3 Vitamin Penting yang Seringnya Kurang Tercukupi Pada Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Lansia adalah kelompok orang yang paling rentan mengalami kekurangan gizi. Penuaan membuat mereka mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh yang dapat memengaruhi nafsu makan. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan gangguan makan (seperti anoreksia) dan kekurangan gizi — termasuk kekurangan vitamin — yang menurunkan kualitas hidup lansia. Lantas, apa saja akibat kekurangan vitamin pada lansia? Berikut penjelasannya.

Jenis vitamin yang seringnya tidak tercukupi, dan apa akibat kekurangan vitamin pada lansia?

1. Vitamin D

Vitamin D berguna untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang serta gigi, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh agar lebih efektif. 

Sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari pagi. Kulit kita akan mengubah kolesterol khusus menjadi vitamin D begitu terpapar oleh sinar matahari. Akan tetapi, gaya hidup lansia yang kurang aktif dan kebanyakan menghabiskan waktu di dalam ruangan bisa menghambat mekanisme tersebut. Terlebih, kerja kulit dalam mensintesis vitamin D mulai menurun begitu memasuki usia lanjut.

Penurunan nafsu makan yang bikin lansia jarang makan dan porsi makan yang lebih kecil juga ikut berperan menyebabkan lansia rentan mengalami kekurangan vitamin D.

Apa akibat kekurangan vitamin D pada lansia?

Akibat kekurangan vitamin D pada lansia adalah tulang yang mudah rapuh dan patah, memperparah osteoporosis, hingga kemerosotan fungsi kognitif secara dramatis. Di usia lanjut, penurunan fungsi kognitif dapat meningkatkan risiko kepikunan dan depresi hingga berkali lipat dibanding dengan lansia yang mampu mencukupi asupan vitamin D mereka dengan baik.

Kekurangan vitamin D juga meningkatkan risiko lansia mengalami gagal jantung, terutama jika mereka telah memiliki penyakit jantung yang mendasarinya.

Bagaimana cara mencukupinya?

Luangkan waktu untuk lansia berjemur sinar matahari pagi, misalnya dengan mengajaknya berjalan-jalan sekitar komplek rumah. Asupan vitamin D juga bisa dicukupi dengan makanan sumber vitamin D yang baik seperti kuning telur, ikan salmon, hati, mentega, susu, udang, dan yogurt. Bisa juga dengan menyediakan suplemen vitamin D.

aktif berhubungan seks lansia

2. Vitamin C

Vitamin C memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan stamina untuk mencegah Anda kelelahan, mencegah anemia, hingga berperan dalam pembentukan kolagen untuk menjaga kesehatan kulit, tulang, gusi, dan mata. Selain itu, asupan vitamin C yang mencukupi juga dapat mencegah risiko aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) karena vitamin khas buah jeruk ini dapat meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk memecah kolesterol berlebih.

Vitamin C pada dasarnya merupakan vitamin yang mudah untuk dicukupi. Namun lagi-lagi, lansia rentan mengalami kekurangan vitamin C karena dipengaruhi oleh faktor gaya hidup sedentari serta pengaturan waktu dan porsi makan yang menurun.

Apa akibat kekurangan vitamin C pada lansia?

Kekurangan vitamin C dapat membuat lansia mudah memar dan membuat luka di kulit tak kunjung sembuh setelah berhari-hari. Akibat kekurangan vitamin C pada lansia juga membuat mereka rentan mengalami perdarahan gusi, sariawan, mimisan, rambut rontok, hingga kulit kering dan kasar yang kadang berwarna kemerahan.

Jika dibiarkan terus, kekurangan vitamin C pada lansia bisa berakibat fatal. Dilansir dari Healthline, sebuah studi melaporkan bahwa lansia yang kekurangan vitamin C memiliki peningkatan risiko stroke yang lebih besar dibanding lansia yang memiliki kadar vitamin C yang tinggi dalam tubuh.

Bagaimana cara mencukupinya?

Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin C untuk lansia hanya dengan menyediakan cukup sayuran dan buah-buahan setiap hari (setidaknya 5 porsi per hari). Beberapa sumber makanan vitamin C adalah jeruk, kiwi, pepaya, nanas, stroberi, dan brokoli. Namun, jika Anda mempunyai masalah dalam mencukupi kebutuhan vitamin C-nya, Anda bisa menyediakan suplemen vitamin C 500 mg.

3. Vitamin B12

Vitamin B12 memiliki peran yang tidak kalah penting dari vitamin-vitamin lainnya. Vitamin ini membantu metabolisme sel agar berjalan normal terutama sel-sel saluran cerna, sel darah merah, sumsum tulang, serta jaringan saraf.

Apa akibat kekurangan vitamin B12 pada lansia?

Vitamin B12 bekerja mengatur pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah. Maka, akibat kekurangan vitamin B12 yang paling umum adalah anemia defisiensi B12 atau anemia defisiensi folat, ditandai dengan 3L (Lemah, Letih, Lesu). Lidah yang bengkak dan meradang juga bisa menjadi gejala kurang vitamin B12. Retak di sudut mulut juga bisa menjadi tanda kekurangan vitamin ini.

Kurangnya vitamin B12 juga dapat menyebabkan lansia mengalami masalah sistem saraf, seperti sensasi panas, kesemutan, dan/atau mati rasa di tungkai, tangan, atau kaki; masalah berjalan dan keseimbangan; paranoia; halusinasi; mudah marah; hingga depresi. Selain itu, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kepikunan pada orang tua.

Bagaimana cara mencukupinya?

Vitamin B12 dapat dengan mudah Anda temukan pada sumber makanan hewani, seperti daging, ikan, ayam, telur dan susu. Anda juga bisa mengonsumsi produk olahan seperti roti dan susu nabati. Jika lansia sulit makan, Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin B12-nya dengan suplemen vitamin.

Sebelum menggunakan suplemen untuk mencegah risiko yang mungkin terjadi akibat kekurangan vitamin pada lansia, bicarakan dulu dengan dokter yang menanganinya.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Setelah cuci muka sebelum tidur, Anda kemudian pakai pelembap atau krim mata dulu? Simak urutan skincare malam yang tepat berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Gay dan Lesbian Disembuhkan?

Katanya, homoseksualitas adalah bentuk penyakit mental yang memengaruhi orientasi seksual seseorang. Lalu, apakah gay bisa disembuhkan lewat terapi ini?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Alasan Minum Kopi Saat Perut Kosong Itu Tidak Baik

Satu hal pertama yang banyak orang lakukan di pagi hari adalah menyeruput secangkir kopi hangat. Tapi, minum kopi saat perut kosong bukanlah ide yang baik.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit dapat segera pulih dalam beberapa hari apabila Anda mengikuti perawatan setelah cabut gigi dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit hepatitis adalah

Penyakit Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
panduan diet bebas gula

Panduan Menjalani 30 Hari Diet Bebas Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
obat cacing

5 Pilihan Obat Cacing yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit