Bupropion obat apa?

Oleh

Nama Generik: Bupropion Merek: bupropion.

Penggunaan

Untuk apa Bupropion?

Bupropion adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan depresi. Selain itu, bupropion adalah obat yang juga digunakan untuk mengobati Attention Deficit Hyperactivity (ADHD) dan membantu mengatasi kecanduan merokok serta bipolar disorder.

KEGUNAAAN LAIN: Bagian ini memuat penggunaan Bupropion yang tidak tercantum dalam label yang sudah disetujui, namun mungkin saja diresepkan oleh ahli kesehatan Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum di bawah ini hanya jika sudah diresepkan oleh dokter dan ahli kesehatan Anda.

Bagaimana cara penggunaan Bupropion?

Konsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk dokter dan instruksi yang tertera pada kemasan. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker.

Jangan menambah atau mengurangi dosis dari yang telah diresepkan tanpa sepengetahuan dokter karena risiko terjadinya efek samping sangat besar. Jangan konsumsi lebih dari 150 mg obat untuk sekali penggunaan dan jangan pernah mengonsumsi lebih dari 450 g sehari.

Obat ini dapat menyebabkan gangguan tidur dan mengurangi risiko terjadinya kejang. Untuk mencegah terjadinya masalah tidur ini, jangan konsumsi obat dekat dengan waktu tidur Anda. Selain itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin yang memerlukan konsentrasi penuh setelah Anda mengonsumsi obat bupropion.

Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Jangan mengubah atau menghentikan menggunakan obat ini secara tiba-tiba sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter.

Butuh waktu sekitar 4 minggu atau lebih untuk memperoleh manfaat yang optimal dari obat ini. Lanjutkan mengonsumsi obat ini sesuai petunjuk dokter. Segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi Anda memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Bupropion?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Bupropion untuk orang dewasa?

Dosis penggunaan obat bupropion adalah:

Untuk mengobati depresi

Bupropion hydrochloride:Immediate-release tablets (Wellbutrin (R))

  • Dosis awal: 100 mg oral dua kali sehari, dosis obat akan meningkat setelah 3 hari penggunaan, 100 mg 3 kali sehari
  • Dosis lanjutan: 100 mg oral tiga kali sehari
  • Dosis maksimal: 450 mg oral per hari, maksimal 4 kali penggunaan; dosis sekali penggunaan tidak boleh lebih dari 150 mg

Sustained-release tablets (Wellbutrin SR (R))

  • Dosis awal: 150 mg oral sekali sehari, diminum pagi hari, dosis obat akan meningkat setelah 3 hari penggunaan, 150 mg dua kali sehari
  • Dosis lanjutan: 150 mg oral dua kali sehari
  • Dosis maksimal: 200 mg oral dua kali sehari, dosis sekali penggunaan tidak boleh lebih dari 200 mg

Extended-release tablets (Wellbutrin XL (R))

  • Dosis awal: 150 mg oral sekali sehari, diminum pagi hari, dosis obat akan meningkat setelah 4 hari penggunaan, 300 mg sekali sehari
  • Dosis lanjutan: 300 mg oral sekali sehari
  • Dosis maksimal: 450 mg oral sekali sehari

Bupropion hydrobromide:Extended-release tablets (Aplenzin (R))

  • Dosis awal: 150 mg oral sekali sehari, diminum pagi hari, dosis obat akan meningkat setelah 4 hari penggunaan, 348 mg sekali sehari
  • Dosis lanjutan: 348 mg oral sekali sehari
  • Dosis maksimal: 522 mg oral sekali sehari

Keterangan:

  • Obat yang cepat larut harus dikonsumsi minimal per 6 jam
  • Obat yang larut perlahan harus dikonsumsi minimal per 8 jam
  • Obat yang lama larut harus dikonsumsi minimal per 24 jam
  • Dosis lanjutan untuk obat cepat larut tidak boleh lebih dari 100 mg per hari dalam 3 hari pertama penggunaan
  • Supaya tidak melebihi dosis maksimal (150 mg untuk obat cepat larut), sebaiknya Anda mengonsumsi tablet 100 mg yang dikonsumsi 4 kali sehari sesuai yang dianjurkan
  • Obat oral Bupropion hydrobromide (Aplenzin (R)) 174 mg setara dengan bupropion hydrochloride 150 mg
  • Pasien harus mendapatkan pemeriksaan berkala untuk menentukan dosis dan pengobatan yang tepat

Untuk menghentikan kebiasaan merokok

Bupropion hydrochloride (Zyban (R))

  • Dosis awal: 150 mg oral tiga kali sehari, dosis obat bisa berubah 150 mg oral dua kali sehari
  • Dosis lanjutan: 150 mg oral dua kali sehari
  • Dosis maksimal: Dosis obat harian tidak boleh lebih dari 300 mg, untuk sekali penggunaan tidak boleh lebih dari 150 mg
  • Durasi: 7 sampai 12 minggu

Keterangan:

  • Mulailah mengonsumsi obat ini seminggu pertama tanpa henti; waktu untuk menghentikan penggunaan obat harus ditentukan dalam dua minggu pertama pengobatan
  • Rentang waktu penggunaan obat minimal per 8 jam
  • Bisa menggunakan transdermal nicotine system
  • Jika tidak ada perbaikan selama 12 minggu penggunaan, pengobatan harus dihentikan. Pengobatan selanjutnya harus dipantau ketat

Bagaimana dosis Bupropion untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Bupropion tersedia?

Dosis dan sediaan bupropion adalah :

Tablet, Oral, hydrochloride:

  • Wellbutrin: 75 mg, 100 mg
  • Generik: 75 mg, 100 mg

Tablet Extended Release 12 jam, Oral:

  • Generik: 150 mg

Tablet Extended Release 12 jam, Oral, hydrochloride:

  • Budeprion SR: 100 mg
  • Budeprion SR: 150 mg
  • Buproban: 150 mg
  • Wellbutrin SR: 100 mg, 150 mg, 200 mg
  • Zyban: 150 mg
  • Generic: 100 mg, 150 mg, 200 mg

Tablet Extended Release 24 jam, Oral, hydrobromide:

  • Aplenzin: 174 mg, 348 mg, 522 mg

Tablet Extended Release 12 Hour, Oral, as hydrochloride:

  • Forfivo XL: 450 mg
  • Wellbutrin XL: 150 mg, 300 mg
  • Generic: 150 mg, 300 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Bupropion?

Reaksi obat akan berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi obat bupropion adalah :

  • Mulut kering, mual, dan sakit perut
  • Sakit kepala, pusing dan telinga berdengung
  • Tidak tertarik untuk berhubungan seksual
  • Sakit tenggorokan, nyeri otot
  • Kulit gatal, mudah berkeringat dan sering buang air kecil
  • Perubahan nafsu makan, berat badan naik atau turun

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Laporkan setiap gejala yang muncul pada dokter, misal mood dan perilaku berubah, gampang cemas dan panik, tidur bermasalah, atau jika Anda merasa tertekan, mudah marah, agresif, hiperaktif (mental dan fisik), atau muncul keinginan untuk bunuh diri dan menyakiti diri sendiri.

Beberapa kondisi yang membuat Anda harus segera menghubungi dokter setelah mengonsumsi obat bupropion adalah:

  • Detak jantung tidak stabil.
  • Demam, pembengkakan kelenjar, gatal-gatal, dan nyeri sendi.
  • Bingung, kejang, masalah konsentrasi, berhalusinasi, serta pikiran dan tingkah laku yang tidak normal.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti kulit perih memerah atau ungu yang kemudian menyebar sampai terkelupas.s
  • Sakit tenggorokan, pembengkakan pada wajah atau lidah, dan mata panas.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Bupropion?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh Anda dan dokter Anda. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat bupropion adalah:

  • Jangan mengonsumsi obat lain yang mengandung bupropion dalam satu waktu.
  • Beri tahu dokter atau apoteker Anda setiap jenis obat, vitamin, suplemen, dan produk herbal yang Anda konsumsi seperti atenolol (Tenormin), labetalol (Normodyne), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), nadolol (Corgard), and propranolol (Inderal); cimetidine (Tagamet); clopidogrel (Plavix); cyclophosphamide (Cytoxan, Neosar); efavirenz (Sustiva, in Atripla); insulin atau obat oral untuk diabetes; pengobatan untuk detak jantung flecainide (Tambocor) dan propafenone (Rythmol); pengobatan untuk sakit mental seperti haloperidol (Haldol), risperidone (Risperdal), and thioridazine (Mellaril); obat untuk kejang seperti carbamazepine (Tegretol), phenobarbital (Luminal, Solfoton), dan phenytoin (Dilantin); levodopa (Sinemet, Larodopa); lopinavir and ritonavir (Kaletra); nelfinavir (Viracept); nicotine patch; oral steroids seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), and prednisone (Deltasone); orphenadrine (Norflex); obat antidepressant seperti citalopram (Celexa), desipramine (Norpramin), fluoxetine (Prozac, Sarafem, in Symbyax), fluvoxamine (Luvox), imipramine (Tofranil), nortriptyline (Aventyl, Pamelor), paroxetine (Paxil) and sertraline (Zoloft); ritonavir (Norvir); obat tidur; tamoxifen (Nolvadex, Soltamox); theophylline (Theobid, Theo-Dur, others); thiotepa; and ticlopidine (Ticlid). Dokter Anda mungkin akan mengganti dosis pengobatan untuk mencegah terjadinya efek samping
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah menderita kejang, anorexia nervosa atau bulimia (gangguan makan). Beri tahu juga dokter jika Anda sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dan ingin berhenti tapi tidak bisa. Dokter biasanya akan menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi obat ini
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah menggunakan obat-obatan terlarang, menggunakan obat tanpa resep dan jika Anda memiliki serangan jantung, pernah luka di kepala, tumor otak, tekanan darah tinggi; diabetes; atau liver, sakit ginjal atau sakit jantung. Selain itu, Anda juga harus memberi tahu dokter jika Anda sedang melakukan terapi untuk penghentian penggunaan nikotin
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau berencana untuk hamil atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat mengonsumsi obat ini, hubungi dokter segera
  • Anda sebaiknya harus tahu bahwa obat ini dapat menyebabkan glaukoma tertutup (kondisi di mana cairan tidak bisa masuk dan mengalir di mata dan menyebabkan masalah mata, lalu terjadi tekanan sehingga penglihatan kabur). Serta, jika Anda merasa mual, terjadi perubahan pada mata seperti perubahan warna atau bentuk, segera hubungi dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Apakah Bupropion aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko,
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C = Mungkin berisiko,
  • D = Ada bukti positif dari risiko,
  • X = Kontraindikasi,
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Bupropion?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Furazolidone
  • Iproniazid
  • Isocarboxazid
  • Linezolid
  • Methylene Blue
  • Metoclopramide
  • Moclobemide
  • Nialamide
  • Phenelzine
  • Procarbazine
  • Rasagiline
  • Selegiline
  • Tranylcypromine

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Aclidinium
  • Alcaftadine
  • Amantadine
  • Ambenonium
  • Amdinocillin
  • Amiloride
  • Amineptine
  • Aminophylline
  • Amitriptyline
  • Amitriptylinoxide
  • Amoxapine
  • Amoxicillin
  • Ampicillin
  • Anisotropine
  • Antazoline
  • Aripiprazole
  • Astemizole
  • Atomoxetine
  • Atropine
  • Azatadine
  • Azelastine
  • Azlocillin
  • Bacampicillin
  • Belladonna Alkaloids
  • Benperidol
  • Bepotastine
  • Betamethasone
  • Bromodiphenhydramine
  • Bromperidol
  • Brompheniramine
  • Buclizine
  • Budesonide
  • Bupivacaine
  • Butriptyline
  • Butylscopolamine
  • Carbamazepine
  • Carbenicillin
  • Carbimazole
  • Carbinoxamine
  • Carvedilol
  • Chlorambucil
  • Chlorotrianisene
  • Chlorpheniramine
  • Chlorphenoxamine
  • Cimetidine
  • Cimetropium
  • Cinnarizine
  • Citalopram
  • Clemastine
  • Clemizole
  • Clidinium
  • Clobetasone
  • Clomipramine
  • Clopidogrel
  • Cloxacillin
  • Clozapine
  • Codeine
  • Conjugated Estrogens
  • Corticotropin
  • Cortisone
  • Cosyntropin
  • Cyclacillin
  • Cyclizine
  • Cyclosporine
  • Cyproheptadine
  • Dabrafenib
  • Danazol
  • Darifenacin
  • Deflazacort
  • Delavirdine
  • Demecarium
  • Desipramine
  • Desonide
  • Desvenlafaxine
  • Dexamethasone
  • Dexbrompheniramine
  • Dexchlorpheniramine
  • Dextromethorphan
  • Dibenzepin
  • Dicloxacillin
  • Dicyclomine
  • Dienestrol
  • Diethylstilbestrol
  • Dimenhydrinate
  • Diphenhydramine
  • Diphenylpyraline
  • Distigmine
  • Donepezil
  • Dopamine
  • Dothiepin
  • Doxepin
  • Doxorubicin
  • Doxorubicin Hydrochloride Liposome
  • Doxylamine
  • Droperidol
  • Duloxetine
  • Ebastine
  • Echothiophate
  • Edrophonium
  • Efavirenz
  • Eliglustat
  • Emedastine
  • Enflurane
  • Epinastine
  • Escitalopram
  • Esterified Estrogens
  • Estradiol
  • Estramustine
  • Estriol
  • Estrone
  • Estropipate
  • Ethinyl Estradiol
  • Famotidine
  • Fesoterodine
  • Flavoxate
  • Flecainide
  • Floxacillin
  • Fludrocortisone
  • Flunarizine
  • Flunisolide
  • Fluoxetine
  • Fluticasone
  • Fluvoxamine
  • Fosphenytoin
  • Galantamine
  • Glycopyrrolate
  • Guanidine
  • Haloperidol
  • Hetacillin
  • Homatropine
  • Hydrocortisone
  • Hydroxyzine
  • Hyoscyamine
  • Imipramine
  • Indalpine
  • Iobenguane I 123
  • Isoflurophate
  • Isoniazid
  • Isopropamide
  • Ketamine
  • Ketotifen
  • Levocabastine
  • Levodopa
  • Levomilnacipran
  • Lidocaine
  • Lindane
  • Lofepramine
  • Lopinavir
  • Loxapine
  • Mebeverine
  • Mebhydrolin
  • Meclizine
  • Memantine
  • Mepenzolate
  • Mestranol
  • Metformin
  • Methantheline
  • Methdilazine
  • Methenolone
  • Methicillin
  • Methixene
  • Methylphenidate
  • Methylprednisolone
  • Methyltestosterone
  • Metronidazole
  • Mexiletine
  • Mezlocillin
  • Milnacipran
  • Mirtazapine
  • Mizolastine
  • Nafcillin
  • Nalidixic Acid
  • Nandrolone
  • Nefazodone
  • Neostigmine
  • Niaprazine
  • Nortriptyline
  • Olopatadine
  • Ondansetron
  • Opipramol
  • Ospemifene
  • Oxacillin
  • Oxaliplatin
  • Oxandrolone
  • Oxatomide
  • Oxybutynin
  • Oxymetholone
  • Paramethasone
  • Paroxetine
  • Penicillin G
  • Penicillin V
  • Phenindamine
  • Pheniramine
  • Phenobarbital
  • Phenyltoloxamine
  • Phenytoin
  • Physostigmine
  • Pimozide
  • Pinaverium
  • Pindolol
  • Piperacillin
  • Pirenzepine
  • Pivampicillin
  • Pizotyline
  • Polyestradiol Phosphate
  • Prasugrel
  • Prednisolone
  • Prednisone
  • Procainamide
  • Procaine
  • Promestriene
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Propantheline
  • Propicillin
  • Propiverine
  • Propizepine
  • Propranolol
  • Protriptyline
  • Pyrilamine
  • Quinestrol
  • Ranitidine
  • Regorafenib
  • Rimexolone
  • Risperidone
  • Ritonavir
  • Rivastigmine
  • Scopolamine
  • Sertraline
  • Sibutramine
  • Solifenacin
  • Sorafenib
  • Stanozolol
  • Sultamicillin
  • Tacrine
  • Terfenadine
  • Testosterone
  • Theophylline
  • Thioridazine
  • Thiotepa
  • Thonzylamine
  • Tibolone
  • Ticarcillin
  • Ticlopidine
  • Timiperone
  • Tiotropium
  • Tolterodine
  • Tramadol
  • Trimeprazine
  • Trimipramine
  • Tripelennamine
  • Triprolidine
  • Tropicamide
  • Trospium
  • Umeclidinium
  • Valethamate
  • Varenicline
  • Venlafaxine
  • Vortioxetine

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • St John’s Wort
  • Tipranavir
  • Zolpidem

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Bupropion?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

  • Ethanol

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Bupropion?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda memberitahu dokter sebelum mengonsumsi obat bupropion adalah:

  • Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Ada masalah dalam sirkulasi darah
  • Tumor atau infeksi otak
  • Pernah atau sedang menderita kejang
  • Memiliki masalah tidur dan mengonsumsi obat tidur
  • Stroke atau lebih parah, jangan konsumsi obat ini
  • Depresi dan sakit mental seperti  hypomania, psikosis dan bipolar disorder
  • Diabetes
  • Glaukoma
  • Punya tekanan darah tinggi atau rendah
  • Hyponatremia (kadar sudium darah rendah) dan hypoxia (kadar oksigen darah rendah)
  • Sakit liver dan ginjal

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Ingat, jangan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi berikutnya.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Februari 17, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 17, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca