Ertapenem

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ertapenem Obat Apa?

Untuk apa ertapenem?

Ertapenem umumnya digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Ertapenem termasuk sebagai antibiotik jenis carbapenem dan bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Bagaimana cara penggunaan ertapenem?

Ertapenem diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya satu kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon Anda terhadap pengobatan.

Jika Ertapenem disuntikkan pada otot, ikuti petunjuk yang diberikan pada perusahaan obat dalam mencampur dengan larutan 1% lidocaine. Jangan suntikkan obat ini pada pembuluh vena.

Jika Anda menggunakan Ertapenem di rumah, ikuti prosedur yang telah diajarkan oleh penyedia medis Anda. Sebelum penggunaan, periksa produk ini jika Ertapenem mengandung partikel atau berubah warna, atau kemasan retak atau rusak, jangan digunakan.

Antibiotik bekerja paling efektif jika kadar obat pada tubuh berada pada level yang konstan. Gunakan obat ini pada interval yang sama.

Lanjutkan penggunaan obat ini sampai periode pengobatan yang diresepkan selesai, bahkan jika gejala telah hilang setelah beberapa hari. Berhenti menggunakan obat terlalu dini dapat menyebabkan bakteri kembali bertumbuh dan infeksi kembali terjadi.

Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik atau bahkan memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan ertapenem?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan Pakai Ertapenem

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis ertapenem untuk orang dewasa?

Dosis umum dewasa untuk infeksi intraabdominal

Komplikasi: 1 gram IV atau IM satu kali sehari selama 5 sampai 14 hari

Dosis umum dewasa untuk infeksi pelvis

1 gram IV atau IM satu kali sehari selama 3 sampai 10 hari

Dosis umum dewasa untuk pneumonia

Community-acquired: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Rekomendasi total durasi pengobatan antibiotik adalah 10 sampai 14 hari, termasuk kemungkinan konversi menjadi terapi oral, setidaknya 3 hari terapi parenteral dan setelah peningkatan kondisi medis.

Dosis umum dewasa untuk pyelonephritis

1 gram IV atau IM satu kali sehari

Rekomendasi total durasi pengobatan antibiotik adalah 10 sampai 14 hari, termasuk kemungkinan konversi menjadi terapi oral, setidaknya 3 hari terapi parenteral dan setelah peningkatan kondisi medis.

Dosis umum dewasa untuk infeksi kulit atau jaringan lunak

Komplikasi: 1 gram IV atau IM satu kali sehari selama 7 sampai 14 hari

Rekomendasi total durasi pengobatan antibiotik untuk infeksi diabetes pada kaki tanpa osteomyelitis adalah sampai 28 hari, termasuk kemungkinan konversi menjadi terapi oral.

Dosis umum dewasa untuk infeksi saluran kemih

1 gram IV atau IM satu kali sehari

Rekomendasi total durasi pengobatan antibiotik adalah 10 sampai 14 hari, termasuk kemungkinan konversi menjadi terapi oral, setidaknya 3 hari terapi parenteral dan setelah peningkatan kondisi medis.

Dosis umum dewasa untuk infeksi prophylaxis

Prophylaxis pada infeksi area operasi mengikuti elective colorectal surgery: 1 gram IV satu kali, satu jam sebelum sayatan operasi

Bagaimana dosis ertapenem untuk anak-anak?

Dosis umum pediatrik untuk infeksi intraabdominal

Komplikasi infeksi:

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 5 sampai 14 hari

Dosis umum pediatrik untuk infeksi pelvis

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 3 sampai 10 hari

Dosis umum pediatrik untuk pneumonia

Community-acquired:

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 10 sampai 14 hari

Dosis umum pediatrik untuk pyelonephritis

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 10 sampai 14 hari

Dosis umum pediatrik untuk infeksi kulit atau jaringan lunak

Komplikasi:

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 7 sampai 14 hari

Dosis umum pediatrik untuk infeksi saluran kemih

Komplikasi:

3 bulan sampai 12 tahun: 15 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam

Dosis maksimum: 1g/hari

13 tahun ke atas: 1 gram IV atau IM satu kali sehari

Durasi: 10 sampai 14 hari

Dalam dosis apakah ertapenem tersedia?

Ertapenem tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

Solution Reconstituted, Injection: 1 g

Solution Reconstituted, Intravenous: 1 g

Dosis Ertapenem

Efek samping apa yang dapat dialami karena ertapenem?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki efek samping serius, seperti:

  • demam
  • ruam, memar, mati rasa, nyeri, lemah otot
  • kehilangan keseimbangan atau koordinasi, kesulitan berjalan
  • tremor, otot berkedut dan kaku
  • kejang
  • diare yang berair atau berdarah

Efek samping ringan meliputi:

  • mual ringan atau diare, sembelit
  • gatal atau keluarnya cairan pada vagina
  • sakit kepala
  • nyeri, kemerahan, bengkak ringan pada area yang disuntik.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping Ertapenem

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan ertapenem?

Sebelum menggunakan suntikan Ertapenem,

  • beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap Ertapenem; antibiotik carbapenem lainnya seperti imipenem/cilastatin (Primaxin), doripenem (Doribax), atau meropenem (Merrem); anestesi lokal seperti bupivacaine (Marcaine), etidocaine (Duranest), lidocaine, mepivacaine (Carbocaine, Prolocaine), atau prilocaine (Citanest); cephalosporins seperti cefaclor (Ceclor), cefadroxil (Duricef), atau cephalexin (Keflex), beta-lactam antibiotik lainnya seperti penicillin atau amoxicillin (Amoxil, Trimox, Wymox), obat-obatan lainnya atau salah satu komposisi pada Ertapenem. Tanyakan pada apoteker atau periksa informasi dari produsen untuk daftar komposisi
  • beri tahu dokter dan apoteker obat-obatan apa saja yang sedang Anda gunakan, termasuk vitamin. Pastikan Anda menyebutkan obat-obatan seperti: probenecid (Probalan) or valproic acid (Depakene, Depakote). Dokter Anda dapat mengubah dosis obat dan memantau efek samping pada Anda.
  • beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami lesi otak, kejang, atau penyakit ginjal
  • beri tahu dokter jika Anda sedang atau merencanakan kehamilan atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat menggunakan Ertapenem.

Apakah ertapenem aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Peringatan dan Perhatian Obat Ertapenem

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan ertapenem?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Valproic Acid

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Probenecid
  • Tacrolimus

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan ertapenem?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan ertapenem?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyakit otak
  • diare
  • kejang atau memiliki sejarah—Gunakan dengan hati-hati. Dapat memperburuk kondisi.
  • penyakit ginjal—Efek dari Ertapenem dapat meningkat akibat pembuangan obat yang lambat dari tubuh. 

Interaksi Obat Ertapenem

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis dapat meliputi:

  • mual
  • diare
  • pusing

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Efektif Minyak Kelapa untuk Mengobati Infeksi Jamur Kulit?

Kandungan minyak kelapa dipercaya mampu mengobati infeksi jamur. Namun, benarkah minyak kelapa bisa digunakan sebagai obat infeksi jamur? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Infeksi Melalui Makanan 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Beberapa Orang Bisa Sulit Diambil Darahnya?

Grogi menghadapi jarum suntik bisa menyulitkan prosesnya. Selain itu, beberapa hal lain bisa membuat Anda susah ambil darah. Simak juga tips mudahnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kelainan Darah Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Apakah Boleh Mandi Saat Sedang Demam?

Banyak orang yang ragu apakah boleh mandi saat sakit karena takut memperparah kondisinya. Jadi, apa boleh mandi saat sedang sakit demam?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Obat dan Tips Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan pasti membuat perut jadi tidak enak. Adakah obat beserta cara mengatasi gangguan sistem pencernaan yang aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kondom dipakai dua kali

Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
sensory play

Aktivitas Smell Sensory Play, Latih Si Kecil Bermain Sambil Belajar

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
kantong teh celup bekas untuk mata

7 Manfaat Kantong Teh Celup Bekas untuk Mata (Plus Cara Pakainya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
menelan dahak

Saat Batuk, Lebih Baik Menelan atau Mengeluarkan Dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit