Ethambutol

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ethambutol Obat Apa?

Untuk apa Ethambutol?

Ethambutol adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Ethambutol digunakan dengan obat lain untuk mengobati tuberculosis (TB).

Antibiotik ini hanya mengobati infeksi bakteri. Antibiotik ini tidak akan bekerja untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus seperti flu dan pilek biasa. Penggunaan yang tidak sesuai dan penyalahgunaannya dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas obat.

Penggunaan lain: Bagian ini berisi manfaat obat ini yang tidak disebutkan pada label profesional yang diterima namun mungkin dapat diresepkan oleh dokter.

Obat ini juga dapat digunakan dengan obat lain untuk mengobati infeksi serius MAC (mycobacterium avium complex). Obat ini juga dapat digunakan dengan obat lain untuk mencegah infeksi MAC agar tidak kembali menyerang pada penderita HIV tingkat lanjut.

Dosis ethambutol dan efek samping ethambutol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Ethambutol?

Anda dapat mengonsumsi obat ini menggunakan mulut sebelum maupun sesudah makan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diresepkan oleh dokter.

Apabila Anda mengonsumsi juga obat-obatan antasid yang mengandung aluminum, maka konsumsilah obat ini setidaknya 4 jam sebelum obat antasid tersebut.

Dosis yang diresepkan berdasarkan usia, berat badan, kondisi medis, dan respon Anda terhadap pengobatan. Antibiotik bekerja paling baik saat konsumsinya dilakukan secara konstan. Maka dari itu, konsumsilah obat ini pada jarak waktu yang seimbang. Untuk membantu Anda mengingat, konsumsi obat tepat pada waktu yang sama setiap harinya.

Lanjutkan mengonsumsi obat ini (dan obat TB lain) sampai seluruh jumlah obat yang diresepkan habis, meskipun gejala nya telah hilang. Menghentikan konsumsi obat terlalu dini atau meloncati jadwal dosis akan menyebabkan bakteri berlanjut tumbuh yang dapat menyebabkan infeksi dapat kembali dan kemudian infeksi tersebut menjadi lebih sulit ditangani (resistan). Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Ethambutol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Ethambutol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ethambutol untuk orang dewasa?

Untuk tuberculosis pada orang dewasa:

Dosis awal: 15 mg oral sekali sehari untuk 6 sampai 8 minggu bersamaan dengan terapi isoniazid.

Dosis lanjutan: 25 mg oral sekali sehari selama setidaknya 60 hari bersamaan dengan setidaknya satu obat anti-TB lain. Setelah 60 hari, kurangi dosis menjadi 15mg oral sekali sehari.

Sebagai alternatif dosis sekali sehari, dosis 40mg oral dua kali perminggu atau 30 mg oral 3 kali per minggu dapat juga dilakukan. Dosis ini biasanya diikuti oleh 2 minggu terapi harian. Aturan ini memungkinkan terapi yang diobservasi secara langsung.

Untuk pengobatan infeksi Mycobacterium avium-intracellulare pada orang dewasa:

900 mg oral sekali sehari. Pengobatan AVI pulmonary termasuk clarithomycin dan 2-4 obat lain seperti ethambutol, rifampi, clofazimine, dan/atau obat lain. Durasi pengobatan ini selama 18-24 bulan.

Pengobatan MAI yang menyebar terdiri dari klaritromisin untuk azitromisin dan 1-3 obat lain seperti ethambutol, clofazamine, ciprofloxacin, ofloxacin, rifampisin, rifabutin, atau amikasin. Selama respon klinis dan mikrobiologis didokumentasikan, terapi harus dilanjutkan seumur hidup.

Untuk pengobatan infeksi Mycobacterium avium-intracellulare – Profilaksis15 mg oral sekali sehari digunakan dengan kombinasi terapi claritromisin atau azitromisin. Terapi harus dilakukan seumur hidup.

Bagaimana dosis Ethambutol untuk anak-anak?

Dosis pediatrik biasa untuk tuberkulosis – aktif 

Anak usia lebih dari 13 tahun:Pengobatan awal: 15 mg oral sekali sehari selama 6 sampai 8 minggu bersamaan dengan terapi isoniazid.Pengobatan kembali: 25 mg oral sekali sehari selama 60 hari bersamaan dengan setidaknya satu obat anti-TB lain. Setelah 60 hari, kurangi dosis sampai 15 mg oral sekali sehari.Sebagai alternatif untuk dosis harian tunggal, dosis 40 mg oral dua kali seminggu atau 30 mg oral 3 kali seminggu. Ini umumnya diikuti oleh 2 minggu terapi setiap hari. Aturan ini memungkinkan terapi yang diobservasi secara langsung.

Dosis Pediatrik untuk Mycobacterium avium-intracellulare – Pengobatan 

Anak lebih dari 13 tahun:900 mg oral sekali sehari. Pengobatan AVI paru terdiri dari klaritromisin dan 2-4 obat lain seperti ethambutol, rifampisin, klofazimin, dan/atau agen lainnya. Pengobatan tersebut biasanya berjalan selama 18 sampai 24 bulan.Pengobatan MAI tersebar terdiri dari clarithromycin atau azithromycin dan 1-3 obat lain seperti ethambutol, klofazimin, ciprofloxacin, ofloxacin, rifampisin, rifabutin, atau amikasin. Selama respon klinis dan mikrobiologis didokumentasikan, terapi harus dilanjutkan seumur hidup.

Dosis Pediatric untuk Mycobacterium avium-intracellulare – Profilaksis 

Anak berusia lebih dari 13 tahun:15 mg oral sekali sehari. Digunakan dalam terapi kombinasi dengan klaritromisin atau azitromisin. Terapi harus dilanjutkan seumur hidup.

Dalam dosis apakah Ethambutol tersedia?

Ethambutol tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:Tablet, Oral, sebagai hidroklorida: 100 mg, 400 mg.

Efek samping Ethambutol

Efek samping apa yang dapat dialami karena Ethambutol?

Apabila Anda mengalami efek samping di bawah ini, hentikan konsumsi Ethambutol dan cari pertolongan darurat segera atau hubungi dokter Anda dengan segera:

  • Reaksi alergi (sulit bernapas; penutupan tenggorokan; pembengkakan bibir, lidah, atau muka, atau pinggang)
  • Perubahan penglihatan (seperti pandangan kabur, kebutaan penglihatan warna merah-hijau)
  • Gatal
  • Mati rasa atau sensasi geli pada jemari tangan, jemari kaki, tangan, atau kaki
  • Kebingungan, disorientasi, atau halusinasi atau
  • Demam

Efek samping lain yang tidak terlalu serius juga dapat mengenai, lanjutkan mengonsumsi ethambutol dan bicarakan dengan dokter apabila Anda mengalami:

  • Perut menegang, mual, muntah, sakit perut, atau menurunnya nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Pusing ringan
  • Memburuknya asam urat
  • Nyeri sendi

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Ethambutol

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Ethambutol?

Sebelum menggunakan etambunol,

  • Beri tahukan dokter dan apoteker apabila Anda memiliki alergi Ethambutol atau obat-obatan lain
  • Beri tahukan dokter dan apoteker obat-obatan resep dan non-resep apa saja yang sedang Anda konsumsi, khususnya antasid dan vitamin. Antasid yang bersatu dengan Ethambutol dapat menyebabkan daya kerja obat ini menjadi kurang efektif. Konsumsi Ethambutol 1 jam atau 2 jam setelah antasid
  • Beri tahukan dokter apabila Anda memiliki atau pernah memiliki gangguan ginjal, sendi jempol, atau gangguan mata seperti katarak
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang hamil atau berencana hamil, atau sedang menyusui. Apabila Anda hamil saat mengonsumsi Ethambutol, hubungi dokter

Apakah Ethambutol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Penelitian menemukan bahwa proses konsumsi obat ini memiliki risiko kecil pada bayi saat disusui.

Interaksi Obat Ethambutol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ethambutol?

Meskipun beberapa obat-obatan tidak boleh digunakan secara bersamaan sama sekali, pada kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama meskipun terdapat interaksi yang terjadi. Pada kasus ini, dokter mungkin akan dapat mengganti dosis, atau pencegahan risiko lainnya mungkin dibutuhkan. Saat Anda mengonsumsi obat ini, sangat penting dokter mengetahui apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan di bawah ini. Interaksi di bawah ini telah dipilih berdasarkan potensi kepentingannya dan tidak selalu semuanya inklusif.

Menggunakan obat ini dengan jenis-jenis obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko pada suatu efek samping tertentu, namun menggunakan kedua obat tersebut mungkin menjadi pengobatan terbaik bagi Anda. Apabila kedua oat-obatan diresepkan bersamaan, dokter akan mengubah dosis atau frekuensi Anda mengonsumsi salah satu atau kedua obat tersebut:

  • Aluminum Distearate
  • Aluminum Hydroxyde
  • Dihydroxyaluminum Aninoacetate
  • Dihydroxyaluminum Sodium Carbonate
  • Magaldrate

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ethambutol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ethambutol?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Artritis tulang jempol kaki. Ethambutol dapat menyebabkan atau memperburuk gangguan atritis tulang jempol kaki
  • Gangguan ginjal. Pasien dengan penyakit ginjal dapat juga mengalami efek samping lain
  • Neuritis optik atau kerusakan saraf mata. Ethambutol dapat menyebabkan atau memperburuk kerusakan mata

Overdosis Ethambutol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Tapi taukah Anda jika setelah diminum, ternyata ampas teh pun dapat dimanfaatkan untuk perawatan wajah? Bagaimana caranya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Kecantikan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kram Otot

    Kram otot biasanya merupakan kejang atau mengencangnya otot pada betis secara tiba-tiba. Apa gejala, penyabab kram otot dan bagaimana cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    dampak COVID-19 pada laki-laki

    Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    cara mencapai multiorgasme

    7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    COVID-19 gangguan pendengaran

    Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit