Molsidomine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa molsidomine?

Molsidomine adalah obat yang memiliki fungsi mengobati angina pectoris dan gagal jantung.

Bagaimana cara penggunaan molsidomine?

Gunakan produk ini sesuai arahan. Ikuti semua petunjuk pada kemasan produk. Bila Anda tidak yakin tentang informasi apapun, konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Beri tahu dokter bila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk atau bila Anda mengembangkan gejala baru. Bila Anda berpikir Anda mungkin memiliki masalah medis serius, dapatkan pertolongan medis secepatnya.

Bagaimana cara penyimpanan molsidomine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis molsidomine untuk orang dewasa?

Oral

Angina pectoris

Dewasa: 1-4 mg 2-4 kali per hari.

Oral

Gagal jantung

Dewasa: 1-4 mg 2-4 kali per hari.

Oral

Pasca infarksi myokardia

Dewasa: 1-4 mg 2-4 kali per hari.

Intravena

Angina pectoris

Dewasa: 2-4 mg sekali dosis; 2 mg mungkin diulangi pada setiap interval setidaknya 2 jam jika perlu. Maksimal: 40 mg per hari. Infusi mungkin diberikan sampai 3 mg/jam. Dosis maksimum: 40 mg per hari.

Intravena

Gagal jantung

Dewasa: 2-4 mg sekali dosis; 2 mg mungkin diulangi pada setiap interval setidaknya 2 jam jika perlu. Maksimal: 40 mg per hari. Infusi mungkin diberikan sampai 3 mg/jam. Dosis maksimum: 40 mg per hari.

Intravena

Pasca infarksi myokardia

Dewasa: 2-4 mg sekali dosis; 2 mg mungkin diulangi pada setiap interval setidaknya 2 jam jika perlu. Maksimal: 40 mg per hari. Infusi mungkin diberikan sampai 3 mg/jam. Dosis maksimum: 40 mg per hari.

Bagaimana dosis molsidomine untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak belum dipastikan. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah molsidomine tersedia?

Tablet, Oral: 2 mg, 4 mg.

Suntikan: 2 mg/ml.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena molsidomine?

Efek samping termasuk:

  • Hipotensi arterial
  • Hipotensi ortostatik
  • Pruritus
  • Ruam
  • Anoreksia
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Vertigo.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda ingin tahu tentang efek samping, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan molsidomine?

Sebelum menggunakan molsidomine, beritahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi molsidomine atau obat-obatan lainnya.
  • Jenis obat resep dan tanpa resep yang sedang Anda minum, termasuk vitamin.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan obat ini, hubungi dokter.

Apakah molsidomine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan molsidomine?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak terdiri dari semua interaksi obat yang mungkin terjadi. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/tanpa resep dan produk herbal) dan berikan kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan molsidomine?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan ahli penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat Anda bersama makanan, alkohol, atau rokok.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan molsidomine?

Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama gangguan hati.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewatkan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

MIMS. Molsidomine. 2016. http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Molsidomine Accessed February 18th, 2016

Yang juga perlu Anda baca

Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

Wabah Ebola di Kongo sebelumnya diprediksi akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, virus yang menyerang sistem imun manusia ini kembali muncul.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020

Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

Tak hanya memiliki citarasa khas yang manis dan gurih, berbagai manfaat kesehatan dari kacang pistachio ini sayang untuk Anda lewatkan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 05/06/2020

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020