Eplerenone

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Eplerenone Obat Apa?

Untuk apa eplerenone?

Obat ini umumnya digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain untuk mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan menghalangi zat kimia (aldosteron) dalam tubuh Anda dan menurunkan jumlah natrium dan air tubuh agar stabil. Dengan menurunkan tekanan darah tinggi, Anda dapat mencegah stroke, serangan jantung dan masalah ginjal. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit gagal jantung kongestif yang terjadi setelah serangan jantung.

Bagaimana cara penggunaan eplerenone?

Minum obat ini sekali atau dua kali sehari sebelum atau setelah Anda makan, atau seperti yang dianjurkan oleh dokter Anda. Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Dosis obat diberikan berdasarkan pada kondisi medis (tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif), hasil uji laboratorium, dan respon Anda terhadap terapi.  Normalnya, hasil dari penggunaan obat ini memerlukan waktu hingga 4 minggu untuk sepenuhnya menurunkan tekanan darah Anda.
Penting untuk diingat bahwa Anda harus terus mengonsumsi obat ini bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa sakit.

Bagaimana cara penyimpanan eplerenone?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Eplerenone

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis eplerenone untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif pasca-miokard infark:

Dosis awal: 25 mg diminum sekali sehari. Dosis harus dititrasi ke dosis target 50 mg sekali sehari sebaiknya dalam waktu 4 minggu.

Bagaimana dosis eplerenone untuk anak-anak?

Obat ini harus diberikan dengan sangat hati-hati pada Anak usia dibawah 4 tahun; keamanan dan efektivitas obat ini pada anak-anak belum dikonfirmasi.

Dalam dosis apakah eplerenone tersedia?

Tablet, diminum: 25 mg, 50 mg

Efek samping Eplerenone

Efek samping apa yang dapat dialami karena eplerenone?

Efek samping yang sering terjadi adalah sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, sakit perut, banyak berkeringat, mengantuk, kelelahan, mulut kering, gas, dan sakit perut, gejala batuk atau flu seperti demam, menggigil, kelelahan yang tidak biasa.

Cari bantuan medis jika Anda mengalami tanda-tanda dari reaksi alergi seperti gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan wajah Anda, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti berikut:

  • kalium tinggi (denyut jantung yang lambat, denyut nadi lemah, lemah otot, perasaan geli), atau
  • kalium rendah (kebingungan, denyut jantung tidak teratur, rasa haus yang ekstrim, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman di kaki, otot lemah atau perasaan lemas).

Efek samping yang tidak terlalu serius seperti:

  • diare, sakit perut
  • batuk
  • pusing
  • perasaan lelah
  • demam, menggigil, nyeri tubuh, timbul gejala flu
  • perdarahan di vagina; payudara bengkak atau nyeri.

Tidak semua orang mengalami efek berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Eplerenone

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan eplerenone?

Sebelum memulai pengobatan, Anda sebaiknya memberi tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap eplerenone, salah satu bahan dari obat ini, atau terhadap obat lain.

Jangan minum obat ini jika Anda sedang menggunakan amilorid (Midamor), amiloride dan hidroklorotiazid (Moduretic), itrakonazol (Sporanox), ketoconazole (Nizoral), suplemen kalium, spironolactone (aldactone), spironolactone dan hidroklorotiazid (Aldactazide), triamterene (Dyrenium), atau triamterene dan hidroklorotiazid (Dyazide, Maxzide).

Beri tahu dokter dan apoteker mengenai obat dengan resep atau tanpa resep apa saja yang Anda minum beserta vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda sedang atau ingin minum terutama angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor seperti benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), lisinopril (Prinivil, Zestril), dan quinapril (Accupril); angiotensin II antagonis reseptor seperti eprosartan (Teveten), irbesartan (Avapro), losartan (Cozaar), olmesartan (Benicar), dan valsartan (Diovan); aspirin dan obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) lain seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn); cimetidine (Tagamet); klaritromisin (Biaxin); danazol (Danocrine); delavirdine (Rescriptor); diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac); eritromisin (E.E.S., E-Mycin, Erythrocin); flukonazol (Diflucan); fluoxetine (Prozac, Sarafem); fluvoxamine (Luvox); HIV protease inhibitor seperti indinavir (Crixivan), ritonavir (ritonavir), dan saquinavir (Fortovase, Invirase); isoniazid (INH, Nydrazid); lithium (Eskalith, Lithobid); metronidazole (Flagyl); nefazodone (Serzone); troleandomycin (TAO); verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan); dan zafirlukast (Accolate).

Beri tahu dokter produk herbal apa yang sedang Anda gunakan, terutama St John’s Wort.
Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, sedang dalam proses hamil, atau saat menyusui. Jangan menyusui saat meminum obat ini. Jika Anda hamil sewaktu meminum obat, hubungi dokter Anda.

Apakah eplerenone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Eplerenone

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan eplerenone?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Amiloride
  • Clarithromycin
  • Cobicistat
  • Idelalisib
  • Itraconazole
  • Ketoconazole
  • Nefazodone
  • Nelfinavir
  • Potassium
  • Ritonavir
  • Spironolactone
  • Triamterene
  • Troleandomycin

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Alacepril
  • Arsenic Trioxide
  • Benazepril
  • Captopril
  • Carbamazepine
  • Ceritinib
  • Cilazapril
  • Dabrafenib
  • Delapril
  • Enalaprilat
  • Enalapril Maleate
  • Erythromycin
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Fluconazole
  • Fosinopril
  • Imidapril
  • Lisinopril
  • Mitotane
  • Moexipril
  • Nilotinib
  • Pentopril
  • Perindopril
  • Piperaquine
  • Primidone
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Saquinavir
  • Siltuximab
  • Spirapril
  • Temocapril
  • Trandolapril
  • Trimethoprim
  • Verapamil
  • Zofenopril

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Licorice

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan eplerenone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan eplerenone?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • diabetes dengan mikroalbuminuria atau
  • hiperkalemia (kadar kalium yang tinggi dalam darah) atau
  • penyakit ginjal yang parah  tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi ini
  • penyakit ginjal. Gunakan obat ini dengan hati-hati. Efek dapat meningkat karena pengeluaran zat sisa obat dari tubuh lambat.

Overdosis Eplerenone

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Gejala overdosis antara lain:

  • pingsan
  • pusing
  • penglihatan kabur
  • sakit perut
  • kesemutan di lengan dan kaki
  • hilangnya otot
  • perasaan lemas atau berat di kaki
  • kebingungan
  • kekurangan energi
  • kulit dingin dan berwarna abu-abu
  • denyut jantung tidak teratur atau lambat

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Masalah makan kerap dialami oleh anak, terutama anak penyandang autisme. Bahkan, anak penyandang autisme disebut lebih berisiko mengalami gangguan makan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi, bahkan sekalipun Anda cuma makan satu porsi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan menjadi sahabat

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
kecerdasan emosional terlalu tinggi

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020