home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Lisinopril + Hydrochlorothiazide Obat Apa?|Dosis Lisinopril + Hydrochlorothiazide|Efek samping Lisinopril + Hydrochlorothiazide|Peringatan dan Perhatian Obat Lisinopril + Hydrochlorothiazide|Interaksi Obat Lisinopril + Hydrochlorothiazide|Overdosis Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Lisinopril + Hydrochlorothiazide Obat Apa?

Untuk apa lisinopril + hydrochlorothiazide?

Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Produk ini mengandung dua obat: lisinopril dan hydrochlorothiazide. Lisinopril adalah inhibitor ACE dan bekerja dengan relaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Hydrochlorothiazide adalah “pil air” (diuretic) yang menyebabkan Anda lebih banyak membuat urin, yang mana membantu tubuh Anda menyingkirkan kelebihan garam dan air. Produk ini digunakan ketika satu obat tidak dapat mengontrol tekanan darah Anda. Dokter mungkin mengarahkan Anda untuk meminum obat individual pertama, dan kemudian beralih ke produk kombinasi ini. Jangan terus mengonsumsi obat individual (lisinopril dan / atau hidroklorotiazid) setelah Anda mulai obat ini.

KEGUNAAN LAIN: Bagian ini memuat penggunaan obat ini yang tidak tercantum dalam label yang sudah disetujui, namun mungkin saja diresepkan oleh ahli kesehatan Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum di bawah hanya jika sudah diresepkan oleh dokter dan ahli kesehatan Anda. OBat ini hanya bisa digunakan untuk mengobati gagal jantung.

Bagaimana cara penggunaan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Minum obat ini lewat mulut seperti yang diarahkan oleh dokter, biasanya sekali sehari di pagi hari dengan atau tanpa makanan. Jika obat ini menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil, paling baik setidaknya minum obat 4 jam sebelum tidur untuk mencegah buang air saat tertidur.

Jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk menurunkan kolesterol (empedu asam mengikat resin seperti cholestyramine atau colestipol) Anda, minum lisinopril / hydrochlorothiazide setidaknya 4 jam sebelum atau minimal 4 sampai 6 jam setelah minum obat-obat ini. Dosis tergantung pada kondisi medis Anda dan respon Anda terhadap pengobatan. Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Jangan berhenti menggunakan obat ini walaupun Anda sudah merasa sembuh.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bertambah buruk (misalnya tekanan darah Anda meninggi).

Bagaimana cara penyimpanan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis lisinopril + hydrochlorothiazide untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk gagal jantung kongesif

Dosis awal: 1 tablet (hydrochlorothiazide-lisinopril 12.5 mg/10 mg) sehari sekali. Tentukan dosis sesuai dengan titrasi individu.

Dosis lanjutan: Dapat ditingkatkan maksimum menjadi 2 tablet dari (hydrochlorothiazide-lisinopril 25 mg/20 mg) dua kali sehari.

Bagaimana dosis lisinopril + hydrochlorothiazide untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak masih belum diketahui. Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah lisinopril + hydrochlorothiazide tersedia?

Tablet, Oral: 10 mg lisinopril dan 12.5 mg hydrochlorothiazide, 20 mg lisinopril dan 12.5 mg hydrochlorothiazide, 20 mg lisinopril dan 25 mg hydrochlorothiazide.

Efek samping Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Efek samping apa yang dapat dialami karena lisinopril + hydrochlorothiazide?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami salah satu dari efek samping serius di bawah ini:

⇒ merasa seperti akan pingsan

⇒ sakit mata, masalah penglihatan

⇒ kalium tinggi (detak jantung yang lambat, denyut nadi lemah, kelemahan otot, perasaan geli)

⇒ kalium rendah (kebingungan, denyut jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, rasa tidak nyaman pada kaki, otot melemah atau lemas)

⇒ mulut kering, haus, mual, muntah

⇒ merasa lemas, mengantuk, atau gelisah

⇒ kulit merah, terik, ruam

⇒ psoriasis (mengangkat pengelupasan keperakan kulit)

⇒ sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)

⇒ kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali

⇒ pembengkakan berat badan, merasa sesak napas

⇒ demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu.

Efek samping yang tidak begitu serius yaitu:

⇒ batuk

⇒ pusing, perasaan lelah, depresi

⇒ sakit kepala, penglihatan kabur

⇒ diare, sembelit, sakit perut

⇒ ruam kulit ringan, berkeringat.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian Obat Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Sebelum menggunakan obat ini, katakan pada dokter jika Anda alergi pada lisinopril, hydrochlorothiazide, benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), moexipril (Univasc), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), trandolapril (Mavik), sulfa drugs, atao pengobatan lainnya.

Beri tahu dokter jika Anda memiliki diabetes (kadar gula tinggi) dan Anda mengonsumsi aliskiren (Tekturna, in Amturnide, Tekamlo, Tekturna HCT). Dokter dapat meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi lisinopril dan hydrochlorothiazide jika Anda memiliki diabetes dan juga mengonsumsi aliskiren. Beri tahu dokter dan apoteker apa obat resep atau non-resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda konsumsi. Pastikan untuk menyebutkan salah satu dari berikut: aspirin dan nonsteroidal anti-inflammatory medications (NSAIDs) seperti ibuprofen (Advil, Motrin), indomethacin (Indocin), dan naproxen (Aleve, Naprosyn); barbiturates seperti phenobarbital (Luminal, Solfoton); cholestyramine (Questran); colestipol (Colestid); digoxin (Lanoxin); insulin atau obat oral untuk diabetes; lithium (Eskalith, Lithobid); oral steroids seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), dan prednisone (Deltasone); diuretics lainnya; pengobatan untuk tekanan darah tinggi lainnya; obat nyeri; dan potassium supplements. Dokder dapat mengganti dosis pengobatan Anda atau memantau efek samping Anda.

Beri tahu dokter jika Anda sedang diobati dengan desensitisasi (proses untuk mengurangi reaksi terhadap alergen) dan jika Anda memiliki atau pernah memiliki alergi; asma; diabetes; encok; Kolesterol Tinggi; penyakit vaskular kolagen seperti lupus atau scleroderma (suatu kondisi di mana jaringan ekstra tumbuh pada kulit dan beberapa organ); gagal jantung; setiap kondisi yang menyebabkan Anda buang air kecil kurang dari biasanya; stroke atau ‘mini-stroke’; jantung, ginjal, atau penyakit hati; dan angioedema, suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas dan pembengkakan yang menyakitkan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah.

Beri tahu dokter jika Anda berencana untuk hamil atau menyusui. Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, berit ahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda memakai lisinopril dan hidroklorotiazid. Tanyakan pada dokter mengenai penggunaan minuman beralkohol yang aman saat Anda mengonsumsi lisinopril dan hidroklorotiazid. Alkohol dapat membuat efek samping dari lisinopril dan hidroklorotiazid memburuk.

Diare, muntah, tidak minum cukup cairan, dan berkeringat banyak dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, yang dapat menyebabkan pingsan.

Lisinopril dan hydrochlorothiazide dapat menyebabkan pusing dan pingsan ketika Anda bangun terlalu cepat dari posisi berbaring. Hal ini lebih umum ketika Anda pertama kali mulai mengonsumsi lisinopril dan hydrochlorothiazide. Untuk menghindari masalah ini, bangun dari tempat tidur perlahan-lahan, istirahatkan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Apakah lisinopril + hydrochlorothiazide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Tidak ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi ketika menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan manfaat potensial terhadap potensi risiko sebelum mengonsumsi obat ini saat menyusui.

Interaksi Obat Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Digoxin, dofetilide, atau ketanserin risiko jantung tidak normal dapat meningkat
  • Everolimus atau sirolimus karena risiko angioedema dapat meningkat
  • Eplerenone, potassium preparations, potassium-sparing diuretics (seperti triamterene), salt substitutes containing potassium, atau trimethoprim karena risiko kadar potassium yang tinggi dapat meningkat
  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) (seperti celecoxib, ibuprofen, indomethacin) karena dapat menurunkan keefektifan lisinopril/hydrochlorothiazide dan risiko masalah ginjal dapat meningkat
  • Adrenocorticotropic hormone (ACTH), barbiturates (seperti phenobarbital), corticosteroids (seperti prednisone), dextran sulfate, diazoxide, diuretics (sepeeti furosemide), narcotic pain medicine (seperti codeine),atau obat tekanan darah tinggi lainnya karena risiko darah rendah dapat meningkat.
  • Aliskiren atau angiotensin receptor blockers (ARBs) (seperti losartan) karena risiko beberapa efek samping (misalnya masalah ginjal, kada potassium yang tinggi, tekanan darah rendah) dapat menigngkat
  • Obat gold-containing (seperti sodium aurothiomalate) karena pembilasan, mual, muntah, dan tekanan darah rendah dapat terjadi
  • Cholestyramine, colestipol, atau salicylates (seperti aspirin) karena dapat menurunkan keefektifan lisinopril/hydrochlorothiazide
  • Lithium atau thiopurines (misalnya azathioprine) karena risiko efek sampingnya dapat mengingkat oleh lisinopril/hydrochlorothiazide
  • Insulin atau obat diabetes lainnya (seperti glyburide) karena keefektifannya dapat menurun oleh lisinopril/hydrochlorothiazide

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau pada saat waktu sekitar makan pada makanan atau makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan lisinopril + hydrochlorothiazide?

Kehadiran masalah medis lainnya dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

⇒ angioedema (pembengkakan wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lengan, atau kaki), risiko ini dapat terjadi lagi

⇒ anuria (tidak dapat buang air)

⇒ pasien diabetes yang juga mengonsumsi aliskiren (Tekturna®)

⇒ hereditary atau idiopathic angioedema

⇒ pasien yang memiliki masalah ginjal dan juga mengonsumsi aliskiren (Tekturna®)

⇒ alergi obat Sulfa (misalnya, sulfamethoxazole, Bactrim®, Septra®) jangan digunakan pada pasien dengan kondisi ini

⇒ asma. Dapat meningkatkan kemungkinan memiliki reaksi alergi.

⇒ collagen vascular disease (penyakit autoimun) bersamaan dengan penyakit ginjal-Peningkatan risiko masalah darah.

⇒ gagal jantung kongestif, Penggunaan obat ini dapat menyebabkan masalah ginjal.

⇒ diabetes

⇒ masalah ginjal. Peningkatan risiko kadar kalium dalam tubuh menjadi terlalu tinggi.

⇒ ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, magnesium yang rendah, kalium, atau natrium dalam darah)

⇒ ketidakseimbangan cairan (disebabkan oleh dehidrasi, muntah, atau diare)

⇒ glaukoma, sekunder sudut tertutup atau

⇒ gout

⇒ jantung atau penyakit pembuluh darah (misalnya, stenosis aorta, hypertrophic cardiomyopathy)

⇒ hypercalcemia (kalsium yang tinggi dalam darah)

⇒ hypercholesterolemia (kolesterol tinggi dalam darah)

⇒ penyakit hati

⇒ myopia akut (perubahan bola mata menyebabkan masalah penglihatan)

⇒ systemic lupus erythematosus (SLE). Gunakan dengan hati-hati. Dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.

Overdosis Lisinopril + Hydrochlorothiazide

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (115) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala dari overdosis yitu:

⇒ pusing
⇒ pingsan
⇒ penglihatan kabur
⇒ mulut kering
⇒ haus

⇒ kecapekan
⇒ mengantuk
⇒ gelisah
⇒ bingung
⇒ kejang
⇒ nyeri otot atau kram
⇒ sering buang air kecil
⇒ sakit perut
⇒ muntah
⇒ denyut jantung yang cepat atau berdebar

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

MIMS. Lisinopril + Hydrochlorothiazide. 2016. http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Lisinopril+%2b+Hydrochlorothiazide Accessed February 18th, 2016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 18/03/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team