home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Metipranolol

Penggunaan|Dosis|Efek Samping|Pencegahan & Peringatan|Interaksi|Overdosis

Penggunaan

Untuk apa metipranolol?

Metipranolol adalah obat dengan fungsi mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glukoma (jenis kronis/open-angle) atau penyakit mata lainnya (contohnya hipertensi okular). Obat ini bisa digunakan sendiri atau dengan obat-obatan lainnya. Menurunkan tekanan tinggi di dalam mata membantu mencegah kebutaan. Metipranolol termasuk dalam kelas obat bernama beta-blocker dan bekerja dengan mengurangi jumlah produksi cairan di dalam mata.

Bagaimana cara penggunaan metipranolol?

Untuk menggunakan obat tetes mata, cuci tangan dahulu. Untuk menghindari kontaminasi, jangan sentuh ujung penetes atau sampai menyentuh mata atau permukaan lainnya.

Jika Anda mengenakan lensa kontak, lepaskan sebelum menggunakan obat tetes mata. Tunggu selama setidaknya 15 menit sebelum memasang kembali lensa kontak.

Miringkan kepala ke belakang, lihat ke atas, dan tarik bagian bawah kelopak mata ke bawah untuk membuat kantong.

Pegang penetes langsung di dekat mata dan teteskan sekali ke kantong, biasanya dua kali sehari atau sesuai arahan dokter. Lihat ke bawah dan tutup mata secara perlahan selama 1-2 menit. Tempatkan salah satu jari pada ujung mata (dekat hidung) dan pijat dengan lembut. Tindakan ini akan mencegah obat mengalir keluar. Cobalah untuk tidak berkedip dan jangan menggosok mata. Ulangi langkah ini untuk mata lainnya jika memang disuruh.

Jangan mencuci penetes. Tempatkan tutup botol setelah setiap penggunaan.

Bila Anda menggunakan obat mata lainnya (misalnya obat tetes atau salep), tunggu selama setidaknya 5-10 menit sebelum menggunakan obat lainnya. Gunakan obat tetes mata sebelum salep mata untuk membiarkan obat masuk ke dalam mata.

Gunakan obat ini secara teratur agar mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda ingat, gunakan dalam waktu yang sama setiap hari. Penting untuk terus menggunakan obat ini sekalipun Anda merasa sehat. Sebagian besar orang dengan glukoma atau tekanan tinggi dalam mata tidak merasa sakit.

Bagaimana cara penyimpanan metipranolol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis metipranolol untuk orang dewasa?

Dosis biasa orang dewasa untuk hipertensi intraokular

1 tetes di mata yang terkena dua kali sehari

Dosis biasa orang dewasa untuk glaukoma (kronis)

1 tetes di mata yang terkena dua kali sehari

Bagaimana dosis metipranolol untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak belum dipastikan. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah metipranolol tersedia?

Larutan, oftalmik: 0,3%

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena metipranolol?

Dapatkan pertolongan medis segera jika Anda memiliki tanda reaksi alergi ini: gatal-gatal, sulit bernapas, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan membengkak.

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter secepatnya jika Anda mengalami efek samping serius berikut:

  • Bagian dalam atau sekitar mata luar biasa bengkak, gatal, panas, memerah, sakit, atau terasa tidak nyaman
  • Mata atau kelopak mata mengering, mengeras, atau mengeluarkan cairan
  • Penglihatan berubah, mata semakin sensitif terhadap cahaya
  • Bronchospasm (mendesah, dada terasa sesak, sulit bernapas)
  • Mendadak mati rasa atau lesu, sakit kepala, kebingungan, masalah pada penglihatan, cara berbicara, atau keseimbangan
  • Detak jantung dan denyut nadi yang lambat, pingsan, bernapas dengan lambat (pernapasan mungkin terhenti)
  • Napas terasa pendek, bahkan saat tidak mengeluarkan terlalu banyak tenaga
  • Tubuh membengkak, berat badan naik dengan cepat.

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Mata sedikit berair atau terasa tidak nyaman
  • Penglihatan buram
  • Mata agak bengkak atau sembab
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk
  • Insomnia atau
  • Lemah otot atau
  • Indra perasa atau penciuman berubah.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda ingin tahu tentang efek samping, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan metipranolol?

Sebelum menggunakan Metipranolol, beri tahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi metipranolol, penghambat beta, atau obat-obatan lainnya.
  • Jenis obat resep dan tanpa resep yang sedang Anda gunakan, terutama obat mata lainnya penghambat beta seperti atenolol (Tenormin), carteolol (Cartrol), labetalol (Normodyne, Trandate), metoprolol (Lopressor), nadolol (Corgard), propranolol (Inderal), sotalol (Betapace), atau timolol (Blocadren) quinidine (Quinidex, Quinaglute Dura-Tabs) verapamil (Calan, Isoptin) dan vitamin.
  • Jika Anda (pernah) mengidap tiroid, penyakit jantung atau paru-paru gagal jantung kongestif atau diabetes.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan metipranolol, hubungi dokter.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter umum atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan metipranolol.
  • Jika Anda sedang menggunakan obat mata topikal lainnya, teteskan setidaknya 10 menit sebelum atau sesudah Anda meneteskan obat mata metipranolol.
  • Jika Anda mengenakan lensa kontak lunak, lepaskan sebelum meneteskan metipranolol, dan tunggu 15 menit sebelum memasangnya kembali.

Apakah metipranolol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Tidak ada penelitian memadai pada wanita dalam menentukan risiko bagi bayi jika menggunakan obat ini selama menyusui.

Tidak diketahui apakah metipranolol masuk ke dalam ASI atau apakah mampu membahayakan bayi yang menyusui. Jangan gunakan obat ini tanpa memberitahu dokter jika Anda menyusui.

  • Digoxin (digitalis, Lanoxin)
  • Reserpine
  • Insulin atau obat diabetes yang Anda minum
  • Beta-blockers lainnya macam atenolol (Tenormin), bisoprolol (Zebeta), labetalol (Normodyne, Trandate), metoprolol (Lopressor, Toprol), nadolol (Corgard), propranolol (Inderal, InnoPran), timolol (Blocadren), dan lainnya
  • Calcium channel blocker seperti amlodipine (Norvasc), diltiazem (Tiazac, Cartia, Cardizem), felodipine (Plendil), nifedipine (Nifedical, Procardia, Adalat), verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) atau
  • Obat untuk mengobati kelainan kejiwaan, misalnya chlorpromazine (Thorazine), haloperidol (Haldol), mesoridazine (Serentil), atau thioridazine (Mellaril).

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan metipranolol?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak terdiri dari semua interaksi obat yang mungkin terjadi. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/tanpa resep dan produk herbal) dan berikan kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan metipranolol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan ahli penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat Anda bersama makanan, alkohol, atau rokok.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan metipranolol?

Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

  • Asma
  • Bradycardia (detak jantung lambat)
  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD), parah
  • Jantung tersumbat
  • Gagal jantung—tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Penyakit pembuluh darah (terutama pembuluh darah otak)
  • Stroke, riwayat—gunakan dengan hati-hati. Obat ini mungkin memperparah kondisi ini.
  • Diabetes
  • Hipertiroid (tiroid overaktif)
  • Hipoglikemia (gula darah rendah)—mungkin menutupi beberapa tanda dan gejala penyakit ini, seperti detak jantung cepat
  • Penyakit paru-paru—gunakan dengan hati-hati. Mungkin menyebabkan kesulitan bernapas pada pasien dengan kondisi ini
  • Myasthenia gravis—mungkin memperparah kondisi ini, seperti lemah otot.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewatkan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

MIMS. Metipranolol. 2016. http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Metipranolol Accessed February 18th, 2016

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x