Angioten

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Angioten digunakan?

Angioten adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini mengandung Losartan Kalium, yang termasuk obat golongan angiotensin II receptor antagonist. 

Sifat obat ini mirip dengan obat ACE inhibitor. Bedanya, obat ini tidak menimbulkan batuk kering persisten yang merupakan efek samping paling umum dari obat-obatan ACE inhibitor. Batuk ini terjadi karena induksi obat, sehingga akan sembuh ketika pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Biasanya batuk-batuk sembuh dalam waktu 1-4 hari setelah terapi dihentikan, tapi bisa juga memakan waktu lebih lama. Karena alasan inilah, obat ini merupakan alternatif bagi pasien yang tidak bisa menggunakan obat-obatan Ace Inhibitor akibat terus mengalami batuk-batuk. 

Selain mengobati tekanan darah tinggi, obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah stroke pada pasien dengan penyakit jantung. Dokter juga dapat meresepkan obat ini untuk memperlambat kerusakan ginjal pada orang dengan diabetes tipe 2 yang memiliki tekanan darah tinggi. 

Obat ini bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah supaya tidak mengalami penyumbatan atau penyempitan. Hal ini memungkinkan tekanan darah menurun secara perlahan dan aliran darah pun berjalan lebih lancar.

Bagaimana aturan pakai Angioten?

Angioten termasuk obat keras sehingga hanya tersedia dalam resep dokter. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Anda tidak dianjurkan untuk menghancurkan, menghaluskan, atau mengunyah obat karena cara tersebut dapat mengurangi efektivitasnya dan mencegah efek samping yang berbahaya. Sebaiknya, telat obat secara utuh dengan segelas air putih. 

Bila dokter meresepkan obat dalam bentuk sirup, gunakan sendok ukur yang ada di dalam kemasan produk. Jadi, bukan sendok makan biasa. Bila tidak tersedia sendok ukurnya, tanyakan pada apoteker atau dokter.

Pastikan Anda minum obat sesuai dosis yang dianjurkan, Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat karena dapat memengaruhi kinerjanya dalam tubuh. Dosis obat mungkin dapat berbeda-beda pada setiap orang. Itu sebabnya, jangan berikan obat ini kepada orang lain meski mereka punya gejala yang mirip dengan Anda. 

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Supaya Anda tidak lupa, minum obat ini di waktu yang sama setiap hari. Bila sewaktu-waktu lupa minum obat ini dan jeda konsumsi berikutnya masih jauh, disarankan segera melakukannya begitu ingat. Sementara jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan coba-coba untuk menggandakan dosis.

Meski Anda merasa sudah sehat, tetap minum obat sampai batas waktu yang ditentukan dokter. Pasalnya, tekanan darah tinggi sering kali tidak memunculkan gejala yang berarti. Anda mungkin tidak merasakan sakit atau gejala apa pun yang menyiksa saat tekanan darah terlalu tinggi.

Tekanan darah dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. Maka dari itu, untuk memantau perkembangan pengobatan Anda, rutinlah memeriksakan tekanan darah saat berkunjung ke dokter.

Anda juga sebaiknya segera berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak juga membaik atau malah semakin parah. Semakin cepat diobati maka pengobatannya akan semakin mudah. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang lebih ampuh dan aman untuk membantu mengendalikan penyakit Anda. 

Pada prinsipnya, minum obat obat jenis apa pun sesuai dengan yang diresepkan dokter atau yang tertera pada label kemasan produk. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke apoteker atau dokter bila Anda belum paham betul tentang aturan pakai obat ini. 

Bagaimana cara menyimpan Angioten?

Obat  paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. 

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis Angioten untuk dewasa?

Untuk mengatasi hipertensi, dosis obat umumnya 50 miligram (mg) setiap hari. Bila diperlukan, dosis dapat ditambah hingga 100 mg untuk diminum sehari sekali. Penambahan dosis disesuaikan dengan respon pasien terhadap pengobatan.

Sementara untuk mengatasi kerusakan ginjal akibat diabetes melitus, dosis awal yang diberikan biasanya sebanyak 50 mg dan akan meningkat hingga 100 mg setiap harinya. Lagi-lagi, peningkatan dosis ini disesuaikan dengan respon tekanan darah pasien. 

Pada pasien dengan gagal jantung ringan, dosis obat dapat diberikan sekitar 12,5 mg setiap harinya. Maksimal dosis yang dapat diberikan adalah 150 mg per hari. 

Sebetulnya setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis yang berbeda. Pemberian dosis biasanya diberikan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, serta respon pasien terhadap pengobatan.

Dokter mungkin akan mengubah dosis obat untuk memastikan bahwa Anda mendapat takaran yang tepat. Anda tetap harus minum obat sesuai yang diresepkan meski dokter mengubah dosis obat hingga beberapa kali.

Pastikan untuk tidak mengonsumsi obat lebih banyak ataupun lebih sedikit dari yang dianjurkan. Selain menurunkan efektivitas obat, hal tersebut juga dapat meningkatkan efek samping. 

Berapa dosis Angioten untuk anak-anak?

Pada anak usia 6 sampai 18 tahun yang punya berat badan dari 20 kg sampai 50 kg, dosis obat yang diberikan biasanya sekitar 0,7 mg/kg. Dosis maksimal yang aman untuk anak-anak mencapai 50 mg sekali sehari. 

Pemberian dosis obat pada anak-anak disesuaikan dengan usia dan berat badan mereka. Dokter juga akan menyesuaikan dosis obat berdasarkan respon tekanan darah mereka. Silakan konsultasi ke dokter untuk mengetahui dosis pasti obat ini yang aman untuk anak-anak. 

Dalam dosis dan sediaan apa Angioten tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut selaput dengan kekuatan 50 mg.

Efek Samping

Apa efek samping Angioten yang mungkin terjadi?

Sama seperti obat lainnya, obat ini juga berpotensi menimbulkan efek samping dari yang ringan hingga parah. Beberapa efek samping paling umum dan sering dikeluhkan orang di antaranya:

  • Pusing
  • Sakit kepala ringa
  • Badan lemas dan tidak bertenaga
  • Tekanan darah rendah
  • Dada terasa sakit
  • Sakit perut
  • Kram dan nyeri otot
  • Nyeri punggung dan kaki
  • Sulit tidur 
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar-debar
  • Diare
  • Batuk
  • Gejala seperti ingin sakit flu seperti hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan demam

Obat ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah (syok anafilaktif) yang memunculkan gejala khas seperti:

  • Ruam kemerahan di kulit
  • Gatal-gata di sebagian atau sekujur tubuh
  • Susah napas
  • Bengkak di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan

Bila Anda mengalami reaksi alergi parah seperti yang sudah disebutkan di atas, segera hentikan pengobatan dan berobat ke dokter. Anda juga sebaiknya segera pergi ke dokter apabila mengalami satu atau beberapa efek samping berikut:

  • Sensasi nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Kulit tampak lebih pucat
  • Napas pendek atau dangkal
  • Denyut jantung cepat
  • Kliyengan
  • Sulit konsentrasi
  • Kadar kalium di dalam darah tinggi (hiperkalemia) yang ditandai dengan denyut jantung lambat, nadi lemah, dan otot lemah
  • Perasaan akan pingsan

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Angioten?

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya beri tahu dokter jika:

  • Anda punya alergi terhadap Angioten atau obat golongan angiotensin II receptor antagonist lainnya. 
  • Anda punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes melitus, gagal jantung, penyakit ginjal, atau penyakit hati.
  • Anda sedang rutin minum obat resep, obat nonresep, suplemen kalium, atau obat herbal.
  • Anda sedang hamil dan menyusui. 

Penting juga diketahui bahwa obat ini dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala ringan. Maka dari itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin besar sampai efek obat benar-benar hilang. Anda juga sebaiknya berhati-hati ketika akan bangun dari berbaring atau duduk. Posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri. 

Apakah Angioten aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Keamanan obat ini untuk ibu hamil, menyusui, serta bayi masih belum diketahui. Sebab, tidak ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa obat ini aman untuk berbagai kondisi tersebut. Maka dari itu, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun. Apalagi jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. 

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Dikarenakan obat ini masuk kategori D, sebaiknya hindari mengonsumsi obat ini bila Anda sedang hamil. Jika Anda baru saja hamil, segera hentikan konsumsinya dan segera beri tahu dokter. Sebab, obat ini bisa menyebabkan cedera atau kematian janin terlebih jika diminum selama trimester kedua atau ketiga.

Sementara untuk ibu menyusui, belum ada bukti jelas apakah obat ini membahayakan bayi atau tidak. Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif, jangan minum obat ini sembarangan atau tanpa seizin dokter.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Angioten?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

 Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi negatif dengan Angioten, yaitu:

  • Aspirin atau NSAID lainnya (obat anti-inflamasi non-steroid) seperti ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), celecoxib, diklofenak, indometasin, meloxicam, dan lain-lain
  • Diuretik atau “pil air”
  • Lithium
  • Celecoxib
  • Obat tekanan darah seperti aliskiren

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Angioten?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Angioten?

Sejumlah kondisi medis yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat Angioten di antaranya:

  • Diabetes mellitus
  • Gagal jantung bawaan parah
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati, termasuk sirosis
  • Memiliki kadar elektrolit yang tidak seimbang misalnya kalium atau natrium dalam tubuh yang terlalu tinggi atau rendah

Mungkin ada penyakit lainnya yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, penting memberi tahu dokter seputar semua riwayat kesehatan Anda selama pemeriksaan. Dengan begitu, dokter dapat menentukan obat jenis lainnya yang sesuai dengan kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat medis (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, biasanya mereka akan mengalami gejala khas seperti:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Hipertensi Resisten, Kondisi saat Anda Kebal Obat Hipertensi

    Beberapa orang bisa tidak merespon efek obat hipertensi yang digunakannya selama ini. Jenis hipertensi kebal obat ini disebut dengan hipertensi resisten.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 25 April 2018 . Waktu baca 6 menit

    Apakah Boleh Minum Obat Pakai Teh?

    Suka minum obat dengan teh? Baiknya segera hentikan kebiasaan ini. Pasalnya, beberapa obat dapat berinteraksi dengan zat di dalam teh. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

    9 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Minum Obat Pengencer Darah

    Obat pengencer darah biasanya diberikan pada orang dengan riwayat penyakit jantung. Sebelum menggunakannya, ada banyak hal yang harus diperhatikan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

    Obat-obatan yang Dapat Meningkatkan Risiko Anda Terkena Penyakit Lupus

    Belum jelas apa yang menjadi penyebab lupus sebenarnya. Namun beberapa obat resep dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit autoimun ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
    Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hipertensi emergensi

    Kondisi Hipertensi Emergensi dan Urgensi yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit
    obat bisoprolol adalah obat tekanan darah tinggi

    Bisoprolol

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2018 . Waktu baca 9 menit
    obat dengan efek samping mudah jatuh

    Daftar Obat yang Efek Sampingnya Membuat Tubuh Goyah dan Mudah Jatuh

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit
    hipertensi maligna

    Mengenal Hipertensi Maligna, Saat Tekanan Darah Melesat Naik Dengan Cepat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2018 . Waktu baca 7 menit