home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa yang Akan Terjadi Bila Tubuh Kekurangan Vitamin D?

Apa yang Akan Terjadi Bila Tubuh Kekurangan Vitamin D?

Vitamin D tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda harus mendapatkan asupannya dari sumber lain seperti sinar matahari. Jika Anda jarang beraktivitas di luar dan tidak terpapar sinar matahari, tubuh Anda dapat kekurangan vitamin D.

Tanda-tanda kekurangan vitamin D

makanan sumber vitamin D
Sumber: Health Europa

Sebelum mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kurangnya asupan sumber vitamin D, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu apa saja tanda-tandanya.

Terkadang, tanda kekurangan vitamin D yang dialami orang dewasa tidak terlihat dengan jelas. Namun, Anda bisa merasakan gejala seperti:

Sedangkan gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak biasanya lebih terlihat. Pada kasus serius, anak bisa mengalami rakitis, yaitu kondisi di mana tulang menjadi rapuh sehingga pertumbuhannya mengalami kelainan.

Kondisi ini bisa menimbulkan tanda seperti nyeri pada tulang, kelemahan otot, serta kelainan bentuk persendian.

Dampak kekurangan vitamin D pada tubuh

dampak defisiensi vitamin d

Bila terus dibiarkan, kurang asupan vitamin D bisa berujung pada berbagai penyakit serius. Di bawah ini beberapa daftarnya.

1. Tulang jadi rapuh

Vitamin D termasuk zat gizi pembentuk tulang sehingga kekurangannya di dalam tubuh akan menimbulkan masalah pada tulang. Di dalam tulang, vitamin D berfungsi menjaga jumlah kalsium dan fosfor, yang merupakan mineral penting kepadatan tulang.

Tidak adanya vitamin D membuat jenis mineral ini tidak ada yang menjaga dan dapat menyebabkan penurunan jumlah mineral. Hal ini yang kemudian membuat tulang Anda menjadi rapuh, mudah patah, hingga berisiko terkena penyakit osteoporosis.

2. Mudah depresi

Sebuah penelitian yang diterbitkan British Journal of Psychiatry menyatakan bahwa orang yang kurang asupan vitamin D–entah itu dari makanan atau sinar matahari–cenderung lebih sering mengalami depresi.

Pada penelitian tersebut dijelaskan jika vitamin D berperan dalam mengatur hormon dan memengaruhi bagian otak sebagai pusat suasana hati. Teori lain menyebutkan bahwa vitamin ini mampu meningkatkan zat kimia penurun tingkat stres pada otak.

3. Risiko terkena kanker lebih besar

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Society for Radiation Oncology mengungkapkan bahwa tubuh yang kurang vitamin D berisiko mengalami kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, kanker tiroid, hingga kanker usus.

Para ahli mengatakan vitamin D memiliki kemampuan anti-kanker yang dapat membantu tubuh mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Orang dengan jumlah vitamin D yang kurang, berisiko tiga kali lebih tinggi terserang penyakit kanker.

4. Mengganggu kemampuan otak hingga menyebabkan pikun

Demensia membuat Anda pikun dan sulit berpikir. Biasanya, kondisi ini memang banyak dialami oleh lansia. Akan tetapi, bukan tidak mungkin menyerang Anda yang masih muda karena kekurangan vitamin D.

Sebuah studi dari jurnal Neurology menyebutkan kondisi kekurangan vitamin D yang parah pada orang dewasa meningkatkan risiko demensia alias pikun hingga dua kali lipat.

Meski belum diketahui secara pasti alasannya, para ahli mengaitkan peran vitamin D dalam otak. Pada otak, vitamin D bekerja sebagai ‘pengikat’ plak yang berkaitan dengan demensia.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Meski peran utama vitamin D yakni membentuk tulang, vitamin ini juga memengaruhi kerja otot jantung. Beberapa penelitian menyatakan bahwa orang yang kekurangan vitamin D berisiko mengalami masalah sirkulasi darah yang berakibat penyakit jantung.

Vitamin D yang terpenuhi dengan baik akan membantu jantung memompa darah lebih efektif. Sehingga, ketika jumlahnya kurang di dalam tubuh, risiko penyakit jantung meningkat, khususnya gagal jantung.

6. Risiko impotensi pada pria

Para pria perlu hati-hati karena kekurangan vitamin D bisa menyebabkan impotensi. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakuka di Amerika dengan melibatkan 3.400 pria.

Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa orang yang memiliki jumlah vitamin D kurang dari 20 nanogram per ml dalam darahnya berisiko tinggi untuk mengalami impotensi.

Impotensi dapat terjadi akibat adanya gangguan aliran darah pada organ penis. Para ahli percaya kekurangan vitamin D dalam tubuh akan menyebabkan masalah pada aliran darah. Dalam kasus ini, kondisi tersebut dapat terjadi pada alat reproduksi pria.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan vitamin D?

Agar terhindar dari berbagai risiko penyakit yang telah disebutkan, Anda harus mencukupi kebutuhan vitamin D. Begitu juga bila Anda telah mengalami kekurangan vitamin D, biasanya dokter akan memberikan suplemen vitamin D bila dibutuhkan.

Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari. Namun ingat, Anda sebaiknya tidak berjemur terlalu lama karena sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko penuaan kulit hingga kanker kulit.

Biasanya berjemur selama 10 – 15 menit sudah cukup membantu memenuhi asupan vitamin D. Bagi Anda yang memiliki warna kulit lebih gelap atau berusia lebih tua, Anda mungkin membutuhkan paparan sinar matahari yang lebih banyak.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari konsumsi makanan yang memiliki kandungan jenis vitamin ini. Beberapa di antaranya yaitu ikan salmon, ikan tuna, telur, susu, dan yogurt.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Reid, I., Bolland, M. and Grey, A. (2014). Effects of vitamin D supplements on bone mineral density: a systematic review and meta-analysis. The Lancet, 383(9912), pp.146-155.

Vitamin D Deficiency: Symptoms and Treatment. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 22 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15050-vitamin-d–vitamin-d-deficiency

Sorenson, M., & Grant, W. B. (2012). Does vitamin D deficiency contribute to erectile dysfunction? Dermato-Endocrinology, 4(2), 128–136. Retrieved 22 February 2021.

Anglin, R.E., Samaan, Z., Walter, S.Det al., Vitamin D deficiency and depression in adults: systematic review and meta-analysis. Br J Psychiatry, 2013. 202: p. 100-7. Retrieved 22 February 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 05/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro