Penbutolol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Penbutolol digunakan?

Penbutolol (Levatol) adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini digunakan dengan atau tanpa obat-obatan lainnya.

Obat ini termasuk dalam kelas obat bernama penghambat beta. Obat ini bekerja dengan menghambat aksi zat-zat kimia alami tertentu di dalam tubuh seperti epinephrine pada jantung dan pembuluh darah. Efek ini menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan beban jantung.

Menurunkan tekanan darah membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.

Bagaimana aturan pakai obat Penbutolol?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau sesuai dengan arahan dokter.

Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap terapi. Gunakan obat ini secara teratur agar mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, penting melanjutkan pengobatan sekalipun Anda merasa sehat. Kebanyakan penderita tekanan darah tinggi tidak merasa sakit. Mungkin membutuhkan beberapa minggu sebelum Anda mendapatkan manfaat obat ini sepenuhnya.

Beri tahu dokter apabila kondisi memburuk (misalnya tekanan darah tetap tinggi atau meningkat).

Bagaimana cara menyimpan Penbutolol?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembapan. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Penbutolol?

Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini, pertimbangkan risiko dan manfaatnya. Ini adalah keputusan yang akan Anda dan dokter buat. Untuk obat ini, hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan:

Alergi

Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Selain itu, beri tahu penyedia layanan kesehatan profesional jika Anda mengalami alergi jenis lainnya, misalnya terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk tanpa resep, bacalah label atau kemasan produk dengan teliti.

Anak-anak

Studi memadai belum dilakukan pada hubungan umur dengan efek penbutolol dalam populasi anak-anak. Keamanan dan kemanjuran belum ditentukan.

Lansia

Studi memadai yang telah dilakukan sampai saat ini belum menunjukkan masalah khusus lansia yang akan membatasi manfaat penbutolol pada lansia. Namun, pasien lansia lebih sering mengalami gangguan hati, ginjal, atau jantung yang terkait dengan umur, yang mungkin membutuhkan kewaspadaan dan penyesuaian pada dosis pasien yang menerima penbutolol.

Apakah obat Penbutolol aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada studi memadai pada wanita untuk menentukan risiko saat menggunakan obat ini selama hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum minum obat ini. Obat ini masuk kategori risiko kehamilan C. (A = Tidak berisiko, B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C = Mungkin berisiko, D = Ada bukti positif dari risiko, X = Kontraindikasi, N = Tidak diketahui)

Efek Samping

Apa efek samping Penbutolol yang mungkin terjadi?

Dapatkan pertolongan medis darurat apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi ini: gatal-gatal; sulit bernapas; bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Napas terasa pendek, sekalipun tidak banyak mengeluarkan tenaga
  • Bengkak, berat badan bertambah sangat cepat
  • Merasa hendak pingsan

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Sakit kepala
  • Merasa lelah
  • Pusing
  • Mual, diare, sakit perut
  • Nafsu seks berkurang
  • Gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin, radang tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat Penbutolol?

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin dibutuhkan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Albuterol
  • Amiodarone
  • Arformoterol
  • Bambuterol
  • Clenbuterol
  • Clonidine
  • Colterol
  • Crizotinib
  • Diltiazem
  • Dronedarone
  • Epinephrine
  • Fenoldopam
  • Fenoterol
  • Fingolimod
  • Formoterol
  • Hexoprenaline
  • Indacaterol
  • Isoetharine
  • Lacosamide
  • Levalbuterol
  • Metaproterenol
  • Olodaterol
  • Pirbuterol
  • Procaterol
  • Reproterol
  • Ritodrine
  • Salmeterol
  • Terbutaline
  • Tretoquinol
  • Tulobuterol
  • Verapamil
  • Vilanterol

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik bagi Anda. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Acarbose
  • Aceclofenac
  • Acemetacin
  • Acetohexamide
  • Acetyldigoxin
  • Alfuzosin
  • Amlodipine
  • Amtolmetin Guacil
  • Arbutamine
  • Aspirin
  • Benfluorex
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Bunazosin
  • Celecoxib
  • Chlorpropamide
  • Choline Salicylate
  • Clonixin
  • Deslanoside
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Digitoxin
  • Digoxin
  • Dipyrone
  • Doxazosin
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Felodipine
  • Fenoprofen
  • Fepradinol
  • Feprazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Flurbiprofen
  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glipizide
  • Gliquidone
  • Glyburide
  • Guar Gum
  • Ibuprofen
  • Ibuprofen Lysine
  • Indomethacin
  • Insulin
  • Insulin Aspart, Recombinant
  • Insulin Glulisine
  • Insulin Lispro, Recombinant
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Lacidipine
  • Lercanidipine
  • Lidocaine
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Manidipine
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Metformin
  • Metildigoxin
  • Mibefradil
  • Miglitol
  • Morniflumate
  • Moxisylyte
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Nepafenac
  • Nicardipine
  • Nifedipine
  • Niflumic Acid
  • Nilvadipine
  • Nimesulide
  • Nimodipine
  • Nisoldipine
  • Nitrendipine
  • Oxaprozin
  • Oxyphenbutazone
  • Parecoxib
  • Levatol
  • Phentolamine
  • Phenylbutazone
  • Piketoprofen
  • Piroxicam
  • Pranidipine
  • Pranoprofen
  • Prazosin
  • Proglumetacin
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Repaglinide
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sodium Salicylate
  • St John’s Wort
  • Sulindac
  • Tamsulosin
  • Tenoxicam
  • Terazosin
  • Tiaprofenic Acid
  • Tolazamide
  • Tolbutamide
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Trimazosin
  • Troglitazone
  • Urapidil
  • Valdecoxib

Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat Penbutolol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu mungkin juga menyebabkan terjadinya interaksi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat Penbutolol?

Adanya gangguan medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lainnya, terutama:

  • Reaksi anafilaksis (parah), riwayat — mungkin meningkatkan risiko reaksi anaphylaxis berulang kali
  • Angina (sesak napas berat)
  • Serangan jantung, baru-baru ini
  • Gagal jantung, riwayat
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah (misalnya penyakit arteri koroner) — gunakan dengan hati-hati. Mungkin memperparah kondisi
  • Asma
  • Bradikardia (detak jantung lambat)
  • Syok kardiogenik (syok karena serangan jantung)
  • Jantung tersumbat — tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Diabetes
  • Hipertiroid (tiroid overaktif)
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) — mungkin menutupi tanda dan gejala penyakit ini, misanya detak jantung cepat.
  • Penyakit ginjal — gunakan dengan hati-hati. Efek samping mungkin meningkat karena pembuangan obat dari dalam tubuh jadi lebih lambat.
  • Penyakit paru-paru (misalnya bronkitis, emfisema) — gunakan dengan hati-hati. Mungkin menyebabkan kesulitan pernapasan pada pasien dengan kondisi ini.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Penbutolol untuk dewasa?

Dosis biasa orang dewasa untuk pencegahan angina pektoris

Dosis awal: 20 mg oral sekali sehari.

Dosis aturan: 20-40 mg oral sekali sehari.

Dosis biasa orang dewasa untuk hipertensi

Dosis awal: 20 mg oral sekali sehari.

Dosis aturan: 20-40 mg oral sekali sehari.

Berapa dosis obat Penbutolol untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas pada pasien anak-anak belum dipastikan (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis dan sediaan apa Penbutolol tersedia?

Tablet levatol (penbutolol sulfat) 20 mg berbentuk kapsul, terbungkus selaput, tablet kuning yang tercetak pada kedua sisi dan berwarna hitam dengan “SP 22” pada salah satu sisi.

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Daftar Obat Serangan Jantung yang Umum Digunakan

Ada berbagai pilihan obat-obatan yang dapat mengatasi terjadinya segala jenis serangan jantung, termasuk serangan jantung mendadak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

Pernahkah Anda mendengar istilah NSTEMI? NSTEMI adalah jenis serangan jantung yang tergolong ringan. Namun, mengapa disebut demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 04/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit