Levodopa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Levodopa Obat Apa?

Untuk apa Levodopa?

Levodopa adalah obat dengan fungsi untuk mengobati penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson berhubungan dengan rendahnya tingkat zat kimia yang disebut dopamin di otak. Levodopa diubah menjadi dopamin dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar zat kimia ini.

Levodopa digunakan untuk mengobati kekakuan, tremor, kejang, dan gangguan kontrol otot pada penyakit Parkinson. Levodopa juga digunakan untuk mengobati kondisi otot yang sama ketika disebabkan oleh obat-obatan seperti klorpromazin (Thorazine), fluphenazine (Prolixin), perphenazine (Trilafon), dan lain-lain.

Levodopa juga dapat digunakan untuk tujuan selain yang tercantum dalam panduan pengobatan.

Dosis levodopa dan efek samping levodopa akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Levodopa?

Gunakan Levodopa persis seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Jika Anda tidak mengerti petunjuk penggunaannya, tanyakan kepada apoteker, perawat, atau dokter untuk menjelaskan kepada Anda.

Konsumsi setiap dosis dengan segelas penuh air.

Levodopa biasanya diminum beberapa kali sehari dengan makanan. Ikuti petunjuk dokter.

Gunakan Levodopa secara teratur untuk mendapatkan manfaat paling optimal.

Manfaat Levodopa dapat terlihat kemungkinan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Jangan berhenti menggunakan Levodopa tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda.

Dokter Anda mungkin ingin Anda untuk melakukan tes darah atau evaluasi medis lainnya selama pengobatan dengan Levodopa untuk memantau kemajuan dan adanya efek samping.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Levodopa?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Levodopa

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Levodopa untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Parkinson

Awal: 250 sampai 500 mg secara oral dua kali sehari dengan makanan.

Pemeliharaan: 3000-6000 mg / hari dalam 3 dosis yang terbagi atau lebih.

Dosis Dewasa Biasa untuk Restless Legs Syndrome

50 mg secara oral 1-2 jam sebelum tidur (diberikan dengan inhibitor dopa-dekarboksilase).

Bagaimana dosis Levodopa untuk anak-anak?

Dosis untuk anak belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Levodopa tersedia?

Tablet, Oral: 0.1g, 0.25g, 0.5g

Efek samping Levodopa

Efek samping apa yang dapat dialami karena Levodopa?

Efek samping yang dapat terjadi seperti berikut ini:

  • Gangguan GI seperti mual, muntah, anoreksia.
  • Perdarahan GI pada pasien maag.
  • Hipotensi ortostatik , aritmia jantung.
  • Gejala psikiatrik (terutama orang tua), depresi dengan atau tanpa kecenderungan bunuh diri.
  • Gerakan yang tidak normal disengaja atau diskinesia, delirium, halusinasi.
  • Meningkatnya sedikit jumlah enzim hati, BUN dan asam urat.
  • Leukopenia Transient dan trombositopenia

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Levodopa

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Levodopa?

Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda jika Anda:

  • Alergi terhadap Levodopa
  • Memiliki glaukoma sudut tertutup
  • Memiliki melanoma maligna

Apakah Levodopa aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah Levodopa akan berbahaya bagi bayi yang menyusui. Jangan menggunakan Levodopa tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda jika Anda menyusui bayi.

Interaksi Obat Levodopa

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Levodopa?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Jangan menggunakan Levodopa jika Anda telah menggunakan inhibitor monoamine oxidase (MAOI) seperti isocarboxazid (Marplan), tranylcypromine (Parnate), atau phenelzine (Nardil) dalam 2 minggu terakhir.

Antasida dapat meningkatkan efektivitas Levodopa dan menyebabkan efek samping. Tanyakan kepada dokter Anda tentang penggunaan antasida.

Katakan kepada dokter Anda jika Anda menggunakan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat yang diminum untuk mengobati tekanan darah tinggi mungkin lebih efektif bila diambil dengan Levodopa, dan tekanan darah sangat rendah dapat terjadi.

Banyak obat yang dapat menurunkan efek Levodopa. Katakan kepada dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Obat yang digunakan untuk mengobati kejang, seperti fenitoin (Dilantin), ethotoin (Peganone), dan mephenytoin (Mesantoin);
  • Papaverine (Pavabid, Cerespan, orang lain);
  • Pyridoxine atau vitamin B6;
  • Antidepresan seperti amitriptyline (Elavil), doxepin (Sinequan), nortriptyline (Pamelor), desipramine (Norpramin), dan amoxapine (Asendin); atau

Levodopa dapat mengganggu kadar gula dan keton pada tes urin diabetes. Jika Anda memiliki diabetes dan melihat adanya perubahan pada hasil tes urine Anda, bicaralah dengan dokter Anda sebelum melakukan perubahan dalam pengobatan diabetes Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Levodopa?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Levodopa?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.:

  • Segala jenis penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, arteriosclerosis, pengerasan arteri, serangan jantung sebelumnya, atau detak jantung tidak teratur;
  • Penyakit pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK);
  • Penyakit hati;
  • Penyakit ginjal;
  • Penyakit endokrin (hormon);
  • Maag perut atau usus;
  • Glaukoma sudut lebar; atau
  • Depresi atau gangguan kejiwaan lainnya

Overdosis Levodopa

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Xerostomia (Mulut Kering)

Xerostomia adalah kondisi mulut yang kering. Cari tahu gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pengobatan xerostomia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 27 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengatasi Gangguan pada Lidah Dimulai dengan Menjaga Kebersihannya

Demi menjaga kesehatan lidah, membersihkan lidah sama pentingnya dengan menggosok gigi. Simak tips menjaga kebersihan lidah di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 7 menit

8 Penyebab Lidah Bengkak Sebagai Gejala Glositis yang Paling Umum

Faktanya, ada banyak sekali penyebab lidah bengkak. Mulai dari hal-hal yang sepele, hingga tanda dari kondisi medis tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Glositis (Radang Lidah)

Jika Anda mengalami lidah bengkak, meradang, dan berubah warna, mungkin Anda mengalami penyakit glossitis. Apa penyebab dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bau mulut

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
bau mulut halitosis adalah

Bau Mulut (Halitosis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 12 menit
cara mengatasi mulut kering

10 Cara Ampuh Mengatasi Masalah Mulut Kering

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab mulut kering

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit