Tak Ingin Stretch Mark Muncul Saat Hamil? Ini 3 Cara Mudah Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/07/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Banyak wanita yang khawatir dan cemas jika stretch mark akan muncul ketika hamil. Memang, stretch mark saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Kondisi ini muncul akibat kulit yang meregang dengan cepat ketika ukuran perut ibu semakin membesar. Meski banyak terjadi, stretch mark saat hamil sebenarnya bisa dicegah dengan berbagai cara mudah.

Kiat jitu mencegah stretch mark saat hamil

1. Jaga kelembapan kulit

pelembap untuk kulit kering

Stretch mark  lebih sering terjadi pada kulit yang kering. Maka, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah stretch mark saat hamil dengan banyak minum air putih setidaknya dua liter air setiap hari.

Jaga juga kelembapan kulit dari luar dengan menggunakan krim pelembap yang aman bagi ibu hamil. Biasanya, krim-krim ini mengandung campuran vitamin dan zat tertentu untuk meminimalisir risiko timbulnya stretch mark.

Selain pakai produk krim pelembap, Anda bisa juga memakai cara alami lainnya untuk melembapkan kulit. Misalnya dengan gel lidah buaya yang tinggi vitamin A, C, E serta berbagai kandungan lainnya  seperti kalium dan niacin. Anda bisa menggosokkan gel aloe vera pada guratan kulit di perut tersebut kemudian diamkan selama 15 menit lalu cuci dengan air hangat.

Anda bisa juga pakai minyak jarak atau minyak kelapa untuk melebapkan kulit di area perut. Keduanya tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh dan vitamin E yang baik untuk kesehatan kulit. Asam lemak tidak jenuh mampu terserap melalui pori-pori dan melembapkan kulit. Kandungan vitamin E dapat memperbaiki kulit dan melindungi kulit agar tidak pecah-pecah atau retak.

2. Jaga berat badan saat hamil

Memiliki berat badan yang sehat sebelum dan selama hamil adalah cara yang terbaik untuk mencegah stretch mark timbul. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa kenaikan indeks massa tubuh yang berlebih akan meningkatkan risiko stretch mark saat hamil.

Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan dan mengendalikan pertambahan berat badan selama kehamilan. Terutama bagi perempuan yang sebelum hamil sudah memiliki berat badan berlebih.

Idealnya, ibu hamil harus menambah 0,4–2.2 kilogram selama trimester pertama, dilanjutkan 0,4 kilogram setiap minggu setelahnya. Untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk Anda ketika masa kehamilan, sebaiknya konsultasikan pada dokter dan ahli gizi.

3. Seimbangkan kebutuhan gizi

makanan sehat untuk ibu hamil

Meskipun harus menjaga pertambahan berat badan, penting juga untuk memerhatikan jenis makanan yang Anda makan. Mencukupi gizi dengan sumber makanan yang tepat dapat mencegah stretch mark saat hamil.

Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan adalah vitamin C. Vitamin yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran ini berperan dalam pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas kulit. Anda bisa menemukan vitamin C pada buah-buahan seperti jeruk, anggur, stoberi, hingga jambu biji.

Selain vitamin C, vitamin A, D, dan E serta senyawa seperti zink dan asam lemak tidak jenuh juga berperan dalam mencegah stretch mark.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Jangan keburu girang setelah berat badan kembali ideal. Masih ada kemungkinan berat Anda mendadak naik lagi karena tiga penyebab berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 30/05/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Banyak orang mengurangi karbo untuk menurunkan berat badan. Tapi, siapa bilang harus dihindari? Pilih beberapa sumber karbohidrat untuk diet berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit