Streptozocin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Streptozocin digunakan?

Streptozocin adalah obat untuk terapi kanker yang mengganggu pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh.

Streptozocin digunakan untuk mengobati kanker pankreas.

Streptozocin juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Bagaimana aturan pakai obat Streptozocin?

Streptozocin disuntikkan ke pembuluh darah melalui infus. Sebuah penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan ini.

Streptozocin dapat menurunkan sel-sel darah yang membantu tubuh melawan infeksi dan membantu darah menggumpal. Darah Anda akan perlu sering diuji. Pengobatan kanker Anda mungkin tertunda berdasarkan hasil tes ini.

Bagaimana cara menyimpan Streptozocin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Streptozocin?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Tidak ada informasi spesifik membandingkan penggunaan Streptozocin pada anak-anak dengan digunakan dalam kelompok usia lainnya.

Lansia

Banyak obat-obatan belum diteliti secara khusus pada orang tua. Oleh karena itu, mungkin tidak diketahui apakah obat tersebut bekerja dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan pada orang dewasa yang lebih muda atau jika obat tersebut menyebabkan efek samping yang berbeda atau masalah pada lansia. Tidak ada informasi spesifik membandingkan penggunaan Streptozocin pada lansia dengan digunakan dalam kelompok usia lainnya.

Apakah obat Streptozocin aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D. (A = Tidak berisiko, B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C = Mungkin berisiko, D = Ada bukti positif dari risiko, X = Kontraindikasi, N = Tidak diketahui)

Efek Samping

Apa efek samping Streptozocin yang mungkin terjadi?

Jika Anda mengalami efek samping serius dari Streptozocin seperti berikut ini, maka segera hubungi dokter Anda atau segera cari bantuan medis:

  • Reaksi alergi (kesulitan bernapas, tenggorokan menyempit, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, atau gatal-gatal)
  • Kerusakan ginjal (sedikit atau tidak ada produksi urin, ada darah dalam urin)
  • Masalah hati (perubahan hasil tes darah, sakit perut, menguningnya kulit atau mata, penurunan nafsu makan, mual)
  • Penurunan fungsi sumsum tulang dan masalah darah (kelelahan ekstrim; mudah memar atau perdarahan; feses berwarna hitam atau berdarah, atau demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi)
  • Mual parah, muntah, kehilangan nafsu makan, atau diare
  • Dalam beberapa kasus, kanker sekunder dilaporkan terjadi selama dan setelah pengobatan dengan Streptozocin. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari obat ini.

Lainnya, efek samping yang kurang serius mungkin akan lebih bisa terjadi. Lanjutkan menggunakan Streptozocin dan konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami:

  • Mual ringan, muntah, hilang nafsu makan, atau diare
  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Depresi
  • Area yang terkena injeksi mengalami pembengkakan, kemerahan, terasa terbakar, atau melunak.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat Streptozocin?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Rotavirus Vaccine, Live

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut biasanya tidak dianjurkan, tapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat tersebut yang diresepkan bersama-sama, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Adenovirus Vaccine Type 4, Live
  • Adenovirus Vaccine Type 7, Live
  • Bacillus of Calmette and Guerin Vaccine, Live
  • Influenza Virus Vaccine, Live
  • Measles Virus Vaccine, Live
  • Mumps Virus Vaccine, Live
  • Rubella Virus Vaccine, Live
  • Smallpox Vaccine
  • Typhoid Vaccine
  • Varicella Virus Vaccine
  • Yellow Fever Vaccine

Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat Streptozocin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat Streptozocin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Cacar (termasuk paparan baru)
  • Herpes zoster (shingles) – Risiko penyakit parah yang mempengaruhi bagian lain dari tubuh
  • Diabetes tipe 2 mellitus- Mungkin bisa memburuk
  • Infeksi – Streptozocin dapat menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati – Efek Streptozocin mungkin dapat meningkat karena lambatnya proses peluruhan obat ini dari dalam tubuh

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Streptozocin untuk dewasa?

500 mg/m2 IV dengan suntikan cepat atau infus sesaat/berkepanjangan sekali sehari selama 5 hari berturut-turut setiap 6 minggu sampai manfaat maksimal atau batas pengobatan toksisitas terjadi. Sebuah eskalasi dosis tidak dianjurkan dengan regimen ini.

Atau, 1000 mg/m2 IV dengan suntikan cepat atau infus sesaat/berkepanjangan dapat diberikan pada interval mingguan untuk 2 minggu pertama. Ini dapat diikuti oleh dosis yang

Hal ini dapat diikuti oleh eskalasi dosis yang tidak melebihi dosis tunggal 1.500 mg/m2 IV pada pasien yang belum mencapai respon terapi dan belum mengalami toksisitas yang signifikan dengan program sebelumnya.

Berapa dosis obat Streptozocin untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas belum ditentukan pada pasien anak (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis dan sediaan apa Streptozocin tersedia?

Bubuk 1 g

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Lidah Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, dan Cara Mengobatinya

Setiap jenis kanker memiliki tahapan stadiumnya masing-masing. Begitu pula kanker lidah. Lantas, apa artinya jika Anda didiagnosis kanker lidah stadium 4?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Utama Kanker Mulut dan 7 Faktor Risiko yang Jarang Diketahui

Kanker mulut tidak boleh disepelekan. Mengetahui berbagai penyebab kanker mulut dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 12 September 2019 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Enzim Bromelain dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Anda mungkin asing dengan bromelain, tapi bagaimana dengan nanas? Nanas memiliki kandungan bromelain yang tinggi. Lantas, apa manfaat enzim bromelain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Debora Takaliuang
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Didiagnosis Kanker Bukan Akhir Segalanya, Hadapi Dengan Melakukan 5 Hal Ini

Didiagnosis memiliki kanker tentu membuat Anda merasa syok, cemas, takut, bahkan kebingungan. Berikut yang bisa dilakukan setelah Anda divonis kanker.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker pankreas

Kanker Pankreas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat herbal tradisional kanker kolorektal usus besar kolon rektum

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
obat pengobatan kanker lambung perut bisa sembuh

Obat dan Jenis Pengobatan untuk Kanker Lambung (Perut)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
ultrasound menghancurkan sel kanker

Terapi Ultrasound Tidak Hanya untuk Kecantikan, Tapi Bisa Kurangi Sel Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit