Chlorothiazide obat apa?

Oleh

Nama Generik: Chlorothiazide Merek: Chlorothiazide.

Penggunaan

Untuk apa chlorothiazide?

Chlorothiazide adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Chlorothiazide adalah obat diuretik (obat yang meningkatkan produksi air seni) yang menyebabkan tubuh Anda dapat membuang garam dan air berlebih dalam tubuh. Obat ini dapat meningkatkan jumlah air seni Anda.

Chlorothiazide adalah obat yang juga membantu mengurangi cairan tambahan dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal jantung kongestif. Membuang air berlebih dapat mengurangi cairan dalam paru sehingga dapat membuat pengguna lebih mudah bernapas. Obat ini juga membantu mengurangi pembengkakan pada lengan, kaki, dan perut atau abdomen.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi “diabetes air” (diabetes insipidus) dan membantu batu ginjal yang disebabkan kalsium.

Bagaimana cara menggunakan Chlorothiazide?

Chlorothiazide adalah obat yang baiknya diminum dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali atau dua kali sehari sesuai instruksi dokter. Sebaiknya hindari penggunaan obat 4 jam sebelum tidur untuk mencegah Anda harus bangun dan buang air kecil. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang jadwal dosis Anda.

Jika Anda menggunakan obat cair, kocok botol sebelum menggunakannya. Takar dosis dengan saksama menggunakan sendok atau cangkir obat. Jangan gunakan sendok makan biasa.

Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis dan tanggapan tubuh Anda terhadap pengobatan. Pada anak, dosis juga diberikan berdasarkan umur dan tinggi. Pabrik obat merekomendasikan anak dengan usia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan lebih dari 375 mg per hari. Anak dengan umur 2-12 tahun sebaiknya tidak minum lebih dari 1,000 mg per hari.

Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Jangan naikkan dosis, melewati dosis, atau menghentikan penggunaan obat kecuali jika hal tersebut diinstruksikan oleh dokter Anda. Penting untuk tetap menggunakan obat meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa sakit. Untuk pengobatan tekanan darah tinggi, mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum manfaat optimal dari obat ini bereaksi.

Chlorothiazide  adalah obat yang dapat bereaksi dengan cholestyramine dan colestipol. Kedua obat tersebut dapat mengurangi penyerapan obat ini bagi tubuh Anda. Jika Anda menggunakan obat tersebut, pisahkan mereka dari penggunaan chlorothiazide minimal 4 jam.

Beri tahu dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau jika memburuk (seperti: bertambahnya bengkak, hasil cek tekanan darah rutin Anda naik).

Bagaimana cara menyimpan Chlorothiazide?

Chlorothiazide adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis chlorothiazide untuk orang dewasa?

  • Dosis orang dewasa dengan Edema:

Obat minum atau IV(suntik ke vena): 500 hingga 1000 mg sekali atau dua kali sehari.

Dosis untuk Hipertensi:

Obat minum atau IV (suntik ke vena): 500 hingga 1000 mg diminum sekali atau dua kali sehari.

Bagaimana dosis Chlorothiazide bagi anak?

Dosis anak untuk Edema

Catatan: penggunaan IV untuk chlorothiazide pada bayi dan anak belum ditentukan. Jika terapi IV dibutuhkan, gunakan dosis terkecil yang sebaiknya digunakan hingga respon yang diinginkan.

Ketikan pasien sudah dapat menggunakan obat minum, chlorothiazide sebaiknya digunakan dengan obat minum sebagai pengganti terapi IV, gunakan dengan dosis yang sama. Karena varaiabel dan kurangnya oral bioavailability dari chlorothiazide, terutama pada dosis yang tinggi, respon pasien harus dipantau dengan saksama dan dosis harus disesuaikan bedasarkan kondisi pasien.

  • Bayi kurang dari 6 bulan:

Obat minum: 10 hingga 30 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 dosis

Dosis maksimal: 375 mg/hari diminum report anecdotal telah digunakan hingga 40 mg/kg/hari.

IV: 2 hingga 8 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 dosis.

Report anecdotal telah menggunakan 20 mg/kg/hari.

  • Bayi lebih dari 6 bulan dan anak:

Obat minum: 10 hingga 20 mg/kg.hari dalam 1-2 dosis.

Dosis maksimal: 375 mg/hari diminum oleh anak kurang dari 2 tahun atau 1g/hari diminum oleh anak dengan umur 2-12 tahun.

IV: 4mg/kg/hari dibagi menjadi 1-2 dosis. Report Anecodotal telah menggunakannya hingga 20 mg/kg/hari.

Dosis anak untuk tekanan darah tinggi:

Catatan: penggunaan IV untuk chlorothiazide pada bayi dan anak belum ditentukan. Jika terapi IV dibutuhkan, gunakan dosis terkecil yang sebaiknya digunakan hingga respon yang diinginkan.

Ketika pasien sudah dapat menggunakan obat minum, chlorothiazide sebaiknya digunakan dengan obat minum sebagai penggati terapi IV, gunakan dengan dosis yang sama. Karena varaiabel dan kurangnya oral bioavailability dari chlorothiazide, terutama pada dosis yang tinggi, respon pasien harus dipantau dengan saksama dan dosis harus disesuaikan bedasarkan kondisi pasien.

  • Bayi kurang dari 6 bulan:

Obat minum: 10 hingga 30 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 dosis

Dosis maksimal: 375 mg/hari diminum report anecdotal telah digunakan hingga 40 mg/kg/hari.

IV: 2 hingga 8 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 dosis.

Report anecdotal telah menggunakan 20 mg/kg/hari.

Dalam dosis apakah chlorothiazide tersedia?

Chlorothiazide adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet dan obat cair.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena chlorothiazide?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan obat dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala efek samping serius di bawah ini:

  • mual dan muntah dengan lemah, hlang napsu makan, sakit kepala, berhalusinasi, sakit otot, dan kejang
  • bingung, detak jantung tidak normal, rasa haus berlebih, rasa tidak enak pada kaki, pelemahan otot, atau merasa limbung
  • buang air kecil lebih atau kurang dari biasanya atau tidak buang air kecil sama sekali
  • mudah memar atau berdarah
  • rasa kebas atau menggelitik
  • demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan melepuh yang parah, terkelupas, dan ruam merah pada kulit
  • penyakit kuning (mata dan kulit menguning)

Efek samping yang tidak terlalu serius:

  • pusing, sensasi berputar
  • diare, kontispasi, kram perut
  • kram otot
  • kehilangan keinginan untuk seks, atau
  • penglihatan memburam

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan chlorothiazide?

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap chlorothaizide, atau jika Anda tidak dapat buang air kecil.

Jika Anda memiliki kondisi tertentu, Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis atau test khusus untuk menentukan apakah Anda aman menggunakan obat ini. Sebelum menggunakan chlorothiazide, berit ahu okter Anda jika Anda memiliki:

  • penyakit ginjal
  • penyakit liver
  • asma atau alergi
  • encok
  • lupus
  • diabetes, atau
  • alergi dengan obat sulfa

Jika Anda mengindap salah satu kondisi di atas, Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis atau tes khusus untuk menggunakan chlorothiazide dengan aman.

Apakah chlorothiazide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan chlorothiazide?

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap chlorothaizide, atau jika Anda tidak dapat buang air kecil.

Jika Anda memiliki kondisi tertentu, Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis atau test khusus untuk menentukan apakah Anda aman menggunakan obat ini. Sebelum menggunakan chlorothiazide, berit ahu okter Anda jika Anda memiliki:

  • penyakit ginjal
  • penyakit liver
  • asma atau alergi
  • encok
  • lupus
  • diabetes, atau
  • alergi dengan obat sulfa

Jika Anda mengindap salah satu kondisi di atas, Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis atau tes khusus untuk menggunakan chlorothiazide dengan aman.

Apakah Chlorothiazide aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: April 18, 2018