Kalsium Asetat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa kalsium asetat?

Kalsium asetat adalah obat untuk membantu menurunkan sekaligus mengendalikan kadar fosfat dalam darah.

Biasanya kalsium asetat diresepkan dokter untuk pasien gagal ginjal kronis stadium akhir yang menjalani cuci darah (dialisis). Dalam banyak kasus, pasien gagal ginjal kronis yang sampai diharuskan untuk cuci darah cenderung memiliki kadar fosfat yang tinggi (hiperfosfatemia).

Dengan minum obat ini, kadar fosfat penderita gagal ginjal yang semula tinggi dapat perlahan menurun. Obat ini bekerja dengan cara mengikat fosfat di usus halus dan membentuk kalsium fosfat. Kalsium fosfat dapat langsung dibuang tubuh melalui feses tanpa harus menjalani proses penyerapan di saluran pencernaan.

Pasien gagal ginjal kronis sangat rentan mengalami hiperparatiroid. Hiperparatiroid adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar paratiroid di leher menghasilkan terlalu banyak hormon paratiroid dalam aliran darah. Jika dibiarkan terus-terusan, hiperpartiroidisme dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tulang.

Bagaimana aturan pakai kalsium asetat?

Kalsium asetat hanya tersedia dengan resep dokter. Supaya obat ini dapat bekerja secara optimal, simak berbagai aturan pakai berikut ini.

Minum obat secara utuh

Jangan menghancurkan, mengunyah, atau menghisap kapsul ukuran besar atau tablet. Melakukan hal tersebut dapat melepaskan semua obat sekaligus, meningkatkan risiko efek samping.

Selain itu, jangan memecah tablet ukuran besar kecuali mereka memiliki garis bagi dan dokter atau apoteker memberitahu Anda untuk melakukannya.

Waktu minum obat

Obat ini harus diminum setelah makan. Minum segelas air putih setelahnya untuk memastikan Anda menelan semua obat.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Supaya Anda tidak lupa, minum obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Bila sewaktu-waktu lupa minum obat ini dan jeda konsumsi berikutnya masih jauh, disarankan segera melakukannya begitu ingat. Sementara jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan coba-coba untuk menggandakan dosis.

Minum sesuai dosis yang dianjurkan

Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa sepengetahuan dokter. Minum obat yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko efek samping. 

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan lebih sering daripada yang ditentukan.

Jangan berikan obat ke orang lain

Jangan memberikan obat ini ke orang lain meski mereka mengeluhkan gejala yang serupa dengan Anda. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan bagaimana tubuh mereka merespon pengobatan.

Pada prinsipnya, minum obat ini persis seperti yang dianjurkan dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label resep dan baca semua panduan pengobatan atau lembar instruksi dengan teliti. Jangan ragu untuk bertanya ke dokter bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Terakhir, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau justru semakin parah. Jika Anda memiliki pertanyaan, sebaiknya juga segera berkonsultasi ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan kalsium asetat?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis kalsium asetat untuk orang dewasa?

Setiap tablet obat ini umumnya mengandung 667 miligram (mg) kalsium.

Dosis awal yang direkomendasikan adalah 1334 mg diminum setiap makan. Rata-rata dosis yang diperlukan 2001-2668 mg setiap makan.

Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap untuk menurunkan kadar fosfor hingga jarak yang ditargetkan, asalkan pasien tidak mengalami hiperkalsemia.

Bagaimana dosis kalsium asetat untuk anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Kalsium asetat bisa saja berbahaya bagi anak-anak.

Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Sebenarnya dosis obat untuk orang dewasa dan anak-anak mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menentukan dosis obat yang cocok berdasarkan kadar fosfat dalam darah pasien serta respon mereka terhadap pengobatan.

Maka dari itu, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Dalam dosis apakah kalsium asetat tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet.

Efek Samping

Apa saja efek samping kalsium asetat yang mungkin terjadi?

Sama seperti obat-obat pada umumnya, obat satu ini juga berpotensi menimbulkan efek samping dari ringan hingga berat. Beberapa efek samping yang paling umum dan sering dikeluhkan pasien di antaranya:

  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Diare
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan menurun
  • Rasa tidak enak di mulut, seperti rasa logam
  • Mual dan muntah
  • Meras haus terus
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Berat badan turun
  • Tampak bingung atau linglung
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Anda juga sebaiknya segera berobat ke dokter bila mengalami reaksi alergi yang parah. Mulai dari gatal-gatal di sekujur tubuh, sesak napas hingga kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan kalsium asetat?

Sebelum menggunakan obat ini, beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

Alergi

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau masalah lainnya.

Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui informasi lebih jelasnya.

Riwayat penyakit tertentu

Beri tahu dokter atau apoteker tentang kondisi Anda yang sebenarnya.

Hal ini termasuk bila Anda pernah atau sedang memiliki penyakit seperti:

  • Kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi (hiperkalsemia)
  • Batu ginjal
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kadar magnesium dalam darah rendah (hipomagnesemia)
  • Kadar fosfat dalam darah rendah (hipofosfatemia)

Obat-obatan tertentu

Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep, dan produk herbal).

Tes darah secara rutin

Untuk memastikan bahwa obat ini tidak menyebabkan efek yang berbahaya, Anda mungkin perlu melakukan tes darah secara berkala.

Anda juga mungkin perlu menjalani  X-ray untuk memeriksa penumpukan kalsium di sekitar sendi atau jaringan lunak lainnya. Silakan konsultasi ke dokter untuk informais lebih lanjut.

Perhatikan asupan makanan

Dokter dapat merancang pola makan yang cocok dengan kondisi Anda. Mungkin akan ada beberapa makanan yang harus Anda hindari supaya pengobatan bisa berjalan lebih optimal.

Hamil dan menyusui

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter Anda.

Apakah kalsium asetat aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Kalsium asetat termasuk sebagai risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan kalsium asetat?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Sejumlah obat yang mungkin dapat berinteraksi negatif dengan obat ini di antaranya:

  • Antasida (kecuali dokter Anda memperbolehkannya)
  • Antibiotik seperti ciprofloxacin (Cipro), moxifloxacin (Avelox), atau levofloxacin (Levaquin) dalam waktu 2 jam sebelum atau 6 jam setelah Anda mengonsumsi kalsium asetat.
  • Antibiotik seperti doksisiklin (Doryx, Oracea), minocycline (Solodyn), atau tetrasiklin dalam 1 jam sebelum Anda mengonsumsi kalsium asetat.
  • Levothyroxine (Synthroid, Levothroid) dalam waktu 4 jam sebelum atau 4 jam setelah Anda mengonsumsi kalsium asetat.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan kalsium asetat?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan kalsium asetat?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alergi terhadap kalsium asetat atau suplemen kalsium lainnya
  • Hiperkalsemia
  • Batu ginjal
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah rendah
  • Kadar magnesium dalam darah rendah
  • Kadar fosfat dalam darah rendah
  • Kehamilan dan menyusui

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

    Cimino merupakan salah satu prosedur dalam proses cuci darah (hemodialisis). Apa itu cimino dan bagaimana prosedurnya dilakukan? Simak artikel berikut.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

    Hemodialisis dan CAPD adalah dua metode pencucian darah yang sering digunakan untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, manakah yang lebih baik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit

    Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

    Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

    Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

    Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    komplikasi pneumonia

    Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit
    vaksin untuk pasien ginjal

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    risiko efek covid-19 pasien cuci darah

    Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit