Interferon Alfacon-1

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Interferon Alfacon-1 Obat Apa?

Untuk apa interferon alfacon-1?

Interferon alfacon-1 umumnya digunakan untuk mengobati infeksi virus hepatitis C jangka panjang pada pasien usia 18 tahun atau lebih. Obat ini juga dapat digunakan untuk gangguan lain yang ditentukan oleh dokter. Interferon Alfacon-1 adalah Interferon. Cara kerja Interferon Alfacon-1 melawan virus hepatitis C belum diketahui persisnya seperti apa. Kemungkinan langsung membunuh virus, mencegah reproduksi virus, atau mengubah pertahanan alami tubuh terhadap virus.

Bagaimana cara penggunaan interferon alfacon-1?

Gunakan Interferon Alfacon-1 sesuai arahan dokter. Periksa label obat mengenai instruksi penggunaan dosis yang tepat. Interferon Alfacon-1 dilengkapi dengan Panduan Pengobatan. Bacalah dengan cermat. Bacalah setiap kali Anda membeli isi ulang Interferon Alfacon-1.

Jika Anda akan menggunakan Interferon Alfacon-1 di rumah, penyedia layanan kesehatan akan mengajarkan Anda cara menggunakannya. Pastikan Anda memahami cara penggunaan Interferon Alfacon-1. Ikuti prosedur yang diajarkan ketika Anda menggunakan dosis. Hubungi dokter jika Anda memiliki pertanyaan.

Jangan mengocok obat sebelum digunakan. Interferon Alfacon-1 sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan sebelum digunakan. Jangan menggunakan Interferon Alfacon-1 jika mengandung partikel, berwarna keruh atau berubah warna, atau jika botol retak atau rusak. Tanyakan pada dokter setiap pertanyaan yang Anda miliki tentang cara penggunaan Interferon Alfacon-1.

Bagaimana cara penyimpanan interferon alfacon-1?

Taruh Interferon Alfacon-1 di dalam lemari es, antara 2-8° C) jangan dibekukan. Merek lain obat ini kemungkinan memiliki metode penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan Pakai Interferon Alfacon-1

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis interferon alfacon-1 untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Hepatitis C kronis

Kurang dari 75 kg: Interferon Alfacon-1 15 mcg subkutan sekali sehari ditambah Ribavirin 1000 mg/hari secara oral dalam 2 dosis terbagi selama 48 minggu.

75 kg atau lebih: Interferon Alfacon-1 15 mcg subkutan sekali sehari ditambah ribavirin 1200 mg/hari secara oral dalam 2 dosis terbagi selama 48 minggu.

Bagaimana dosis interferon alfacon-1 untuk anak-anak?

Interferon Alfacon-1 tidak boleh digunakan pada anak kurang dari 18 tahun, keamanan dan efektivitas obat ini pada anak-anak belum diketahui.

Dalam dosis apakah interferon alfacon-1 tersedia?

Injeksi 9 mcg per 0,3 ml

Injeksi 15 mcg per 0,5 ml

Dosis Interferon Alfacon-1

Efek samping apa yang dapat dialami karena interferon alfacon-1?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan Interferon Alfacon-1 dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti:

  • depresi berat, perilaku agresif, atau keinginan untuk menyakiti diri sendiri
  • demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, gejala flu
  • mudah memar, perdarahan yang tidak biasa (pada hidung, mulut, vagina, atau anus)
  • merasa seperti akan pingsan
  • jantung berdebar atau tidak menentu
  • peningkatan buang air kecil, rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil
  • diare yang disertai darah
  • batuk dengan lendir kuning atau hijau, merasa sesak napas
  • nyeri dada, nyeri yang menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, rasa sakit pada umumnya
  • mati rasa tiba-tiba atau kelemahan, sakit kepala, kebingungan, atau masalah penglihatan, berbicara, atau keseimbangan
  • memburuknya gejala liver seperti sakit perut parah, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • pankreatitis (sakit parah pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, disertai mual dan muntah, detak jantung meningkat)
  • gangguan tiroid (sulit berkonsentrasi, merasa terlalu panas atau terlalu dingin, perubahan berat badan)
  • gula darah tinggi (haus meningkat, nafas beraroma buah, buang air kecil meningkat, mengantuk, kulit kering, mual, dan muntah)

Efek samping yang tidak begitu serius, antara lain meliputi:

  • perubahan suasana hati, perasaan mudah tersinggung, gugup, atau cemas
  • sakit kepala ringan, merasa lelah
  • mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada tangan atau kaki
  • nyeri sendi atau otot, sakit punggung
  • nyeri perut ringan atau mual, diare
  • penurunan berat badan atau rambut rontok

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping Interferon Alfacon-1

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan interferon alfacon-1?

Sebelum pemberian Interferon Alfacon-1, sebaiknya Anda:

  • hubungi dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Interferon Alfacon-1, Interferon Alfa, produk turunan E. Coli, atau obat-obatan lain.
  • hubungi dokter dan apoteker mengenai obat resep/nonresep yang Anda gunakan, termasuk Carbamazepine (Tegretol); Kloramfenikol (Chlormycetin), obat-obatan yang mengandung emas (Auranofin [Ridaura], Aurothioglucose [(Solganol]), obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti agen Kemoterapi, Penicillamine (Cuprimine, Depen), Fenilbutazon, fenitoin (Dilantin), obat sulfa, obat tiroid, AZT (Retrovir), serta vitamin atau produk herbal.
  • beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit jantung, hati, ataupun autoimun, transplantasi organ, depresi atau penyakit kejiwaan, kelainan darah, diabetes, masalah tiroid, tekanan darah tinggi, atau masalah penglihatan.
  • hubungi dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk menjadi hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan interferon alfacon-1, hubungi dokter Anda.
  • jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Interferon Alfacon-1.

Apakah Interferon alfacon-1 aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai untuk menentukan risiko penggunaan pengobatan pada wanita selama kehamilan atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam kategori risiko kehamilan D.

A=tidak berisiko,

B=tidak berisiko pada beberapa studi,

C=mungkin ada risiko,

D=terbukti positif berisiko,

X=kontraindikasi,

N=tidak diketahui

Belum ada studi yang memadai mengenai penggunaan obat ini pada wanita untuk menentukan risiko terhadap janin ketika menggunakan obat selama menyusui. Pertimbangkan terlebih dahulu mengenai manfaat serta risiko sebelum menggunakan obat ini selama menyusui.

Peringatan dan Perhatian Obat Interferon Alfacon-1

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan interferon alfacon-1?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • telbivudine, karena risiko masalah saraf (neuropati perifer) akan meningkat
  • vaksin rotavirus, hidup

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Interferon Alfacon-1?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Interferon Alfacon-1?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • angina (nyeri dada yang parah)
  • masalah perdarahan
  • masalah sumsum tulang (misalnya, anemia aplastik, neutropenia, trombositopenia)
  • masalah mental atau depresi
  • diabetes
  • retinopati diabetik (masalah mata yang disebabkan oleh diabetes)
  • gangguan penglihatan (misalnya, perdarahan, retinopati)
  • serangan jantung
  • penyakit jantung atau pembuluh darah
  • masalah irama jantung (misalnya, aritmia)
  • hiperglikemia (gula darah tinggi)
  • hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • hipertensi retinopati (masalah mata disebabkan oleh peningkatan tekanan darah)
  • hipertrigliseridemia (lemak tinggi atau trigliserida dalam darah)
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • idiopathic thrombocytopenic ourpura (gangguan autoimun)
  • masalah usus (misalnya kolitis)
  • penyakit ginjal
  • penyakit hati (misalnya sirosis)
  • penyakit paru-paru atau masalah pernapasan lainnya (misalnya, PPOK, Interstitial Pneumonitis, Pneumonia, Sarkoidosis)
  • transplantasi organ,
  • psoriasis (penyakit kulit)
  • rheumatoid arthritis
  • stroke
  • Sistemik Lupus Erythematosus (SLE) (gangguan sistem kekebalan tubuh)
  • penyakit tiroid
  • sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya kanker, infeksi HIV). Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk.
  • autoimun hepatitis (radang hati)
  • penyakit hati dekompensasi
  • penyakit ginjal
  • anemia sel sabit (gangguan sel darah merah)
  • thalassemia mayor (kelainan darah genetik). Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • infeksi. Kemungkinan akan menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.

Interaksi Obat Interferon Alfacon-1

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

    Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Jika Anda seharian tidak lepas dengan HP, wajar bila Anda kemudian merasakan sakit tangan dan jari. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

    Bagaimana Punya Harapan Membuat Lebih Sehat dan Bahagia?

    Harapan tak hanya memberikan motivasi untuk bertahan di situasi yang sulit, tapi juga memberikan manfaat untuk kesehatan dan kebahagiaan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

    Direkomendasikan untuk Anda

    potong rambut salon covid-19

    Potong Rambut di Salon Saat COVID-19 Ada Aturannya, Lho!

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    fungsi air untuk ginjal

    Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    makan di luar rumah saat pandemi

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    bayi 6 bulan susah bab

    Ibu Harus Paham, Ini Penyebab Bayi 6 Bulan Susah BAB

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020