Fordesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa fordesia digunakan?

Fordesia adalah obat berbentuk tablet yang termasuk ke dalam kelompok obat neurodegeneratif, yaitu obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan otak. Kandungan bahan aktif yang terdapat di dalam obat ini adalah donepezil. Obat ini termasuk ke dalam obat resep, jadi jangan membelinya jika tanpa resep dari dokter.

Fordesia bekerja dengan cara menghambat enzim dan mengembalikan keseimbangan zat kimia alami (neurotransmitter) di dalam otak. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi masalah ingatan seperti demensia, Alzheimer, pikun, dan lupa ingatan. Namun, harus diingat bahwa penggunaan obat ini hanya membantu meningkatkan kerja fungsi otak atau membantu meringankan gejala penyakit pada pasien, bukan menyembuhkan penyakit secara keseluruhan.

Bagaimana cara penggunaan fordesia?

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan saat mengonsumsi fordesia, yaitu:

  • Fordesia lebih baik dikonsumsi sebelum tidur, satu kali dalam satu hari.
  • Fordesia boleh dimakan saat perut kosong atau saat Anda sudah mengisi perut dengan makanan.
  • Jangan mengunyah, membelah, atau menghancurkan obat.
  • Telan obat ini secara utuh dan bantu agar bisa tertelan dengan segelas air.

Bagaimana cara penyimpanan fordesia?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyimpan obat, di antarany adalah sebagai berikut.

  • Simpan obat ini di suhu ruangan.
  • Jauhkan obat dari ruangan dengan suhu yang lembap.
  • Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari.
  • Jauhkan obat ini dari anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan menyimpan obat ini di dalam kulkas atau dibekukan di dalam freezer.
  • Jangan menyimpan obat ini di dalam kamar mandi.
  • Jika obat ini sudah tidak digunakan lagi, buang obat ini sesuai dengan prosedur pembuangan obat yang tepat.
  • Jika obat sudah kedaluwarsa, buang obat ini.
  • Jika Anda ragu mengenai cara pembuangan obat, tanyakan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat,

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis fordesia untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk Alzheimer

Dosis awal yang diberikan adalah 5 miligram (mg) sekali sehari pada malam hari sebelum tidur. Dosis ini boleh ditingkatkan menjadi 10 mg pasien sudah menggunakan obat ini dalam dosis 5 mg selama 4-6 minggu.

Sementara, jika pasien menderita Alzheimer pada tingkatan yang sudah parah, pasien boleh menggunakan dosis 23 mg jika sudah terbiasa menggunakan dosis 10 mg selama setidaknya 3 bulan.

Tetapi, bukan berarti dosis yang lebih besar, 10 mg, akan lebih besar pengaruhnya terhadap perubahan fungsi otak daripada menggunakan dosis yang lebih kecil, 5mg. Dosis ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien.

Bagaimana dosis fordesia untuk anak-anak?

Dosis fordesia untuk anak-anak belum ditentukan. Anda mungkin harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker jika hendak menggunakan obat ini pada anak-anak.

Pada dosis apa fordesia tersedia?

Fordesia tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 5 mg.

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi jika mengunakan fordesia?

Efek samping yang mungkin terjadi jika Anda menggunakan obat ini adalah sebagai berikut:

  • detak jantung melemah
  • kejang
  • muntah terus-menerus tak berhenti
  • sulit buang air bahkan tidak buang air sama sekali
  • masalah pernafasan
  • perdarahan pada area perut, seperti feses berwarna gelap atau berdarah, batuk darah, atau muntahan yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • tubuh rasanya hendak pingsan

Jika efek samping yang telah disebutkan di atas Anda alami, segera hentikan penggunaan obat ini. Namun, ada juga efek samping ringan dan lebih sering muncul, di antaranya:

  • mual dan muntah
  • diare
  • kehilangan nafsu makan
  • nyeri otot
  • insomnia
  • mudah merasa lelah

Peringatan & Pencegahan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan fordesia?

Beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini adalah:

  • Selalu ikuti instruksi dokter saat menggunakan obat ini.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti gangguan ginjal, gangguan ritme jantung, asma, dan riwayat kejang.
  • Beri tahu dokter Anda jika memiliki masalah atau kesulitan saat mengunyah obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, sedang berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Jangan melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti mengemudi atau kegiatan sejenis lainnya.
  • Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini, atau kandungan zat aktif di dalamnya, yaitu donepezil.

Apakah fordesia aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Masih belulm ditemukan penelitian yang memadai mengenai efek fordesia untuk ibu hamil, janin, ibu menyusui dan anak yang disusui. Namun, obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisiko

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian

C=Mungkin berisiko

D=Ada bukti positif dari risiko

X=Kontraindikasi

N=Tidak diketahui

Sementara, belum diketahui apakah obat ini dapat keluar melalui Air Susu Ibu (ASI). Maka dari itu ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter Anda, apakah obat ini masih aman digunakan jika Anda sedang menyusui. Pertimbangkan manfaat dan risiko penggunaannya.

Interaksi

Apa saja obat yang dapat berinteraksi dengan fordesia?

Beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan fordesia, antara lain:

  • Advair (fluticasone)
  • amiodarone
  • Aricept (donepezil)
  • Benadryl (difenhidramin)
  • Crestor (rosuvastatin)
  • diazepam
  • Lasix (furosemide)
  • modafinil
  • oksibutinin
  • fenobarbital

Tidak semua jenis interaksi obat yang dapat terjadi dengan fordesia tercantum di dalam artikel ini. Interaksi obat yang terjadi mungkin dapat mengubah cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping obat. Catat semua daftar obat yang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, vitamin, dan obat-obatan herbal. Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaannya.

Makanan dan alkohol apa saja yang dapat berinteraksi dengan fordesia?

Obat-obatan tertentu tidak dapat sebaiknya dibiarkan berinteraksi dengan fordesia. Sebab, interaksi yang terjadi mungkin mengubah cara kerja atau manfaat obat, bahkan meningkatkan risiko efek samping yang mungkin terjadi. Hindari pula penggunaan alkohol dan tembakau mengingat kedua zat ini juga dapat berinteraksi dengan berbagai obat-obatan.

Kondisi kesehatan apa saja yang dapat berinteraksi dengan fordesia?

Ada tujuh kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan fordesia, di antaranya adalah:

  • bradikardia
  • otot pelapis bronkus pada paru-paru mengencang
  • tukak lambung
  • penyakit jantung koroner
  • penyakit Parkinson
  • kejang
  • kelenjar tiroid terlalu aktif

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan bila overdosis?

Gejala overdosis yang mungkin muncul dari penggunaan fordesia adalah sebagai berikut.

  • lemah otot
  • mengeluarkan air liur terus-menerus
  • pandangan mata menjadi buram
  • berkeringat
  • mual dan muntah parah
  • kesulitan bernafas
  • pingsan
  • kejang

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Bagaimana bila saya melewatkan satu dosis obat ini?

Jika Anda tidak sengaja terlupa untuk mengonsumsi salah satu dosis obat ini, lupakan dosis yang terlupa dan minum dosis berikutnya sesuai dengan jadwal rutin Anda. Namun, jika Anda melupakan penggunaan dosis hingga tujuh hari berturut-turut, segera konsultasikan kepada dokter sebelum Anda mulai menggunakan obat ini lagi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

Obat alzheimer pengobatan alzheimer

4 Jenis Obat Alzheimer yang Diandalkan untuk Meringankan Gejala Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 10 April 2018 . Waktu baca 4 menit
aricept

Aricept

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 20 April 2016 . Waktu baca 11 menit
Memantine

Memantine

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 1970 . Waktu baca 10 menit