Mirtazapine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Mirtazapine Obat Apa?

Untuk apa mirtazapine?

Mirtazapine adalah obat yang berguna untuk mengobati depresi dan meningkatkan suasana hati dan perasaan seseorang. Mirtazapine adalah antidepresan yang bekerja dengan mengembalikan keseimbangan zat kimia alami (neurotransmitter) dalam otak.

Bagaimana cara penggunaan mirtazapine?

Minum obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari pada jam tidur atau sesuai arahan dokter. Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap terapi, tapi tidak boleh melebihi 45 mg per hari. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya di waktu yang sama setiap hari. Mungkin membutuhkan waktu antara 1-4 minggu untuk mengetahui bahwa gejala membaik. Maka, jangan meningkatkan dosis atau lebih sering minum obat dari yang dianjurkan.

Penting untuk melanjutkan minum obat sekalipun Anda merasa sehat. Jangan berhenti minum obat tanpa berkonsultasi kepada dokter. Beberapa kondisi mungkin memburuk jika Anda berhenti minum obat secara tiba-tiba. Dosis mungkin harus dikurangi secara bertahap.

Beri tahu dokter jika kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan mirtazapine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Mirtazapine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis mirtazapine untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Depresi

Dosis awal: 15 mg oral sekali sehari pada jam tidur.

Dosis aturan: 15-45 mg per hari.

Bagaimana dosis mirtazapine untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak belum dipastikan. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah mirtazapine tersedia?

Tablet, oral: 7,5 mg, 15 mg, 30 mg, 45 mg.

Tablet, larut dalam mulut: 15 mg, 30 mg, 45 mg.

Efek samping Mirtazapine

Efek samping apa yang dapat dialami karena mirtazapine?

Dapatkan pertolongan medis darurat jika Anda memiliki tanda reaksi alergi: gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Laporkan gejala yang baru atau memburuk kepada dokter, seperti: perubahan mood atau kebiasaan, cemas, serangan panik, sulit tidur, atau jika merasa impulsif, mudah marah, agresif, tidak dapat diam, hiperaktif (secara mental atau fisik), lebih depresi lagi, atau berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.

Hubungi dokter segera jika mengalami efek samping serius yaitu:

  • mudah marah, berhalusinasi, demam, detak jantung cepat, refleks terlalu aktif, mual, muntah, diare, kehilangan koordinasi
  • otot sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak teratur, gemetaran
  • merasa bakal pingsan
  • demam, menggigil, tubuh terasa nyeri, gejala flu
  • sariawan dalam mulut atau bibir atau
  • sakit kepala, sulit berkonsentrasi, masalah ingatan, lesu, atau merasa goyah

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • mengantuk, pusing
  • nafsu makan bertambah
  • berat badan bertambah

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda ingin tahu tentang efek samping, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian Obat Mirtazapine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan mirtazapine?

Sebelum menggunakan mirtazapine, beri tahu dokter (dan apoteker) jika Anda:

  • alergi mirtazapine, obat-obatan lainnya, atau bahan apapun dalam tablet atau tablet yang dapat larut mirtazapine. Tanyakan dokter atau apoteker untuk daftar bahan.
  • menggunakan penghambat monoamine oksidase (MAO) seperti isocarboxazid (Marplan), linezolid (Zyvox), methylene blue, phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), dan tranylcypromine (Parnate) atau jika Anda telah berhenti menggunakan penghambat MAO dalam 14 hari. Dokter mungkin akan menyuruh Anda untuk tidak minum mirtazapine. Jika Anda berhenti minum mirtazapine, Anda harus menunggu setidaknya 14 hari sebelum mulai menggunakan penghambat MAO
  • sedang atau berencana minum obat resep dan tanpa resep, vitamin, dan suplemen nutrisi. Pastikan menyebutkan: antikoagulan (‘pengencer darah’) seperti warfarin (Coumadin, Jantoven) antidepresan seperti amitriptyline (Elavil), amoxapine (Asendin), clomipramine (Anafranil), desipramine (Norpramin), doxepin, imipramine (Tofranil), nortriptyline (Aventyl, Pamelor), protriptyline (Vivactil), dan trimipramine (Surmontil) antijamur tertentu seperti ketoconazole (Nizoral) buspirone carbamazepine (Carbatrol, Epitol, Equetro, Tegretol, dan lain-lain) cimetidine (Tagamet) diazepam (Valium) erythromycin (E.E.S., E-mycin, Erythrocin) fentanyl (Abstral, Actiq, Fentora, Onsolis, dan lain-lain) litium (Eskalith, Lithobid) obat sakit kepala migrain seperti almotriptan (Axert), eletriptan (Relpax), frovatriptan (Frova), naratriptan (Amerge), rizatriptan (Maxalt), sumatriptan (Imitrex), dan zolmitriptan (Zomig) obat HIV tertentu obat cemas dan kejang nefazodone phenytoin (Dilantin) rifampin (Rimactane, Rifadin, dalam Rifater, dalam Rifamate) sedatif selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti citalopram (Celexa), escitalopram (Lexapro), fluoxetine (Prozac, Sarafem), fluvoxamine (Luvox), paroxetine (Paxil, Pexeva), dan sertraline (Zoloft) selective serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI) seperti desvenlafaxine (Pristiq), duloxetine (Cymbalta), dan venlafaxine (Effexor) pil tidur tramadol (Ultram dan penenang. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau mengawasi Anda dengan hati-hati untuk efek samping
  • sedang menggunakan produk herbal, terutama St. John’s wort dan tryptophan
  • pernah terkena serangan jantung, tekanan darah rendah, penyakit jantung, ginjal, atau hati, atau kolesterol tinggi
  • hamil, berencana hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat sedang minum mirtazapine, hubungi dokter
  • menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri stahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang minum mirtazapine
  • harus tahu bahwa obat ini mungkin membuat Anda mengantuk. Jangan mengendarai mobil atau menjalankan mesin sampai Anda tahu bagaimana obat ini mempengaruhi Anda
  • ingat bahwa alkohol dapat membuat Anda lebih mengantuk lagi karena obat ini
  • mengalami phenylketonuria (PKU, kondisi bawaan di mana Anda harus mengikuti diet khusus untuk mencegah keterbelakangan mental), Anda harus tahu bahwa tablet yang dapat larut dalam mulut mengandung aspartame yang membentuk phenylalanine
  • harus tahu bahwa mirtazapine mungkin menyebabkan glaukoma akut (kondisi di mana cairan mendadak tersumbat dan tidak bisa mengalir keluar dari dalam mata sehingga tekanan mata meningkat dengan cepat dan parah yang mungkin mengakibatkan kehilangan penglihatan). Bicarakan dengan dokter tentang menjalani pemeriksaan mata sebelum mulai minum obat ini. Jika Anda mengalami mual, sakit mata, perubahan penglihatan, misalnya melihat cincin berwarna di sekitar cahaya, dan mata bengkak atau memerah, hubungi dokter atau daptkan perawatan medis darurat secepatnya.

Apakah mirtazapine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah mirtazapine masuk ke dalam ASI atau dapat membahayakan bayi. Jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui bayi.

Interaksi Obat Mirtazapine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan mirtazapine?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak berisi tentang semua interaksi obat yang mungkin terjadi. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) dan memberitahukannya kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Meminum obat ini dengan obat lainnya yang membuat Anda mengantuk dapat memperburuk efek ini. Tanyakan dokter sebelum minum mirtazapine dengan pil tidur, obat narkotik penghilang rasa nyeri, obat yang membuat otot rileks, atau obat cemas, depresi, atau kejang.

Beritahu dokter tentang semua obat yang Anda gunakan, dan yang mulai atau berhenti digunakan selama pengobatan dengan mirtazapine, terutama:

  • cimetidine (Tagamet)
  • diazepam (Valium)
  • ketoconazole
  • St. John’s wort
  • tramadol
  • tryptophan (kadang-kadang disebut L-tryptophan)
  • obat untuk mengobati kelainan mood, pikiran, atau gangguan mental-misalnya litium, antidepresan lainnya, atau antipsikotok
  • obat sakit kepala migrain – sumatriptan, zolmitriptan, dan sebagainya or
  • obat kejang – carbamazepine, phenytoin.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan mirtazapine?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau rokok.

  • rokok
  • etanol

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan mirtazapine?

Adanya masalah obat lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika mengalami masalah medis lainnya, terutama:

  • angina (dada sangat sesak), riwayat
  • penyakit pembuluh darah atau masalah peredaran darah
  • dehidrasi
  • serangan jantung, riwayat
  • penyakit jantung
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • hipovolemia (volume darah rendah)
  • stroke, riwayat—mungkin memperburuk efek samping
  • kelainan bipolar (kelainan mood dengan mania dan depresi)
  • glukoma (akut)
  • hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi dalam darah)
  • hiponatremia (kadar sodium rendah dalam darah)
  • mania atau hipomania, riwayat
  • kejang, riwayat—gunakan dengan hati-hati. Mungkin memperburuk kondisi.
  • penyakit ginjal, sedang atau parah
  • penyakit hati—gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat dari dalam tubuh yang lebih lambat
  • phenylketonuria (kelainan metabolisme)—Tablet yang larut dalam mulut mengandung aspartame, yang dapat memperburuk kondisi ini.

Overdosis Mirtazapine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

Pencegahan pneumonia bisa dimulai dari hal kecil, seperti menjalani pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi. Simak cara-cara mencegah pneumonia berikut ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin

Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Dengan aktivitas yang tepat, liburan hanya di rumah sekalipun bisa tetap terasa menyenangkan. Apa saja kegiatan yang bisa Anda lakukan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 25, 2020

6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

Nyeri yang menyerang kaki tentu membuat anak-anak tak nyaman dan kerap merengek. Bagaimana cara mengatasi growing pain pada anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat Mei 25, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makanan divertikulitis

Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 26, 2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang Mei 26, 2020
ommetaphobia

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 26, 2020
obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 26, 2020