Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Desfluran (Desulfrane)

    Desfluran (Desulfrane)

    Desfluran (desulfrane) adalah salah satu jenis anestesi inhalasi, selain dari isofluran. Anestesi membuat pasien tidak sadarkan diri selama prosedur operasi berlangsung.

    Golongan obat: anestetik umum dan oksigen

    Merek dagang desfluran: Suprane

    Apa itu obat desfluran?

    Desfluran adalah obat anestesi umum yang dihirup (inhalasi) untuk membuat pasien tidak sadarkan diri dan tidak merasa sakit selama menjalani prosedur operasi.

    Obat ini tersedia dalam bentuk cairan tidak berwarna dan bersifat sangat volatil, artinya sangat mudah berubah menjadi uap atau gas.

    Desflurane bekerja cepat dengan menekan pusat kesadaran di otak sehingga menyebabkan tidur, mengurangi ketegangan, dan rasa sakit pada tubuh.

    Selain membuat tertidur, obat desfluran juga dapat membantu dokter menjaga pasien tetap tidak sadarkan diri selama operasi berlangsung.

    Dosis desfluran

    Desfluran harus diberikan sebagai obat yang dihirup (inhalasi) melalui jalur pernapasan. Pemberian anestesi umum ini harus mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan pasien.

    Dosis desfluran harus disesuaikan berdasarkan konsentrasi alveolar minimum (MAC) yaitu 50%. Pada kondisi ini, pasien tidak menunjukkan respon terhadap sayatan selama operasi bedah.

    Nilai konsentrasi MAC desfluran ini akan menurun seiring dengan bertambahnya usia pasien.

    Dosis anestesi untuk orang dewasa

    • Induksi: dosis awal 3%, kemudian dosis meningkat 0,5–1% secara bertahap setiap dua sampai tiga kali napas. Konsentrasi desfluran antara 4–11% umumnya menghasilkan efek anestesi dalam 2–4 menit.
    • Pemeliharaan: dosis pemeliharaan 2,5–8,5% dengan atau tanpa penggunaan dinitrogen oksida secara bersamaan.

    Dosis anestesi untuk bayi dan anak-anak

    • Induksi: tidak direkomendasikan sebagai dosis awal karena menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk, laringospasme, dan peningkatan air liur.
    • Pemeliharaan: dosis pemeliharaan 5,2–10% dengan atau tanpa penggunaan dinitrogen oksida. Namun, tidak boleh untuk pemeliharaan anestesi pada anak-anak di bawah 6 tahun yang tidak diintubasi karena memicu gangguan pernapasan.

    Penting untuk Anda memahami bahwa dosis obat ini mungkin berbeda untuk setiap orang.

    Penyesuaian dosis umumnya tidak diperlukan pada pasien gangguan ginjal atau hati. Namun, konsentrasi desfluran harus diberikan pada tingkat rendah untuk pasien bedah otak.

    Aturan pakai desfluran

    ilustrasi operasi kanker kelenjar getah bening

    Desfluran hanya diberikan oleh dokter ahli anestesi sebelum Anda menjalani prosedur operasi.

    Ahli anestesi akan menentukan dosis anestesi tergantung pada usia, berat badan, dan jenis operasi yang Anda jalani.

    Selama pemberian anestesi, dokter juga akan memeriksa tekanan darah dan detak jantung Anda. Dosis anestesi bisa dokter sesuaikan bila diperlukan.

    Desflurane terlebih dahulu akan dimasukkan ke vaporiser untuk mengubah cairan menjadi uap, lalu diberikan ke pasien melalui nasal kanula atau fase mask.

    Umumnya, dokter baru memberikan obat ini setelah Anda mendapatkan obat anestesi lain untuk membuat tidur dan tidak sadarkan diri.

    Pada beberapa prosedur, dokter mungkin akan meminta untuk bernapas dan menghirup desfluran melalui alat hirup untuk membuat Anda tertidur.

    Alat hirup akan terus menempel pada mulut dan hidung selama operasi. Hal ini untuk memastikan pasien terbangun saat operasi.

    Jika prosedur sudah selesai, dokter akan menghentikan pemberian desfluran. Dokter akan terus mengawasi Anda hingga terbangun beberapa waktu setelahnya.

    Ikuti aturan yang dokter berikan sebelum pemberian anestesi. Jika memiliki pertanyaan, konsultasikan kepada dokter tentang penggunaan obat ini.

    Efek samping desfluran

    Desflurane dapat menimbulkan efek samping meskipun tidak semua orang merasakannya.

    Sebagian besar efek samping anestesi berlangsung dalam waktu singkat, tetapi sejumlah efek samping yang cukup serius juga dapat terjadi.

    Efek samping umum

    Beberapa efek samping umum dari penggunaan desfluran sebagai anestesi, antara lain:

    • mual dan muntah,
    • radang tenggorokan,
    • sesak napas,
    • sakit kepala,
    • konjungtivitis,
    • bradikardia (detak jantung lebih lambat),
    • takikardia (detak jantung lebih cepat),
    • tekanan darah tinggi
    • nafas berhenti sementara,
    • batuk dan produksi air liur berlebihan,
    • laringospasme (kejang singkat pita suara yang membuat sulit berbicara atau bernapas),
    • kreatinin fosfokinase (peningkatan jumlah enzim tertentu dalam darah), hingga
    • rekaman detak jantung tidak normal (EKG abnormal).

    Efek samping tidak umum

    Sementara itu, ada pula beberapa efek samping yang lebih jarang terjadi, antara lain:

    • kelesuan,
    • pusing,
    • aliran darah ke jantung berkurang,
    • detak jantung tidak teratur,
    • serangan jantung,
    • pembesaran pembuluh darah,
    • hipoksia (kadar oksigen tubuh rendah), dan
    • nyeri otot.

    Beri tahukan ke dokter atau perawat Anda bila merasakan efek samping setelah penggunaan desfluran. Beberapa efek samping kemungkinan tidak disebutkan di atas.

    Jika memiliki kekhawatiran mengenai efek samping prosedur ini, lebih baik konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

    Peringatan dan perhatian saat pakai obat desfluran

    Dokter dapat memutuskan untuk tidak menggunakan desfluran pada orang dengan riwayat penyakit hati, seperti sirosis alkoholik, nekrosis hepatoseluler, dan hepatitis.

    Sebelum menggunakan obat desfluran, terdapat beberapa hal lainnya yang harus Anda perhatikan seperti berikut ini.

    • Perhatikan penggunaan obat ini bila Anda riwayat alergi, seperti obat, makanan, atau zat lainnya.
    • Hindari penggunaan obat bila memiliki penyakit hati, seperti hepatitis, sirosis akibat konsumsi alkohol, penyakit kuning (jaundice), atau nekrosis jaringan hati, baik sebelum atau setelah mendapatkan anestesi.
    • Beri tahukan dokter bila Anda atau anggota keluarga baru saja mengalami hipertermia (suhu tubuh panas), seperti demam tinggi, detak jantung cepat, kekakuan otot, dan sulit bernapas.
    • Beri tahukan dokter bila Anda memiliki kencenderungan mengalami penyempitan saluran napas, peningkatan tekanan dalam kepala (tumor otak), penyakit arteri koroner, atau kondisi lainnya.
    • Pastikan memberi tahu dokter tentang obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan.
    • Tanyakan pada dokter bila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui.

    Dokter atau perawat akan memberikan pertanyaan terkait kondisi kesehatan Anda. Pastikan menjawab sejujurnya untuk menghindari risiko timbulnya efek samping.

    Desfluran disimpan pada suhu ruangan di bawah 30 °C yang jauh dari cahaya langsung. Pastikan botol dalam posisi benar dan tertutup rapat.

    Perhatikan instruksi penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

    Apakah obat desfluran aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Apabila Anda sedang hamil, menyusui, berpikir sedang hamil, atau berencana memiliki bayi, beri tahukan ke dokter atau perawat sebelum menggunakan obat desfluran.

    Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang memadai dan terkontrol mengenai efek samping obat ini terhadap ibu hamil dan menyusui.

    Bagi ibu menyusui, dokter akan menganjurkan untuk menghentikan memberikan ASI setelah anestesi dengan desfluran selama 24 jam ke depan.

    Desflurane hanya boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui jika dianggap benar-benar dibutuhkan dan manfaat lebih besar risikonya.

    Mintalah saran ke dokter Anda sebelum menggunakan obat ini.

    Interaksi obat desfluran dengan obat lain

    Desfluran dapat menimbulkan interaksi dengan obat lain yang memengaruhi cara kerja atau meningkatkan risiko efek samping serius.

    Anda mungkin membutuhkan perhatian khusus saat sedang mengonsumsi sejumlah jenis obat-obatan, antara lain:

    • relaksan atau pelemas otot, seperti pankuronium, atrakurium, dan rokuronium,
    • pereda nyeri kuat, termasuk obat golongan opioid (morfin dan remifentanil),
    • penenang, seperti midazolam dan diazepam, serta
    • gas tawa atau dinitrogen oksida.

    Daftar obat di atas tidak menjelaskan semua obat-obatan yang berinteraksi dengan desfluran.

    Pastikan untuk memberitahukan dokter mengenai semua obat yang sedang atau pernah Anda gunakan, termasuk obat resep, obat nonresep, vitamin, dan herbal.

    Dokter akan memastikan penggunaan desfluran aman bersamaan dengan konsumsi obat dan gangguan kesehatan yang Anda alami.

    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Cek Produk BPOM. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2020). Retrieved 11 November 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/ubvb2mfh8fbgai2at0nfj89no4/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/desflurane

    Desfluran. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Retrieved 11 November 2021, from http://pionas.pom.go.id/monografi/desfluran

    Desflurane 100% (v/v) Inhalation Vapour Liquid – Summary of Product Characteristics (SmPC). Datapharm. (2021). Retrieved 11 November 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/product/10799/smpc

    Desflurane 100% (v/v) Inhalation Vapour Liquid – Patient Information Leaflet (PIL). Datapharm. (2021). Retrieved 11 November 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/product/10799/pil

    Desflurane. Drugs.com. (2021). Retrieved 11 November 2021, from https://www.drugs.com/cdi/desflurane.html

    Desflurane Pregnancy and Breastfeeding Warnings. Drugs.com. (2021). Retrieved 11 November 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy/desflurane.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Dec 08, 2021
    Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.