backup og meta
Kategori

2

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Kenapa Ibu Hamil Muda Sering Mual Saat Makan Nasi?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 30/11/2022

Kenapa Ibu Hamil Muda Sering Mual Saat Makan Nasi?

Perubahan hormon selama kehamilan sering disertai rasa mual tak tertahankan. Kondisi ini merupakan bagian dari morning sickness yang kerap terjadi, khususnya pada trimester pertama. Ibu hamil bahkan sering mual hanya karena makan nasi.

Apakah hal ini normal terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

Kenapa ibu hamil muda sering mual saat makan nasi?

Rasa mual merupakan hal yang normal dan dirasakan oleh lebih dari 70% orang yang sedang hamil muda.

Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang membuat ibu hamil mudah merasa mual, terutama setelah makan nasi.

1. Perubahan hormon

morning sickness emesis gravidarum

Kadar hormon yang berubah selama masa kehamilan akan membuat calon ibu lebih mudah merasa mual, bahkan saat makan.

Selain peningkatan hormon estrogen, ibu hamil juga memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dari plasenta.

Semakin banyak produksi HCG, semakin sering dan parah keluhan mual yang Anda rasakan.

Pada kondisi tertentu, perubahan hormon dapat menyebabkan hiperemesis gravidarum, yakni komplikasi pada trimester awal berupa mual dan muntah yang sangat parah.

Mual dan muntah karena hipermesis gravidarum bisa membuat ibu hamil mengalami penurunan berat badan hingga lima persen. Ibu hamil yang mengalaminya bahkan biasanya sampai dirawat inap.

2. Penciuman lebih sensitif

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Chemical Senses (2013), dua dari tiga ibu hamil mengalami peningkatan kepekaan indra penciuman.

Hal ini akan membuat ibu yang hamil muda merasa mual saat hendak makan nasi, bahkan hanya dari mencium baunya.

Tidak hanya terhadap nasi, kepekaan ini juga berlaku saat ibu hamil mencium parfum, kopi, hingga rempah-rempah.

Jika kondisi ini sampai membuat Anda kekurangan asupan gizi, segera temui dokter kandungan untuk mencari solusinya.

3. Stres saat hamil

Saat Anda merasa stres, tubuh akan melepas hormon kortisol. Peningkatan hormon kortisol dalam tubuh akan disertai dengan produksi asam lambung.

Kondisi ini membuat ibu hamil gampang mual, bahkan saat makan nasi. Jika dibiarkan saja, stres pada ibu hamil dapat menyebabkan darah tinggi yang berbahaya untuk kehamilan.

4. Konstipasi (sembelit)

sembelit pada ibu hamil

Saat hamil, rahim akan terus membesar hingga menekan atau bahkan menyumbat saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan gerakan makanan melambat hingga terjadi sembelit dan mual.

Selain itu, peningkatan hormon progesteron juga akan memperlambat proses pencernaan. Pengosongan lambung pun menjadi tertunda.

Kantong empedu yang terpengaruh oleh hal tersebut akan mengundang reaksi mual dan muntah, khususnya pada pagi hari.

Ditambah lagi, rasa mual juga dapat diakibatkan oleh efek samping beberapa jenis obat atau vitamin selama kehamilan.

Diskusikan dengan dokter Anda apabila konstipasi disebabkan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi. Dokter mungkin memberikan resep yang berbeda

5. Infeksi saluran kemih

Berdasarkan sebuah buku berjudul Urinary Tract Infections During Pregnancy (2022), wanita hamil memiliki risiko terkena infeksi saluran kemih yang lebih besar selama trimester pertama.

Beberapa ciri infeksi saluran kemih yaitu mual, muntah, dan tidak enak badan. Karena ketiganya mirip dengan keluhan trimester pertama, mungkin banyak ibu hamil yang tidak menyadarinya.

Nyeri panggul dan demam merupakan ciri lanjutan dari infeksi saluran kemih. Di sinilah infeksi saluran kemih sering kali baru disadari.

Cara mengatasi mual makan nasi saat hamil muda

cara mengatasi mual saat hamil

Tidak ada cara khusus yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keluhan selama hamil muda, termasuk mual saat makan nasi.

Masalah kehamilan ini umumnya akan berangsung membaik seiring bertambahnya usia janin, tepatnya saat usia kandungan di atas 15 minggu.

Namun, Anda dapat mengatasi rasa mual dengan perawatan sendiri di rumah. Berikut beberapa caranya.

  • Makan lebih sering dengan porsi lebih kecil.
  • Kurangi minum di tengah-tengah makan.
  • Mencari alternatif pengganti nasi untuk ibu hamil.
  • Buat sirkulasi udara yang nyaman untuk mendapatkan udara segar.
  • Istirahat yang cukup. Saat lelah, cobalah berbaring.
  • Mencium aroma jahe atau lemon saat merasa mual.
  • Hindari mencium aroma yang kuat, seperti bawang, kopi, atau durian.
  • Makan camilan seperti keripik atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur.
  • Makan makanan tinggi karbohidrat, seperti kentang, roti gandum, dan kacang-kacangan.
  • Kenakan pakaian longgar yang tidak membuat perut tertekan.

Jika kondisi ibu hamil yang mual karena makan nasi tidak kunjung membaik atau diikuti beberapa gejala tambahan berikut, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan untuk mencari solusinya.

  • Warna urine pekat atau ibu hamil tidak bisa buang air kecil lebih dari delapan jam.
  • Muntah terus menerus selama 24 jam.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Muntah darah.
  • Dehidrasi.
  • Produksi air liur meningkat drastis.
  • Penurunan berat badan yang ekstrem.

Mual saat makan nasi pada ibu hamil

  • Mual karena makanan merupakan bagian dari morning sickness selama hamil.
  • Sering terjadi pada trimester pertama dan membaik seiring bertambahnya usia kandungan.
  • Jangan makan dalam porsi besar. Ambil lebih sedikit porsi, tapi lakukan lebih sering.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 30/11/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan