Nama Generik: Metronidazole Merek: Biatron, Dazolin, Farnat, Flagsol, Flagyl IV, Flagyl/Flagyl Forte, Fortagyl, Metrolet, Metronidazole Ikapharmindo, Progyl/Progyl Infus Prog, Promuba, Rindozol, Ronazol, Trichodazol, Trogyl, Vadazol, Anmerob, Corsagyl, Dimedazol, Dumozol, Fladex, Grafazol, Metrofusin, Metrol, Metronidazole Fima, Metronidazole Fresenius, Metronidazole Indo Farma, Metronidazole OGB Dexa, Molazol 500, Nidazole, Sotroz, Supplin, Tismazol, Trogiar, Vagizol, Velazoldanmetronidazole-obat-antibiotik.

Penggunaan

Untuk apa Metronidazole?

Metronidazole adalah antibiotik untuk mengobati berbagai infeksi akibat bakteri. Obat ini tergolong dalam kelas antibiotik yang dikenal dengan nitroimidazoles. Cara kerja metronidazole adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan protozoa.

Antibiotik seperti metronidazole tidak akan berpengaruh pada infeksi viral seperti demam dan influenza. Mengonsumsi antibiotik yang tidak diperlukan berisiko semakin rentannya tubuh Anda terhadap infeksi yang kebal terhadap pengobatan antibiotik di kemudian hari. Gunakan obat ini sesuai dengan instruksi dokter Anda.

Metronidazole juga bisa digunakan sebagai kombinasi dengan obat anti-ulcer untuk mengobati jenis penyakit lambung tertentu.

Dosis metronidazole dan efek samping metronidazole akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Metronidazole?

Anda dapat meminum metronidazole dengan dibarengi oleh makanan atau segelas air mineral atau susu untuk menghindari mual. Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan bagaimana Anda merespon terapi.

Antibiotik bekerja optimal saat kadar obat-obatan dalam tubuh Anda berada dalam kondisi stabil. Dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam rentang waktu yang seimbang.

Konsumsi obat ini sampai habis sesuai masa konsumsi yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Menghentikan dosis terlalu dini berisiko kembalinya infeksi akibat semakin berkembangnya bakteri dan protozoa dalam tubuh.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Jika kondisi kesehatan Anda tidak membaik, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Metronidazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Metronidazole untuk orang dewasa?

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita infeksi bakteri anaerob:

Intravena

  • Infus loading: 500 mg dalam 100 ml (sediaan 5mg/ml) dengan kecepatan 5ml/menit tiap 8 jam. Atau, 15 mg/kgBB IV dalam 1 jam, dilanjutkan 7.5 mg/kgBB dalam 1 jam, diulang tiap 6 jam. Substitusi ke sediaan oral secepatnya.
  • Dosis maksimal: 4 gr/hari

Oral

  • Dosis awal 800 mg, dilanjutkan 400 mg tiap 8 jam. Atau, 7.5 mg/kgBB tiap 6-8 jam.
  • Dosis maksimal: 4 gr/hari
  • Lama pengobatan biasanya 7 hari, namun menyesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi.

 

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita amebiasis:

  • Infeksi usus: 800 mg, tiga kali sehari selama 5 hari
  • Infeksi ekstra-usus: 800 mg, tiga kali sehari selama 5-10 hari
  • Dosis maksimal: 2.4 gr/hari

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Pseudomembranous:

  • Colitis: ringan sampai sedang clostridium difficile infection (CDI): 500 mg 3 kali sehari
  • CDI parah, komplikasi: 500 mg IV setiap 8 jam

Dosis metronidazole untuk dewasa menjelang bedah Prophylaxis:

  • Dosis awal sebelum pembedahan: 500 mg sebelum pembedahan dan diulang tiap 8 jam. Atau, 15 mg/kg IV infus selama 30-60 menit dan selesai sekitar 1 jam sebelum operasi
  • Dosis setelah pembedahan: 7.5 mg/kg IV infus selama 30-60 menit setelah 6 dan 12 jam dosis awal

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Trichomoniasis:

Regimen 1 hari: 2 g dosis tunggal

Regimen 7 hari regimen:

  • 200 mg 3 kali sehari selama 7 hari terus menerus, atau
  • 400 mg dua kali sehari 5-7 hari penuh

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Helicobacter Pylori:

  • 400 mg, 2 kali sehari dikombinasi dengan antibiotik lainnya dan PPI atau 400 mg, 3 kali sehari, bila diberikan bersamaan dengan amoksisilin dan omeprazol. Pengobatan awal diberikan selama 1 minggu.

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Bacterial Vaginosis:

  • Regimen 1 hari: 2 g dosis tunggal
  • Regimen 7 hari regimen: 400 mg dua kali sehari 5-7 hari penuh
  • Gel topikal 0.75%: aplikasikan pada area intravagina sekali sehari atau dua kali sehari selama 5 hari

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Aspiration Pneumonia:

  • Infus, Dosis loading: 15 mg/kg IV
  • Oral: 7.5 mg/kg setiap 6 jam

 

Dosis metronidazole untuk dewasa penderita Giardiasis:

  • 2 gr sekali sehari selama 3 hari, atau
  • 400 mg tiga kali sehari selama 5 hari, atau
  • 500 mg dua kali sehari selama 7-10 hari

 

Bagaimana dosis Metronidazole untuk anak-anak?

Dosis metronidazole untuk anak penderita infeksi bakteri:

  • Intravena: 7.5 mg/kg tiap 8 jam
  • Oral: (usia 1-10 tahun) 40 mg/kg dalam dosis tunggal, atau 15-30 mg/kg dalam 2-3 dosis terbagi selama 7 hari. Dosis maksimal: 2 gram/dosis

Dosis metronidazole untuk anak penderita Amebiasis:

  • Usia 1- 3 tahun: 100-200 mg tiga kali sehari
  • >3 – 7 tahun: 100-200 mg empat kali sehari
  • >7 – 10 tahun: 200-400 mg tiga kali sehari
  • Diberikan selama 5-10 hari

 

Dosis metronidazole untuk anak penderita Trichomoniasis:

  • Oral: (usia 1-10 tahun) 40 mg/kg dalam dosis tunggal, atau 15-30 mg/kg dalam 2-3 dosis terbagi selama 7 hari. Dosis maksimal: 2 gram/dosis

Dosis metronidazole untuk anak penderita Giardiasis:

  • Usia 1- 3 tahun: 500 mg sekali sehari
  • >3 – 7 tahun: 600-800 mg sekali sehari
  • >7 – 10 tahun: 1 gram sekali sehari
  • Diberikan selama 3 hari

 

Dalam dosis apakah Metronidazole tersedia?

Tablet: 250 mg, 500 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Metronidazole?

Cari bantuan tenaga medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi: gatal-gatal; kesulitan bernapas; bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti rasa menyengat parah atau sensasi panas pada kulit saat menerapkan metronidazole topikal.

Efek samping yang umum dari metronidazole adalah:

  • Sensasi panas atau menyengat ketika mengaplikasikan obat
  • Kebas atau rasa kesemutan pada tangan atau kaki
  • Batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, gejala demam
  • Vagina terasa gatal, atau keputihan
  • Sakit kepala
  • Kulit kering atau gatal
  • Mual
  • Terasa logam pada mulut Anda

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Metronidazole?

Sebelum menggunakan metronidazole:

  • Informasikan dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap metronidazole atau obat lainnya
  • Informasikan dokter atau apoteker obat resep atau nonresep yang Anda gunakan khususnya antikoagulan (pengencer darah), seperti warfarin (Coumadin), astemizole (Hismanal), disulfiram (Antabuse), lithium (Lithobid), phenobarbital, phenytoin (Dilantin), dan vitamin
  • Informasikan dokter jika Anda pernah memiliki penyakit darah, ginajal atau hati atau penyakit Chron
  • Informasikan dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan metronidazole, segera hubungi dokter
  • Anda harus tahu bahwa konsumsi minuman beralkohol tidak diperbolehkan selama terapi. Alkohol dapat menyebabkan masalah pada lambung, muntah-muntah, kram perut, sakit kepala, berkeringat, dan muka memerah
  • Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama dan pakai pakaian yang tertutup, kacamata, dan sunscreen. Metronidazole membuat kulit sensitif terhadap cahaya matahari

Apakah Metronidazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan metronidazole pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberap penelitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah metronidazole dapat diserap ASI atau dapat membahayakan bayi. Jangan gunakan metronidazole tanpa memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Metronidazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Cimetidine (Tagamet)
  • Obat kejang-kejang seperti phenytoin (Dilantin) atau phenobarbital (Luminal, Solfoton)
  • Pengencer darah seperti, warfarin (Coumadin, Jantoven)
  • Lithium (Lithobid, Eskalith, dll); atau
  • Disulfiram (Antabuse)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Metronidazole?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Metronidazole?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Memiliki riwayat atau mengalami masalah penyempitan darah atau tulang
  • Penyakit otak (contoh, aseptic meningitis, encephalopathy)
  • Optik neuropati (penyakit mata dengan penglihatan kabur)
  • Oral thrush (infeksi candida)
  • Peripheral neuropathy (penyakit saraf dengan rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan)
  • Kejang
  • Infeksi vagina (infeksi candida)⎯Gunakan dengan hati-hati. Dapat memperparah kondisi kesehatan Anda
  • Sakit ginjal stadium akhir
  • Penyakit hati akut⎯Gunakan dengan hati-hati. Efek akan meningkat karena obat lambat keluar dari tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, termasuk:

  • Mual, muntah
  • Pusing, hilang keseimbangan
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 14, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 14, 2017