8 Tanda yang Paling Mudah Dikenali Saat Tubuh Kekurangan Zat Besi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Zat besi adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Fungsinya adalah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sehingga organ-organ dapat bekerja dengan baik. Bila sel darah merah dalam tubuh berkurang, jaringan dan otot-otot tubuh tentu tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Alhasil, fungsi organ jadi terganggu dan memicu gejala anemia defisiensi besi, alias kekurangan zat besi.

Apa saja gejala kekurangan zat besi pada tubuh?

Tanda dan gejala kekurangan zat besi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung usia, tingkat keparahan anemia, dan kondisi kesehatan Anda saat ini. Kalau tubuh sedang tidak bugar, maka Anda dapat lebih mudah mengalami kekurangan zat besi, juga rentan terkena penyakit lainnya.

Beberapa gejala kekurangan zat besi yang paling umum di antaranya:

1. Mudah lelah

sering kelelahan

Orang yang mengalami kekurangan zat besi biasanya sering merasa lesu, lelah, dan sulit fokus. Walaupun hal ini juga bisa disebabkan karena kecapekan, tapi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda tidak memiliki cukup hemoglobin.

Hemoglobin itu sendiri adalah suatu protein yang ditemukan dalam sel darah merah, fungsinya untuk membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar hemoglobin dalam tubuh sedikit, maka oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh pun juga akan berkurang. Akibatnya, jaringan dan otot-otot tubuh jadi kekurangan energi.

Sebagai gantinya, organ hati harus bekerja lebih keras untuk memindahkan lebih banyak darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Alhasil, tubuh Anda malah jadi semakin lelah.

2. Muka pucat

salah diagnosis

Cara termudah untuk mengetahui Anda kekurangan zat besi atau tidak adalah dengan melihat warna bagian dalam kelopak mata bawah. Normalnya, bagian dalam kelopak mata bawah akan tampak merah segar. Namun, jika warnanya cenderung lebih cerah atau putih pucat, maka bisa jadi Anda mengalami defisiensi besi.

Warna merah pada darah Anda dipengaruhi oleh kandungan hemoglobin dalam sel darah merah. Semakin banyak kandungan hemoglobin, semakin cerah dan merah pula warna darahnya. Itulah sebabnya, orang yang sehat memiliki warna kulit yang segar dan kemerahan karena dipenuhi oleh hemoglobin dalam darah.

Sebaliknya, kekurangan zat besi membuat tubuh Anda tampak pucat. Tidak hanya pada kulit, kondisi ini juga bisa terjadi pada wajah, gusi, bagian dalam bibir, bagian dalam kelopak mata bawah, bahkan kuku.

3. Sakit kepala dan pusing

penyebab sakit kepala

Meskipun ada banyak penyebab sakit kepala, salah satunya juga bisa disebabkan karena defisiensi zat besi. Gejala ini memang tidak sering muncul seperti gejala lainnya. Akan tetapi, sakit kepala akibat kekurangan zat besi biasanya disertai dengan pusing dan mata berkunang-kunang.

Pada defisiensi zat besi, kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan otak kekurangan oksigen. Akibatnya, pembuluh darah di otak jadi membengkak dan menekan rongga kepala sehingga menimbulkan sakit kepala.

4. Jantung berdebar-debar

jantung berdebar sesak napas

Saat Anda mengalami kekurangan zat besi, kadar hemoglobin yang rendah membuat jantung harus bekerja keras untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, jantung Anda akan berdetak tidak teratur dan sangat cepat.

Pada kasus yang ekstrem, kondisi ini dapat menyebabkan pembesaran jantung hingga gagal jantung. Namun, hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami kekurangan zat besi dalam waktu yang lama.

5. Rambut rontok

penyebab rambut rontok

Rambut rontok saat keramas atau menyisir memang hal yang wajar terjadi. Jika ini terjadi secara berlebihan, bisa jadi Anda kekurangan zat besi.

Lagi-lagi, hal ini ada hubungannya dengan rendahnya pasokan oksigen akibat menipisnya kadar hemoglobin dalam darah. Dalam hal ini, folikel rambutlah yang mengalami kekurangan oksigen. Itulah mengapa, rambut jadi mudah rontok, bahkan sulit tumbuh sampai tubuh Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup.

6. Lidah dan mulut bengkak

masalah lidah

Coba perhatikan bagian mulut dan lidah Anda, apakah terlihat bengkak atau pucat? Jika iya, mungkin Anda kurang mengonsumsi makanan sumber zat besi.

Rendahnya hemoglobin dalam darah dapat membuat lidah menjadi pucat. Kadar mioglobin yang juga rendah dapat menyebabkan lidah terasa perih dan bengkak.

Mioglobin adalah protein dalam sel darah merah yang mendukung kekuatan otot-otot tubuh, salah satunya otot pembentuk lidah. Selain itu, kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan mulut kering dan luka, terutama di bagian sudut mulut.

7. Sindrom kaki gelisah

Sindrom kaki gelisah

Nyatanya, sekitar 25 persen orang dengan sindrom kaki gelisah mengalami anemia defisiensi besi. Semakin rendah asupan zat besi, maka semakin buruk pula gejala sindrom kaki gelisah ini.

Sindrom kaki gelisah adalah kondisi saat Anda sering tak sadar menggoyangkan kaki, sekalipun saat sedang istirahat. Dorongan untuk terus menggoyangkan kaki  ini juga dapat menyebabkan adanya sensasi geli di kaki, betis, dan paha.

8. Kuku berbentuk seperti sendok

Salah satu gejala defisiensi besi dapat dilihat dengan mudah dari tampilan kuku. Kalau kuku Anda cenderung rapuh dan berbentuk sendok, maka bisa jadi Anda mengalami kekurangan zat besi.

Kuku yang berbentuk seperti sendok disebut dengan koilonychia. Kondisi ini biasanya diawali dengan kondisi kuku yang rapuh dan mudah retak. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan zat besi, secara perlahan bagian tengah kuku akan menekan ke bawah dan ujung-ujungnya terangkat, membentuk seperti sendok.

Namun, hal ini biasanya terjadi pada kasus anemia defisiensi besi yang parah. Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, maka segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan diagnosisnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit