Floctafenine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Floctafenine Obat Apa?

Untuk apa floctafenine?

Floctanine digunakan untuk penggunaan jangka pendek dalam mengatasi nyeri akut dengan tingkat keparahan ringan dan sedang.

Bagaimana cara penggunaan floctafenine?

Minum obat ini dengan mulut, biasanya setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan dengan segelas penuh air (8 ons atau 240 mililiter) atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Jangan berbaring selama setidaknya 10 menit setelah minum obat ini. Untuk membantu mencegah sakit perut, minum obat ini dengan makanan atau setelah makan.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko perdarahan lambung dan efek samping lainnya, minum obat ini pada dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin. Jangan meningkatkan dosis, gunakan lebih sering, atau menggunakan untuk waktu yang lebih lama dari yang ditentukan. Jangan meminum lebih dari 1200 miligram per hari kecuali diarahkan oleh dokter Anda. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter atau apoteker.

Jika Anda menggunakan obat ini untuk sakit kepala migrain dan rasa sakit tidak kunjung reda, atau jika memburuk setelah dosis pertama, segera beri tahu dokter Anda.

Jika Anda meminum obat ini berdasarkan kebutuhan saja (bukan pada jadwal rutin), ingat bahwa obat penghilang rasa sakit bekerja terbaik jika mereka digunakan langsung saat tanda-tanda pertama dari nyeri terjadi. Jika Anda menunggu sampai gejala memburuk, obat mungkin tidak bekerja dengan baik.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tetap atau memburuk atau jika Anda mengalami gejala baru.

Bagaimana cara penyimpanan floctafenine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Floctafenine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis floctafenine untuk orang dewasa?

Oral

Pereda sakit

Dewasa: Hingga 1,2 g sehari terbagi dalam beberapa dosis

Lansia: Kurangi dosis.

Bagaimana dosis floctafenine untuk anak-anak?

Floctafenine tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak.

Dalam dosis apakah floctafenine tersedia?

Tablet, Oral: 200 mg

Efek samping Floctafenine

Efek samping apa yang dapat dialami karena floctafenine?

Efek samping termasuk:

  • gangguan pencernaan
  • efek  CNS
  • reaksi hipersensitivitas
  • kelainan darah
  • nefrotoksisitas
  • hematuria
  • edema
  • pankreatitis
  • epidermal toksik
  • alveolitis
  • sindrom Stevens-Johnson
  • photosensitivity
  • eosinofilia paru

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian Obat Floctafenine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan floctafenine?

Sebelum meminum floctafenine, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi untuk itu; atau aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, naproxen, celecoxib); atau jika Anda memiliki alergi lain. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lainnya. Bicaralah dengan apoteker Anda untuk lebih jelasnya.

Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Sebelum menggunakan obat ini, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki:

  • asma sensitive terhadap aspirin (riwayat kesulitan bernapas dengan hidung berair/tersumbat setelah meminum aspirin atau NSAID lainnya)
  • penyakit ginjal berat
  • penyakit perut aktif /tukak usus/perdarahan
  • penyakit jantung berat  (misalnya, gagal jantung berat, penyakit jantung koroner, iskemik kardiomiopati)
  • penyakit hati

Apakah floctafenine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Kita usia subur mensyaratkan bahwa kemungkinan manfaat dari obat harus dipertehamilan: Karena asam floctafenic melintasi penghalang plasenta, penggunaan pada wanimbangkan terhadap risiko yang mungkin terjadi pada ibu dan janin.

Laktasi: Telah terbukti bahwa asam floctafenic sedikit disekresi dalam ASI. Oleh karena itu, penggunaan floctafenine pada wanita yang menyusui tidak dianjurkan.

Interaksi Obat Floctafenine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan floctafenine?

Obat anti-inflamasi diketahui secara luas terikat serum albumin. Hal ini dapat menyebabkan interaksi dengan antikoagulan, sulfonilurea, agen hipoglikemik, sulfonamid, fenitoin, lithium dan agen kemoterapi tertentu seperti methotrexate. Oleh karena itu, hati-hati ketika obat ini digunakan secara bersamaan.

Floctafenine dapat menyebabkan retensi air dan karena itu dapat mengganggu diuretik dalam pengobatan hipertensi.

Penggunaan bersamaan dengan asam asetilsalisilat menghasilkan penurunan konsentrasi serum puncak dari obat anti-inflamasi dan sedikit meningkat di pembersihan dan waktu reaksi. Signifikansi klinis dari perubahan ini tidak diketahui.

Pada pasien yang menerima terapi steroid di waktu bersamaan, setiap pengurangan dosis steroid harus bertahap untuk menghindari komplikasi yang mungkin menyebabkan penarikan steroid mendadak.

Tidak ada interaksi dengan antasida yang telah diamati.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan floctafenine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan floctafenine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyakit ginjal
  • diabetes  tidak terkontrol
  • masalah perut/usus/kerongkongan lainnya (misalnya, mulas, kolitis ulserativa, penyakit Crohn)
  • penyakit jantung (misalnya, gagal jantung kongestif, riwayat serangan jantung)
  • tekanan darah tinggi
  • stroke
  • pembengkakan  dari pergelangan kaki/kaki/tangan
  • kehilangan berat badan, kekurangan air (dehidrasi)
  • kelainan darah  (misalnya, anemia)
  • perdarahan /masalah pembekuan
  • asma
  • pertumbuhan di hidung (polip hidung)
  • gangguan autoimun  (misalnya, lupus, penyakit jaringan ikat)

Overdosis Floctafenine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

https://myhealth.alberta.ca/health/medications/pages/conditions.aspx?hwid=fdb1186

Yang juga perlu Anda baca

Suka Batuk-batuk Setelah Berolahraga? Ini Alasannya

Pernahkah Anda mengalami batuk setelah berolahraga, padahal tidak sedang terkena flu atau pilek? Ini beberapa kondisi yang mungkin jadi penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Bukan hanya kejenuhan yang melanda, ternyata saat-saat karantina di rumah juga bisa berdampak pada berat badan Anda yang naik.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 29/05/2020

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Faktor usia memang lazim memengaruhi perubahan gairah seksual seseorang sehingga berpotensi mengganggu keintiman bercinta.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Tercatat ada puluhan bayi tertular COVID-19 di Indonesia. Seberapa besar risiko bayi baru lahir untuk terinfeksi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 28/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Benarkah Tubuh Anak yang Minum Pengganti Susu Sapi Lebih Pendek?

Benarkah Tubuh Anak yang Minum Pengganti Susu Sapi Lebih Pendek?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020