Kapan Boleh Jongkok setelah Operasi Caesar? Ini Jawabannya!

    Kapan Boleh Jongkok setelah Operasi Caesar? Ini Jawabannya!

    Setelah menjalani persalinan, akan ada pantangan-pantangan yang perlu ibu hindari untuk mencegah terjadinya komplikasi persalinan. Sayangnya, terkadang, ada beberapa ibu yang masih belum mengetahui secara jelas apa saja yang harus dihindari. Salah satu hal yang sering kali ditanyakan adalah kapan boleh jongkok setelah operasi caesar.

    Jongkok mungkin terlihat seperti kegiatan yang mudah dilakukan. Namun, hal ini bisa cukup sulit untuk sebagian orang, termasuk ibu yang baru menjalani persalinan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

    Apakah boleh jongkok setelah melahirkan?

    persalinan eracs

    Faktanya, ibu belum boleh jongkok segera setelah melahirkan.

    Ini karena gerakan tersebut dapat menimbulkan tekanan pada luka setelah persalinan, yang bisa membuat proses penyembuhan bertambah lama atau malah menimbulkan komplikasi.

    Bukan cuma jongkok, aktivitas berat lainnya, termasuk mengangkat beban serta menunduk dan meregangkan badan, pun umumnya dilarang oleh dokter pada masa penyembuhan ini.

    Perlu Anda pahami, saat menjalani proses melahirkan, dokter terkadang harus membuat sayatan pada bagian vagina dan anus (perineum) yang disebut juga dengan episiotomi.

    Pada kasus lain, luka pada vagina dan perineum juga bisa terjadi dengan sendirinya secara alami dan merupakan hal yang normal.

    Sementara itu, jika ibu melahirkan melalui operasi caesar (C-section), maka dokter akan membuat sayatan di perut dan rahim agar bisa mengeluarkan bayi secara langsung.

    Luka yang terbentuk pasca melahirkan inilah yang perlu ibu jaga selama proses penyembuhan.

    Berdasarkan NHS, untuk robekan atau sayatan pada vagina dan anus pada persalinan normal, proses penyembuhan biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

    Untuk bekas luka setelah operasi caesar, waktu penyembuhan umumnya lebih lama, yaitu sekitar 6 minggu.

    Perlu diingat

    Meski belum boleh jongkok setelah melahirkan, bukan berarti ibu tidak boleh jongkok seterusnya. Ibu hanya perlu menunggu hingga tubuh kembali pulih untuk bisa beraktivitas secara normal, termasuk melakukan jongkok.

    Kapan boleh jongkok setelah operasi caesar?

    berapa kali operasi caesar bisa dilakukan

    Dilansir dari Kids Health, tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan bekas luka setelah operasi caesar dibandingkan persalinan normal.

    Umumnya, dokter akan melarang ibu yang menjalani proses operasi caesar untuk beraktivitas berat hingga 2 bulan atau setidaknya 6 minggu dari waktu persalinan setelah dilakukan pemeriksaan ulang.

    Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah tubuh ibu sudah lebih kuat untuk menopang beban dan melakukan aktivitas yang lebih berat.

    Maka dari itu, kapan ibu boleh melakukan jongkok setelah operasi caesar bergantung pada kondisi masing-masing ibu.

    Ibu dapat melakukan jongkok setelah melahirkan ketika tubuh dinilai sudah siap oleh dokter.

    Namun perlu diingat, kondisi ibu yang baru melahirkan mungkin tidak sekuat sebelumnya, sehingga sebaiknya lakukan gerakan jongkok secara perlahan dan bertahap.

    Ini termasuk jika Anda ingin atau terbiasa jongkok untuk buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK) di toilet.

    Adakah bahaya jika jongkok terlalu cepat setelah melahirkan?

    ciri-ciri jahitan caesar terbuka, kapan boleh jongkok setelah operasi caesar

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, aktivitas yang terlalu berat bisa menimbulkan tekanan pada bekas luka persalinan.

    Jika terjadi tekanan, hal ini berisiko menimbulkan komplikasi pada bekas luka, seperti berikut ini.

    1. Infeksi

    Sebenarnya, jahitan kembali terbuka setelah caesar atau persalinan normal jarang terjadi. Namun, risiko terjadinya hal tersebut akan lebih tinggi jika sering timbul tekanan di sekitar luka operasi.

    Infeksi dapat terjadi akibat luka kembali terbuka setelah mendapat tekanan. Kondisi ini bisa ditandai dengan tanda-tanda, seperti berikut.

    • Kulit yang merah dan bengkak.
    • Keluarnya nanah atau cairan dari luka.
    • Nyeri terus-menerus.
    • Bau tidak sedap dari luka.

    2. Perdarahan vagina

    Pada persalinan normal, tekanan pada vagina bisa menyebabkan perdarahan dari vagina. Hal ini terjadi akibat luka pada vagina kembali robek hingga adanya darah yang keluar.

    3. Cedera otot atau sendi

    Saat proses persalinan, ibu perlu menggunakan kekuatan otot dan sendi untuk mampu mendorong janin keluar dari dalam lahir.

    Oleh karena itu, otot dan sendi juga perlu melalui masa pemulihan sebelum bisa kembali berfungsi normal.

    Jika mendapat tekanan yang berlebihan selama pemulihan, otot dan sendi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami cedera.

    4. Timbul rasa nyeri

    Tekanan yang timbul saat jongkok bisa menimbulkan rasa nyeri pada luka jahitan. Rasa nyeri ini bisa terjadi cukup parah dan mungkin timbul di pinggul, otot paha, atau punggung bawah.

    Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika rasa nyeri pada perineum atau bagian tubuh lainnya tidak tertahankan karena bisa menandakan kondisi yang serius.

    5. Tidak bisa menahan buang air kecil

    Setelah melahirkan, sebagian ibu mungkin akan kesulitan menahan buang air kecil, yang disebut juga dengan inkontinensia urine.

    Kondisi ini bisa ditandai dengan keluarnya urine secara tidak sengaja saat tertawa, bersin, atau batuk.

    Akibatnya, ibu mungkin akan terasa terganggu akibat kondisi ini. Terkadang, jongkok terlalu cepat setelah melahirkan juga bisa memperparah kondisinya.

    Selain jongkok, pilih posisi BAB pasca operasi caesar yang nyaman

    penyebab feses berminyak

    Pada umumnya, jongkok untuk BAB atau BAK pasca operasi caesar atau persalinan normal bukan hal yang dilarang oleh dokter.

    Meski begitu, posisi BAB dan BAK pasca operasi caesar perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.

    Ibu pun mungkin perlu tahu kapan boleh jongkok dan menunggu beberapa minggu sebelum mencoba posisi BAB ini pasca operasi caesar.

    Sementara pada persalinan normal, jongkok saat BAB biasanya boleh dilakukan dalam 3 – 10 hari setelah persalinan.

    Namun, bila timbul nyeri yang berlebihan saat jongkok, maka disarankan untuk memilih cara lain ketika BAB dan BAK. Misalnya dengan posisi duduk.

    Posisi duduk di atas toilet diketahui bisa mengurangi tekanan pada otot di sekitar luka yang mungkin timbul saat BAB.

    Ibu bisa mencari tempat yang memiliki toilet duduk atau menggunakan pispot tambahan pada toilet jongkok.

    Bila ragu kapan boleh BAB jongkok setelah operasi caesar, tanyakan pada dokter untuk kepastiannya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    After your Caesarean Section. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.enherts-tr.nhs.uk/content/uploads/2019/10/M-After-Your-C-Section-c-section_infoleaflet2014-1.pdf

    Caesarean section – Better Health Channel. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/caesarean-section

    Caesarean section – Recovery. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/caesarean-section/recovery/

    Episiotomy and perineal tears. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.nhs.uk/pregnancy/labour-and-birth/what-happens/episiotomy-and-perineal-tears/

    Recovering after a caesarean. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www2.hse.ie/pregnancy-birth/birth/caesarean-birth/recovering/

    Recovering From Delivery (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/recovering-delivery.html

    Recovery after caesarean: first 6 weeks. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://raisingchildren.net.au/pregnancy/labour-birth/recovery-after-birth/after-caesarean

    The Crouch Oak Family Practice. (2022). Retrieved 9 August 2022, from https://www.crouchoak.nhs.uk/conditions/caesarean-section/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Aug 23
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto