home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Patah Tulang (Fraktur)

Definisi patah tulang|Jenis patah tulang|Tanda & gejala patah tulang|Penyebab & faktor risiko patah tulang|Komplikasi patah tulang|Diagnosis & pengobatan patah tulang|Pengobatan di rumah untuk patah tulang|Pencegahan patah tulang
Patah Tulang (Fraktur)

Definisi patah tulang

Apa itu patah tulang atau fraktur?

Pengertian fraktur (fraktura) atau patah tulang adalah kondisi ketika tulang menjadi patah, retak, atau pecah sehingga mengubah bentuk tulang. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya tekanan kuat pada tulang atau karena kondisi tulang yang melemah, seperti osteoporosis.

Tulang yang retak atau patah dapat terjadi di area tubuh manapun. Namun, kasus ini lebih sering terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti patah tulang selangka atau bahu, patah tulang tangan (termasuk pergelangan tangan dan lengan), patah kaki (termasuk tungkai dan engkel), patah tulang belakang, serta fraktur pinggul.

Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?

Fraktur adalah kondisi yang sering terjadi serta dapat dialami oleh siapapun dan pada usia berapapun akibat cedera atau kecelakaan. Namun, kondisi ini juga umum terjadi pada lansia karena faktor penuaan yang meningkatkan risiko osteoporosis.

Dari data International Osteoporosis Foundation, fraktur akibat kerapuhan tulang terjadi pada 1 dari 2 wanita dan 1 dari 5 pria di dunia yang berusia di atas 50 tahun. Diperkirakan, jutaan orang di dunia mengalami fraktur akibat kerapuhan tulang setiap tahunnya.

Anda dapat mencegah terjadinya fraktura dengan menurunkan faktor risiko yang mungkin menyebabkannya. Konsultasikan dengan dokter mengenai informasi lebih lanjut.

Jenis patah tulang

Patah tulang atau fraktur memiliki beragam jenis. Secara garis besar, beberapa jenis fraktur yang umum terjadi adalah:

  • Fraktur terbuka, yaitu kondisi ketika tulang yang patah menembus kulit sehingga bisa dilihat.
  • Fraktur tertutup, yaitu kondisi ketika tulang patah, tetapi tidak menembus kulit atau kulitnya masih utuh.
  • Fraktur parsial, yaitu kondisi ketika patahnya tulang tidak seutuhnya atau tidak lengkap.
  • Fraktur total, yaitu ketika patahnya tulang terjadi secara total atau lengkap, sehingga tulang terbagi menjadi dua bagian atau lebih.

Dari empat tipe besar tersebut, fraktur terbagi lagi ke dalam beberapa jenis. Setiap jenis fraktur membutuhkan teknik dan prosedur yang berbeda untuk memperbaikinya. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Tanda & gejala patah tulang

Tanda dan gejala fraktura dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis, lokasi, dan tingkat keparahan yang dialami. Namun secara umum, gejala patah tulang atau fraktur yang sering dirasakan adalah:

  • Rasa nyeri atau sakit yang umumnya parah di area tulang yang mengalami fraktura.
  • Pembengkakan di area tulang yang mengalami fraktura.
  • Deformitas atau perubahan bentuk yang terlihat jelas di area tubuh yang mengalami fraktur.
  • Sulit menggerakan bagian tubuh di area patahnya tulang.
  • Kemerahan, memar, dan terasa hangat di kulit sekitar area tubuh yang mengalami fraktura.
  • Mati rasa dan kesemutan di area tubuh yang terkena.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda merasakan tanda dan gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Anda pun perlu mendapat perawatan darurat bila mengalami jenis fraktur yang terbuka, yang berisiko lebih besar mengalami infeksi.

Tubuh masing-masing orang bereaksi dengan cara yang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab & faktor risiko patah tulang

Fraktur terjadi karena adanya tekanan atau benturan yang kuat ke tulang, yang melebihi kekuatan dari tulang itu sendiri. Hal ini umumnya disebabkan oleh cedera, seperti jatuh, kecelakaan, atau benturan langsung yang kuat ke area tubuh, atau gerakan yang berulang hingga menyebabkan tulang retak.

Tidak hanya itu, penyebab fraktur juga bisa berupa kondisi tulang yang lemah. Umumnya ini disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu yang melemahkan tulang, seperti osteoporosis atau kanker tulang.

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko patah tulang?

Meski dapat terjadi pada siapapun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit fraktura. Beberapa faktor risiko dari patah tulang adalah:

  • Berusia lanjut atau di atas usia 50 tahun.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol.
  • Konsumsi obat kortikosteroid.
  • Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D.
  • Kurang aktif bergerak atau berolahraga.
  • Terdapat riwayat penyakit rheumatoid arthritis atau rematik.
  • Kelainan kronis, seperti penyakit Celiac, penyakit Crohn, atau kolitis ulseratif (radang usus).
  • Pernah mengalami fraktur sebelumnya.
  • Riwayat keluarga, terutama untuk patah tulang yang terjadi di panggul.

Komplikasi patah tulang

Bila tidak segera ditangani, fraktur bisa menimbulkan komplikasi yang semakin mengganggu kesehatan Anda. Komplikasi tersebut bisa beragam, tergantung pada area tulang yang mengalami retak atau patah.

Secara umum, komplikasi akibat fraktur yang mungkin terjadi bila tidak diobati adalah:

  • Malunion

Malunion adalah kondisi yang terjadi ketika tulang sudah sembuh dan sudah menyatu, tetapi tidak pada posisi yang tepat atau bergeser dengan sendirinya.

  • Infeksi

Jika ada luka pada kulit atau fraktur yang dialami berjenis terbuka, bakteri dapat masuk dan menginfeksi tulang atau sumsum tulang. Pada kondisi ini, umumnya pasien akan diberikan obat antibiotik dan perlu dirawat di rumah sakit.

  • Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen adalah kondisi ketika terjadinya peningkatan tekanan di bagian tubuh yang tertutup (kompartemen) yang memotong suplai darah ke otot dan saraf. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perdarahan dan hematoma (kumpulan darah di luar pembuluh darah) di sekitar tulang yang patah.

  • Nekrosis avaskular

Bila fraktur tidak segera diobati, tulang bisa kehilangan suplai darah yang esensial. Pada kondisi ini, bisa terjadi kematian jaringan tulang atau disebut nekrosis avaskular.

  • Haemarthrosis

Kondisi ketika perdarahan ke dalam ruang sendi yang menyebabkan sendi menjadi bengkak.

  • Penggumpalan darah

Akibat fraktur yang tidak segera diobati, penggumpalan darah di pembuluh darah bisa terjadi. Adapun kondisi ini bisa memengaruhi seluruh tubuh.

  • Cedera pada organ atau jaringan di sekitarnya

Bila fraktur tidak segera diobati, organ tubuh atau jaringan yang ada di sekitar tulang tersebut bisa mengalami cedera. Misalnya, otak dapat mengalami cedera atau kerusakan akibat patahnya tulang tengkorak, organ yang ada di bagian dada bisa rusak bila mengalami patah tulang rusuk, dan sebagainya.

  • Pertumbuhan tulang terhambat

Pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, patahnya tulang bisa memengaruhi kedua ujung tulang. Kondisi ini bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan tulang serta meningkatkan risiko deformitas tulang pada kemudian hari.

Diagnosis & pengobatan patah tulang

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Untuk mendiagnosis fraktur, dokter akan menanyakan kondisi medis yang Anda miliki, termasuk bila Anda mengalami cedera atau kecelakaan, serta gejala yang Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta beberapa tes lain untuk memastikan diagnosisnya.

Berikut ini adalah beberapa tes yang mungkin perlu Anda jalani untuk membantu dokter menentukan diagnosis fraktur atau patah tulang:

  • Sinar-X

Tes ini menghasilkan gambar jaringan internal, tulang, dan organ, sehingga bisa terlihat bila ada perubahan, seperti retak atau patah, pada tulang Anda.

  • MRI

Tes ini menggunakan magnet, frekuensi radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar struktur tubuh yang lebih detail. Umumnya, MRI digunakan untuk jenis fraktur yang lebih kecil atau disebut fraktur stres.

  • CT scan

Prosedur tes ini menggunakan kombinasi sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar detail tulang, otot, lemak, dan organ.

  • Pemindaian tulang

Tes pemindaian tulang (bone scan) dapat mendeteksi adanya fraktur serta kondisi abnormal lainnya yang terjadi pada tulang, yang mungkin tidak terlihat melalui sinar-X atau tes pencitraan lainnya.

Bagaimana cara mengobati patah tulang?

Pengobatan untuk patah tulang umumnya bertujuan untuk mengembalikan potongan tulang ke tempat semula, mengontrol rasa sakit, memberikan waktu pada tulang untuk sembuh, mencegah komplikasi, serta memulihkan fungsi gerak tubuh yang terpengaruh menjadi sedia kala.

Adapun jenis pengobatan yang diberikan bisa berbeda pada setiap orang, tergantung jenis fraktur, lokasi tulang yang terkena, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Berdasarkan hal tersebut, beberapa pengobatan yang umumnya diberikan untuk mengobati fraktur adalah:

  • Pemasangan gips dari plester atau fiberglass untuk menjaga ujung tulang yang patah pada posisi yang tepat dan mengurangi pergerakan, ketika tulang sedang dalam masa penyembuhan.
  • Penggunaan traksi untuk menstabilkan kembali tulang, serta meregangkan otot dan tendon di sekitar tulang yang mengalami fraktur.
  • Obat-obatan untuk meredakan rasa nyeri.
  • Pembedahan atau operasi patah tulang untuk mengembalikan posisi tulang ke tempatnya.
  • Fisioterapi untuk membantu memulihkan kekuatan otot serta fungsi gerak di area tubuh yang terkena.

Adapun untuk jenis fraktur terbuka, di mana tulang menembus kulit dan bisa mengalami perdarahan, dibutuhkan pertolongan darurat untuk mencegah terjadinya infeksi dan syok.

Pengobatan di rumah untuk patah tulang

Fraktur dapat sembuh dalam beberapa minggu atau bulan setelah menjalani pengobatan secara medis. Untuk membantu proses penyembuhan, Anda dapat melakukan pengobatan rumahan atau perubahan gaya hidup di bawah ini:

  • Istirahatkan area tulang yang mengalami frakur sebanyak mungkin.
  • Hindari mengangkat beban berat atau mengemudi hingga tulang yang patah atau retak sembuh.
  • Rawat gips dengan baik, seperti tidak membasahinya atau hindari terkena panas secara langsung saat gips belum terpasang dengan benar.
  • Penuhi nutrisi yang membantu proses penyembuhan tulang Anda, seperti vitamin D atau makanan untuk penderita patah tulang lainnya.
  • Berhenti merokok.
  • Bila sudah pulih, latihan gerak pada area tubuh yang mengalami fraktura, guna membantu memulihkan kekuatan otot, gerakan sendi, dan kelenturan. Konsultasikan pada dokter atau fisioterapi Anda terkait hal ini.

Pencegahan patah tulang

Fraktur umumnya terjadi karena cedera akibat jatuh atau kecelakaan, dan osteoporosis. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya fraktur, Anda perlu menghindari penyebab tersebut serta menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Langkah-langkah mencegah patah tulang

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda praktikkan:

  • Menciptakan rumah yang aman untuk Anda dan keluarga, terutama anak. Misalnya, memasang pagar di tangga agar tidak jatuh, memasang terali pada jendela, atau menyingkirkan kabel di lantai.
  • Menggunakan karpet antiselip di dalam rumah.
  • Menggunakan alat pelindung ketika beraktivitas fisik di luar rumah atau berolahraga. Misalnya, helm, bantalan siku, bantalan lutut, atau pelindung pergelangan tangan dan kaki, saat bersepeda.
  • Memastikan penerangan rumah dan di sekitar rumah Anda baik saat gelap.
  • Mengenakan sepatu bersol karet.
  • Memerhatikan sekeliling Anda ketika berjalan.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, terutama vitamin D dan kalsium untuk memperkuat tulang.
  • Melakukan olahraga rutin untuk memperkuat tulang, termasuk latihan angkat beban.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Melakukan konsultasi dengan dokter jika Anda berisiko mengalami osteoporosis.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Bone Health. 2020. Fracture Risk Factors. https://americanbonehealth.org/fracture/fracture-risk-factors/. Accessed September 30, 2020.

American International Medical University. 2020. Fracture: Diagnosis, Complications and Prevention. https://www.aimu.us/2017/07/25/fracture-diagnosis-complications-and-prevention/. Accessed September 30, 2020.

Boston Children’s Hospital. 2020. Fractures. http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/f/fractures. Accessed September 30, 2020.

Cedars Sinai. 2020. Fractures. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/f/fractures.html. Accessed September 30, 2020.

Cleveland Clinic. 2020. Bone Fractures. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15241-bone-fractures. Accessed September 30, 2020.

Consumer Reports. 2020. How to Recover from a Fracture Later in Life. https://www.consumerreports.org/seniors-health/how-to-recover-from-a-fracure-later-in-life/. Accessed September 30, 2020.

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia – BetterHealth Channel. 2020. Bone Fractures. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/bone-fractures. Accessed September 30, 2020.

International Osteoporosis Foundation. 2020. Fracture Epidemiology. https://www.capturethefracture.org/fracture-epidemiology. Accessed September 30, 2020.

MedlinePlus. 2020. Fractures. https://medlineplus.gov/fractures.html. Accessed September 30, 2020.

Jewett Orthopaedic Clinic. 2020. 7 Most Common Bone Fractures. https://www.jewettortho.com/2019/06/19/7-most-common-bone-fractures/. Accessed September 30, 2020.

OrthoInfo. 2020. Fractures (Broken Bones). https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/fractures-broken-bones/. Accessed September 30, 2020.

Penn Medicine. 2020. What is Bone Fracture? https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/bone-fractures. Accessed September 30, 2020.

Stanford Health Care. 2020. Fractures. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/bones-joints-and-muscles/fracture.html. Accessed September 30, 2020.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 04/11/2020
x