau masalah tekanan darah

Bagaimana cara menyimpan Sufentanil?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Sufentanil?

Beberapa kondisi media dapat berinteraksi dengan Sufentanil. Beritahu dokter atau apoteker Anda apabila Anda memiliki kondisi medis apapun, terutama:

  • Beri tahu dokter Anda bila Anda sedang hamil, sedang berencana untuk hamil atau sedang menyusui.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda mengkonsumsi obat-obatan resep atau nonresep, herbal, atau suplemen makanan.
  • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau substansi lain
  • Jika Anda memiliki sejarah detak jantung lambat atau tidak teratur atau masalah tekanan darah.

Apakah obat Sufentanil aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  C. (A = Tidak berisiko, B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C = Mungkin berisiko, D = Ada bukti positif dari risiko, X = Kontraindikasi, N = Tidak diketahui)

Efek Samping

Apa efek samping Sufentanil yang mungkin terjadi?

Semua obat dapat menyebabkan efek samping, tetapi banyak orang tidak memiliki, atau hampir tidak memiliki, efek samping. Periksakan pada dokter and ajika ada salah satu dari efek samping umum ini muncul atau mengganggu Anda:

  • Kecemasan; kebingungan; konstipasi; kesulitan berjalan; pusing; mengantuk; mulut kering; sakit kepala; indigasi; gatal; mual; muntah

Cari bantuan kesehatan segera jika mengalami efek samping parah seperti berikut:

  • Reaksi alergi parah (ruam; gatal-gatal; kesulitan bernapas; sesak di dada; pembengkakan mulut, wajah, bibir, atau lidah); halusinasi; kaku otot; kejang; detak jantung lambat atau tidak teratur; bernafas pelan; masalah pernapasan; lemas.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Ada beberapa efek samping yang tidak terdaftar diatas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tersendiri mengenai efek samping, silahkan konsultasi pada dokter atau apoteker.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat Sufentanil?

Walaupun beberapa obat tidak seharusnya digunakan bersamaan sekaligus, pada kasus lain 2 jenis obat yang berbeda mungkin dapat digunakan bersamaan walaupun ada kemungkinan terjadi interaksi. Pada kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau resep lain yang diperlukan. Beritahu asisten kesehatan professional Anda jika Anda menggunakan obat resep atau non resep.

Beritahu pelayan kesehatan Anda apabila Anda mengonsumsi obat lain, terutama:

  • Naltrexone karena keefektivitasan dari sufentanil akan berkurang
  • Amiodarone, azole antifungals (eg, fluconazole), beta-blockers (eg, propranolol), benzodiazepines (eg, alprazolam), calcium channel blockers (eg, verapamil), cimetidine, HIV protease inhibitors (eg, ritonavir), macrolide antibiotics (eg, erythromycin), monoamine oxidase (MAO) inhibitors (eg, phenelzine), phenothiazines (eg, chlorpromazine), sibutramine, or sodium oxybate (GHB) karena resiko efek samping akan meningkat
  • Barbiturate anesthetics (eg, thiopental), benzodiazepines (eg, alprazolam), sibutramine, or sodium oxybate (GHB) karena reaksi dan efek samping dari obat ini akan meningkat

Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat Sufentanil?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat Sufentanil?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Diabetes
  • Asma atau masalah pernapasan lainnya
  • Demam
  • Peningkatan tekanan atau pertumbuhan tidak biasa pada otak
  • Masalah jantung
  • Masalah empedu atau ginjal
  • Pankreatitis
  • Cedera kepala

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Sufentanil untuk dewasa?

Dosis sufentanil harus dibedakan pada masing-masing kasus individu menurut berat badan, status fisik, kondisi patologis, penggunaan obat lain, dan jenis prosedur pembedahan dan anastesi. Pada pasien obesitas (lebih dari 20% memiliki berat diatas berat badan ideal), dosis dari sufentanil harus didasarkan pada berat badan. Dosis harus dikurangi pada orang tua dan pasien yang lemah.

Berapa dosis obat Sufentanil untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas masih belum diketahui pada pasien anak kurang dari 18 tahun.

Dalam dosis dan sediaan apa Sufentanil tersedia?

Solusi, intravenous 50 mcg/mL (1mL); 100 mcg/2 mL (2mL); 250 mcg/5 mL (5 mL).

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Bagian dan Fungsi Sistem Saraf Tubuh Manusia

Semua yang dilakukan tubuh pasti terhubung dengan sistem saraf. Mari ketahui saraf apa saja yang berperan dalam kelangsungan hidup manusia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Memahami Pentingnya Prinsip Neuroetik Dalam Bidang Kesehatan

Neuroetik adalah prinsip penting dalam bidang kesehatan khususnya, ilmu saraf. Lalu apa itu neuroetik? Apa pentingnya prinsip ini?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Sebelum Dibius, Simak 5 Fakta Penting Seputar Anestesi Ini Dulu

Prosedur anestesi atau pembiusan banyak menimbulkan kekhawatiran. Agar tidak keliru dan merasa takut, ini dia berbagai faktanya dari seorang ahli anestesi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

4 Gejala Saraf Kejepit yang Sebaiknya Tidak Anda Abaikan

Jangan sepelekan saraf yang kejepit. Selain rasa sakit tentunya, apalagi gejala saraf kejepit yang sebaiknya Anda waspadai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab tangan mati rasa

Ini Penyebab Tangan Mati Rasa Saat Tidur

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
berbuat baik mengurangi sakit

Berbuat Baik Kepada Sesama (Altruisme) Ternyata Mampu Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/01/2020
obat bius sebelum operasi

Sebelum Operasi Dimulai, Apakah Obat Bius Selalu Diberikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24/08/2019

Bisakah Seseorang Alergi Terhadap Obat Bius?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2019