home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berapa Usia Kandungan Anda Sekarang? Coba Hitung di Sini

Berapa Usia Kandungan Anda Sekarang? Coba Hitung di Sini
Manfaat mengetahui cara menghitung usia kehamilan|Cara menghitung usia kehamilan di rumah|Cara menghitung usia kehamilan dengan minggu, bukan bulan|Beda usia kehamilan dan usia janin|Haruskah mencatat tanggal menstruasi setiap bulan?|Akurat atau tidak memprediksi HPL lewat usia kandungan?

Biasanya, saat mendapatkan hasil test pack dua garis, Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG ke dokter atau bidan. Pemeriksaan itu untuk mengetahui usia kehamilan dan kondisi janin. Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dan mengapa penting untuk umur kandungan? Berikut penjelasannya.

Manfaat mengetahui cara menghitung usia kehamilan

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa setiap ibu hamil perlu tahu usia kehamilannya?

Berikut beberapa manfaat mengetahui usia kehamilan, di antaranya:

1. Menentukan jadwal tes

Mengetahui usia kehamilan membantu Anda menentukan jadwal berbagai tes kesehatan.

Salah satunya, tes USG yang pertama kali harus dilakukan ketika kehamilan memasuki usia 6 minggu.

Tes USG yang bertujuan untuk menentukan apakah bayi kembar berbagi plasenta atau kantung ketuban dilakukan di antara minggu ke-11 dan ke-14 kehamilan.

Selain itu, mengetahui usia kehamilan juga membantu dokter menentukan tes darah AFP.

Tes darah AFP (Alpha fetoprotein) bertujuan untuk skrining risiko bayi cacat lahir dan idealnya dilakukan antara minggu ke-16 sampai 18.

2. Menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Mengetahui usia kehamilan membantu Anda dalam mengetahui hari perkiraan lahir (HPL).

Ketika mengetahui hari perkiraan lahir janin, Anda bisa menentukan perawatan ibu hamil yang diperlukan, seperti senam hamil.

Untuk mengetahui usia kehamilan, biasanya ibu hamil akan dibantu oleh dokter atau bidan.

Selain itu, memperkirakan usia kandungan akan membantu dokter memantau kehamilan Anda.

3. Menentukan metode persalinan

Mengetahui usia kehamilan juga penting untuk merencanakan pilihan cara bersalin, baik melahirkan normal atau caesar.

Bagi ibu hamil yang berencana melahirkan caesar, mengetahui usia kehamilan dapat memprediksi kelahiran secara tepat.

Pasalnya, kalau salah menghitung usia kehamilan, dikhawatirkan menyebabkan tubuh janin yang belum siap sempurna terlahir ke dunia.

Bagi ibu yang berencana ingin bersalin dengan normal, mengetahui usia kehamilan juga sama pentingnya.

Terutama jika Anda belum menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan, padahal usia kehamilan sudah melewati batas (postmature).

Selain membantu menghitung usia kehamilan, nantinya dokter dapat mempertimbangkan cara induksi tergantung berapa tepatnya usia kehamilan Anda.

Anda juga bisa menghitung usia kandungan dengan menggunakan kalkulator kehamilan di bawah ini:

Cara menghitung usia kehamilan di rumah

Sebelum memulai cara menghitung usia kehamilan, Anda harus ingat-ingat dulu kapan tepatnya hari pertama menstruasi terakhir (HPHT).

Caranya, ditambahkan maju per 7 hari sampai 40 minggu dari tanggal menstruasi terakhir. Nantinya, hari perkiraan lahir (HPL) juga bisa dihitung dari usia kandungan.

Sebagai contoh, hari pertama haid terakhir Anda adalah 8 Januari 2019. Ditambahkan 7 hari setelah HPHT, maka satu minggu pertama kehamilan Anda adalah di tanggal 15 Januari.

Minggu kedua Anda hamil jatuh pada tanggal 22 Januari. Terus hitung maju sampai minggu ke-40 untuk mendapatkan hari perkiraan lahir (HPL).

Dengan skenario di atas, maka hasil perkiraan lahir bayi dari menghitung usia kehamilan ini akan jatuh pada tanggal 15 Oktober 2019.

Agar memudahkan, cara menghitung usia kehamilan untuk menentukan HPL juga bisa menggunakan rumus:

Hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun

Contoh lain: hari pertama menstruasi terakhir adalah 1 Januari 2019. Apabila ditambahkan 7 hari maka hasilnya tanggal 8 Januari 2019.

Setelah itu dihitung mundur selama tiga bulan, bertemu dengan tanggal 8 Oktober 2018.

Selanjutnya setelah itu ditambahkan 1 tahun, maka tanggal perkiraan lahir bayi Anda adalah 8 Oktober 2019.

Namun ingat, tanggal tersebut hanya perkiraan. Jadi, belum tentu bayi pasti lahir di tanggal tersebut.

Hanya sekitar 5 persen bayi yang lahir sesuai dengan tanggal perkiraan lahir yang dihasilkan dari cara menghitung usia kehamilan.

Selebihnya, bayi dapat lahir sebelum atau setelah tanggal perkiraan.

Cara menghitung usia kehamilan dengan minggu, bukan bulan

Anda mungkin sering mendengar masa kehamilan dalam hitungan bulan.

Banyak ibu hamil yang terbiasa mengatakan bahwa usia kandungan mereka baru 3 bulan, 6 bulan, 7 bulan, dan seterusnya.

Padahal, usia kehamilan yang tepat dinyatakan dalam minggu dan dibagi menjadi 3 trimester berdasarkan panduan American Obstetrician and Gynecologists (ACOG):

Rata-rata usia kehamilan dari mulai pembuahan sampai melahirkan adalah 40 minggu, bukan 9 bulan. Mengapa?

Cara menghitung usia kehamilan ditentukan dari kapan menstruasi terakhir kali. Ini termasuk sekitar dua minggu saat Anda belum dinyatakan positif hamil.

Alasannya, pembuahan terjadi kira-kira pada dua minggu setelah Anda menstruasi.

Jadi jika dihitung, usia kandungan pada umumnya berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari sampai saat melahirkan nanti.

Bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur dan bayi yang lahir setelah 42 minggu dianggap postmature.

Beda usia kehamilan dan usia janin

Penting untuk diketahui bahwa usia kehamilan tidak sama dengan usia janin. Cara menghitung usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir hingga kelahiran.

Semantara, usia janin lebih sulit untuk dipastikan secara akurat karena tidak ada yang tahu kapan pembuahan terjadi.

Itu artinya, Anda tidak bisa menggunakan cara menghitung kehamilan untuk mengetahui usia janin.

Dokter kandungan dan bidan hanya memeriksa melalui USG dan mengira-ngira usia janin berdasarkan usia kehamilan Anda.

Jadi, cara menghitung usia janin hanya bisa dilakukan dengan bantuan USG tidak dengan perhitungan manual seperti usia kehamilan.

Namun, perlu diketahui bahwa perbedaan antara usia kandungan dengan usia janin (usia yang ditunjukkan oleh USG) masih dianggap normal.

Anda tidak perlu khawatir ada masalah pada perkembangan janin. Pada pemeriksaan selanjutnya, dokter dapat memastikan perbedaan usia kehamilan dan janin tidak semakin jauh.

Hal ini tentu membantu untuk memperkirakan kapan bayi akan lahir, sehingga Anda bisa mempersiapkan kelahiran si kecil dari jauh-jauh hari.

Namun, bila masih ragu atau bingung antara usia kehamilan dengan usia janin, konsultasi ke dokter kandungan akan sangat membantu.

Pasalnya, usia kandungan saat melahirkan bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil.

Haruskah mencatat tanggal menstruasi setiap bulan?

Apabila berencana hamil, sebaiknya upayakan rutin mencatat jadwal haid dalam beberapa bulan terakhir.

Kebiasaan ini bisa membantu Anda mengetahui masa subur sehingga mempermudah rencana kehamilan.

Sekaligus, mempermudah cara Anda dalam menghitung usia kehamilan sehingga bisa memperkirakan waktu kelahiran bayi.

Ini dikarenakan masa ovulasi, usia kehamilan atau kandungan, dan hari perkiraan lahir semuanya berhubungan dengan siklus menstruasi.

Maka, selalu ingatkan diri sendiri untuk langsung menandai kalender begitu haid keluar.

Lakukan hal ini rutin setiap bulannya untuk mengetahui pola siklus menstruasi, terlebih jika Anda memiliki rencana punya momongan.

Bagaimana kalau tidak tahu atau lupa tanggal menstruasi terakhir?

Tahu tanggal menstruasi terakhir merupakan kunci untuk menghitung usia kehamilan dan persalinan, baik dengan cara normal atau caesar.

Jika lupa untuk menandainya, tentu akan sulit untuk untuk menghitung usia kehamilan yang dilakukan dengan cara manual.

Biasanya dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengukur panjang bayi dari ujung kepala sampai pantat (tulang ekor) bayi.

Metode pemeriksaan ini disebut dengan crown rump length (CRL). Cara tersebut dapat dilakukan saat usia kehamilan sekitar 6 hingga 14 minggu.

CRL dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang usia kandungan Anda ketimbang dengan cara menghitung usia kehamilan manual.

Pada dasarnya, semakin dini menjalani USG, akan semakin akurat usia kehamilan bayi.

Selanjutnya setelah usia janin memasuki 14 minggu, dokter akan menghitung:

  • Lingkar kepala
  • Diameter biparietal (ukuran tulang pelipis kiri dan kanan)
  • Pengukuran panjang femur (tulang paha)

Pengukuran di atas untuk menentukan perkembangan bayi di dalam rahim. Panjang tali pusat biasanya sama dengan CRL sepanjang kehamilan.

Akurat atau tidak memprediksi HPL lewat usia kandungan?

Memprediksi hari perkiraan lahir dengan cara menghitung usia kehamilan memang tidak terlalu akurat.

Jadi, tidak perlu heran jika tanggal perkiraan lahir pada kenyataannya tidak sesuai dengan perkiraan.

Usia kandungan dihitung untuk memberikan gambaran mengenai seberapa jauh Anda telah menjalani masa kehamilan.

Selain itu, hal yang harus dipahami adalah setiap kehamilan berbeda.

Hindari terlalu terpaku pada tepat atau tidaknya usia kehamilan dari hasil hitungan dengan cara manual seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang menghitung usia kehamilan atau kapan hari perkiraan lahir, segera konsultasikan ke dokter kandungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diet During Pregnancy | American Pregnancy Association. (2017). Retrieved 1 February 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/diet-during-pregnancy-5475/

Pregnancy Week 1 – 2 | American Pregnancy Association. (2018). Retrieved 1 February 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/week-by-week/pregnancy-week-1-2-1249/

First Trimester Symptoms, Screening and Development | NorthShore . (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.northshore.org/obstetrics-gynecology/pregnancy/first-trimester/

Pregnancy week by week Healthy pregnancy. (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/basics/healthy-pregnancy/hlv-20049471?reDate=01022021

Folic acid. (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.marchofdimes.org/pregnancy/folic-acid.aspx

Prenatal care and tests | womenshealth.gov. (2016). Retrieved 1 February 2021, from https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/prenatal-care-and-tests

Ferré, C., Callaghan, W., Olson, C., Sharma, A., & Barfield, W. (2016). Effects of Maternal Age and Age-Specific Preterm Birth Rates on Overall Preterm Birth Rates — United States, 2007 and 2014. MMWR. Morbidity And Mortality Weekly Report65(43), 1181-1184. doi: 10.15585/mmwr.mm6543a1

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 08/02/2021
x