home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif dan Mudah Marah?

Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif dan Mudah Marah?

Kehamilan memang terasa menyenangkan sekaligus mendebarkan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kehamilan juga akan menimbulkan perubahan drastis terhadap kondisi emosional. Banyak ibu bahkan menjadi lebih sensitif dan mudah marah ketika hamil.

Penyebab mood yang sensitif selama hamil

Mengutip laman American Pregnancy Association, kehamilan yang berjalan lancar pun tidak lepas dari efek samping berupa emosi negatif. Emosi tersebut akhirnya membuat Anda menjadi lebih sensitif.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya:

1. Perubahan hormon

Salah satu penyebab fenomena ini ternyata berasal dari tubuh Anda sendiri. Menjelang kehamilan, jumlah hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat. Perubahan hormon bertujuan untuk mempersiapkan tubuh Anda menuju kehamilan.

Namun, peningkatan jumlah estrogen dan progesteron juga dapat menurunkan mood dan kemampuan otak untuk memantau perubahan emosi. Akibatnya, ibu hamil jadi lebih sensitif terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitarnya.

pusing saat hamil

2. Rasa takut

Kehamilan akan mengubah banyak hal dalam hidup Anda. Baik dari segi kesehatan, hubungan dengan pasangan, hingga keuangan. Maka dari itu, tidak heran apabila kehamilan kerap mendatangkan berbagai pikiran buruk dan rasa takut.

Pada umumnya, rasa takut selama kehamilan bersumber dari pemikiran seperti:

  • Apakah Anda sudah siap menjadi orangtua
  • Kesehatan janin sejak dalam kandungan hingga setelah bersalin
  • Pengaruh keberadaan anak pada hubungan Anda
  • Apakah Anda siap menghadapi persalinan
  • Apakah kondisi keuangan Anda cukup aman

3. Perubahan pada tubuh

Perubahan pada tubuh selama kehamilan, seperti morning sickness, badan nyeri, hingga kesulitan tidur akibat perut yang membesar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Akibatnya, ibu hamil menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

Selain itu, bentuk tubuh ibu hamil juga berubah. Hamil membuat perut membesar dan tubuh menjadi lebih gemuk. Beberapa ibu mungkin khawatir hal ini dapat mengurangi daya tariknya di hadapan suami sehingga mereka menjadi sensitif.

obat diare untuk ibu hamil

4. Stres

Semua rasa takut, kekhawatiran, dan rasa tidak nyaman yang Anda alami selama hamil bisa memicu stres. Stres bahkan dapat bertambah parah bila Anda menghadapi masalah terkait kesehatan, keuangan, atau aspek lain yang berlanjut hingga anak lahir.

Begitu mengalami stres, kondisi fisik dan psikologis Anda akan terkena imbasnya. Anda bisa jadi mengalami perubahan mood dengan cepat, emosi yang meluap-luap, lebih mudah marah, dan secara umum menjadi lebih sensitif terhadap hal kecil sekalipun.

5. Rasa lelah

Ibu hamil biasanya kurang mendapatkan waktu istirahat. Penyebabnya antara lain tidak bisa menemukan posisi tidur yang nyaman, sering terbangun karena ingin buang air kecil, atau sibuk menyelesaikan pekerjaan di rumah.

Jam istirahat yang kurang tentu membuat tubuh lebih cepat lelah. Rasa lelah yang terakumulasi lantas menurunkan mood dan membuat ibu hamil lebih sulit mengendalikan emosi. Akhirnya, ibu hamil menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

Perubahan suasana hati menjadi lebih sensitif adalah suatu hal yang lumrah dialami seorang ibu selama mengandung. Faktor penyebabnya pun beragam, mulai dari yang bersifat biologis seperti hormon hingga psikologis berupa stres dan rasa takut.

Anda sebetulnya tak perlu khawatir karena kondisi ini akan berangsur membaik dengan sendirinya. Agar kehamilan terasa lebih nyaman, jangan ragu meminta dukungan dari suami dan keluarga. Ingat, Anda tidak menjalani kehamilan ini seorang diri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pregnancy’s Emotional Roller Coaster. https://www.webmd.com/baby/features/pregnancy-emotional-roller-coaster#1 Diakses pada 29 Agustus 2019.

Mood swings in pregnancy. https://www.babycentre.co.uk/a253/mood-swings-in-pregnancy Diakses pada 29 Agustus 2019.

Pregnancy Emotions. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/pregnancy-emotions/ Diakses pada 29 Agustus 2019.

Emotional changes in pregnancy. https://www.tommys.org/pregnancy-information/im-pregnant/mental-wellbeing/emotional-changes-pregnancy Diakses pada 29 Agustus 2019.

Mood Swings & Mommy Brain: The Emotional Challenges of Pregnancy. https://www.livescience.com/51043-pregnancy-emotions.html Diakses pada 29 Agustus 2019.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 04/10/2019
x