Capecitabine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Capecitabine Obat Apa?

Untuk apa Capecitabine digunakan?

Capecitabine adalah obat yang berfungsi untuk mengobati beberapa tipe kanker, seperti kanker payudara dan kanker usus. Obat capecitabine adalah obat yang tergolong dalam obat-obatan kelas kemoterapi sitotoksik (cytotoxic chemotherapy) yang akan memperlambat atau mematikan pertumbuhan sel kanker dan menyusutkan ukuran tumor.

Biasanya obat ini diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi lainnya atau bahkan terapi radiasi. Hal ini tergantung dengan kondisi masing-masing pasien.

Bagaimana cara penggunaan Capecitabine?

Selalu ikuti aturan yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bacalah panduan obat dan Brosur Informasi Pasien yang disediakan apotek, jika ada, sebelum Anda mendapatkan obat ini dan setiap kali Anda membeli ulang. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker.

Anda akan diresepkan obat oral yang diminum 2 kali sehari tiap pagi dan malam, atau sesuai dengan petunjuk dokter. Dianjurkan untuk minum obat ini dengan satu gelas air mineral (240 ml) 30 menit setelah makan. Tablet harus ditelan penuh. Dilarang membelah atau menghancurkan tablet.

Capecitabine umumnya diminum setiap hari selama 2 minggu, kemudian dihentikan selama 1 minggu. Jadwal pemberian dosis dapat diulang sesuai petunjuk dokter.

Jika Anda sedang mengonsumsi produk antasid yang mengandung alumunium atau magnesium, gunakan capecitabine 2 jam sebelum atau sesudahnya. Kandungan kedua mineral tersebut dapat memengaruhi cara tubuh Anda menyerap capecitabine.

Dosis selalu diberikan berdasarkan berat badan, kondisi kesehatan, dan bagaimana Anda merespon terapi. Anda mungkin diharuskan untuk mengonsumsi capecitabine dalam ukuran yang berbeda. Perhatikan selalu dosis yang diresepkan untuk Anda dan ukuran tablet untuk memastikan Anda mendapat takaran dosis yang tepat

Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan ini melebihi dosis yang sudah ditentukan oleh dokter Anda. Memperbanyak dosis tidak menjamin kecepatan proses penyembuhan, dan akan meningkatkan risiko efek samping.

Capecitabine dapat diserap kulit. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan untuk mengonsumsi obat ini.

Bagaimana cara penyimpanan Capecitabine?

Cara penyimpanan terbaik saat menggunakan obat capecitabine adalah dengan disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.  

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Capecitabine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Capecitabine untuk orang dewasa?

Dosis akan disesuaikan dengan masing-masing penyakit yang diderita.

Kanker payudara

Bagi pasien yang kankernya telah menyebar dan kebal terhadap obat kemoterapi paclitaxel dan anthracycline, maka dosis yang dibutuhkan adalah 1.250 mg/m2 diminum 2 kali sehari (pagi dan malam.

Obat ini dikonsumsi selama 2 minggu yang diikuti oleh 1 minggu periode istirahat setelah siklus 3 minggu pengobatan. Minum obat ini dengan satu gelas air mineral (240 ml) 30 menit setelah makan.

Dosis 1.000 mg/m2 yang  diminum 2 kali sehari (pagi dan malam; setara hingga 2.000 mg/m2 dosis harian maksimum) selama 2 minggu, diikuti oleh 1 minggu periode istirahat juga dapat dijalankan sebagai alternatif.

Kanker usus

Saat pasien menjalani terapi fluoropyrimidine, maka dosis capecitabine adalah 1.250 mg/m2 diminum 2 kali sehari (pagi dan malam; setara hingga 2.500 mg/m2 dosis harian maksimum). Obat ini digunakan selama 2 minggu yang diikuti oleh 1 minggu periode istirahat setelah siklus 3 minggu pengobatan. Minum obat ini dengan satu gelas air mineral (240 ml) 30 menit setelah makan.

Sementara, dosis alternatifnya sebesar 1.000 mg.m2 yang  diminum 2 kali sehari (pagi dan malam; setara hingga 2.000 mg/m2 dosis harian maksimum) selama 2 minggu, diikuti oleh 1 minggu periode

Bagaimana dosis Capecitabine untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Capecitabine tersedia?

Bentuk sediaan dari obat Capecitabine adalah tablet minum dengan dosis 150 mg dan 500 mg.

Efek samping Capecitabine

Efek samping apa yang dapat dialami karena Capecitabine?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Eek samping yang umum terjadi ketika menggunakan obat capecitabine adalah:

  • Mual, hilang nafsu makan, sakit perut
  • Diare parah
  • Feses berwana hitam, berdarah, atau bertekstur cair dan lengket
  • Batuk berdarah
  • Muntahan bertekstur kasar seperti bubuk kopi
  • Demam
  • Tubuh  terasa tidak enak dan ngilu
  • lebam atau pendarahan
  • sariawan dalam mulut atau di bibir;
  • Kulit memucat
  • Cepat lelah
  • Kulit terasa lunak, sakit, kemerahan, lecet, bengkak atau mengelupas.
  • Pembengkakan
  • Jaundice (kulit dan mata kuning)

Sementara efek samping lain dari capecitabine adalah:

  • Sembelit
  • Iritasi kulit ringan
  • Rasa kebas atau menggelitik pada tangan atau kaki

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Capecitabine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Capecitabine?

Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi capecitabine jika Anda alergi terhadap capecitabine atau fluorouracil (Adrucil), atau jika Anda mengidap:

  • Penyakit ginjal akut
  • Gangguan metabolisme defisiensi DPD (dihydropyrimidine dehydrogenase)

Untuk memastikan capicetabine aman untuk Anda konsumsi, informasikan kepada dokter atau apoteker jika Anda memiliki kondisi di bawah ini:

Apakah Capecitabine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

A= Tidak berisiko

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian

C=Mungkin berisiko

D=Ada bukti positif dari risiko

X=Kontraindikasi

N=Tidak diketahui

Interaksi Obat Capecitabine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Capecitabine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, dokter mungkin tidak akan menganjurkan Anda untuk meneruskan pengobatan menggunakan obat di bawah ini atau mengubah resep obat sesuai kebutuhan Anda.

  • Rotavirus Vaccine, Live
  • Tegafur

Pada beberapa kasus, mungkin akan dibutuhkan untuk mengonsumsi buspirone bersamaan dengan obat-obatan lain. Jika obat-obatan ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Vaksin adenovirus tipe 4, Live
  • Vaksin adenovirus tipe 7, Live
  • Vaksin flu
  • Vaksin penyakit gondongan
  • Vaksin campak
  • Vaksin virus rubela
  • Vaksin cacar air
  • Vaksin tifoid
  • Vaksin virus varicella
  • Warfarin
  • Vaksin hepatitis

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Fosphenytoin
  • Leucovorin
  • Levoleucovorin
  • Phenytoin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Capecitabine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Capecitabine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alergi 5-fluorouracil
  • Penyakit ginjal akut
  • Gangguan metabolisme defisiensi DPD (dihydropyrimidine dehydrogenase)—Dilarang digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Penyakit jantung koroner, pernah mengidap—Capecitabine dapat meningkatkan risiko efek samping
  • Dehidrasi
  • Penyakit ginjal stadium ringan dan sedang
  • Penyakit hati—Capecitabine dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda
  • Infeksi—Capecitabine dapat melemahkan sistem imun untuk melawan infeksi

Overdosis Capecitabine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis termasuk:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Deman, kedinginan, sakit tenggorokan, tanda-tanda infeksi lainnya
  • Feses berwarna hitam atau bertekstur lengket dan cair
  • Muncul lebam dan pendarahan;
  • Mudah lelah dan letih

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Psoriasis Vulgaris

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah jenis psoriasis yang paling umum. Ketahui seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Manfaat minum kopi untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, di antara es kopi atau kopi panas, mana yang lebih sehat? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis gutata adalah

Psoriasis Gutata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit